Minggu, 28 November 2021

WAHABI , SALAFI & KERAJAAN ARAB SAUDI

Oleh ; Iwan Mahmud Al-Fattah

Untuk mempelajari apa itu WAHABI hingga kemudian "menjadi" SALAFI, anda harus pelajari dulu sejarah berdirinya Kerajaan Arab Saudi dan faktor faktor yang mendukungnya (ingat faktor-faktor yang mendukungnya ya..), juga siapa saja mereka yang saat itu begitu konsisten dan semamgat dalam mendukung berdirinya kerajaan ini ? Kita juga harus pelajari apa yang mereka lakukan setelah berhasil menjatuhkam kekuasaan Syarif Mekkah yang saat itu dipegang oleh Keturunan Sayyidina Hasan Ra ? Setelah mereka kokoh dan mampu serta berhasil "menetapkan 1 mazhab" dalam kehidupan keagamaan bagaimana sikap ulama dan raja raja mereka terhadap mereka yang berbeda pandangan khususnya untuk 3 mazhab lain juga untuk kaum sufi ? Sengaja saya sebutkan kaum sufi karena memang pada masa itu hingga saat ini kehidupan sufistik.di beberapa negara punya pengaruh besar dalam kehidupan keberagamaan masyarakat. Apa pandangan mereka terhadap Turki Usmani yang saat itu runtuh ? Bagaimana pula saat itu reaksi para ulama kita setelah kekuasaan di Mekkah Madinah berganti dinasti ?

Saya rasa untuk membicarakan golongan yang satu ini akan timbul pasang surut, hitam putih, pahit manis dan juga banyak lika likunya...selama hampir 100 tahun sejarah berdirinya mereka kita juga harus pelajari secara teliti apakah ada perubahan "wajah" baik para ulamanya maupun para raja dan pangeran pangerannya khususnya dalam sejarah pemikiran dan perkembangan Islam khususnya dalam 30 tahun belakangan ini..
Jadi memang panjang kalau bicara WAHABI yang kemudian "konon" berubah wajah menjadi SALAFI.
Oh iya ada beberapa hal yang saya ingat betul, Arab Saudi adalah salah satu negara yang awal mengakui kemerdekaan RI. Salah satu Rajanya yaitu King Faisal juga punya hubungan baik dengan pemimpin dan rakyat kita pada masa beliau hidup. Sikap mereka terhadap Jamaah haji cukup welcome. Sayangnya kalau anda mencari situs situs sejarah di Mekkah dan Madinah akan sulit ditemukan bentuk aslinya karena pada masa awal berdirinya dinasti Ibnu Saud banyak yang dihancurkan karena khawatir dianggap syirik seperti makam Ma'la Mekkah dan Makam Baqi Madinah (lihat foto sebelum diratakan dengan tanah) belum lagi bangunan bangunan lain...dalam pandangan "idiologi", mereka juga menetapkan "azaz" tunggal" yang bermazhabkan Hambali (namun dalam pandangan sebagian pakar lebih cenderung ke pandangan Ibnu Taimiyah yang kemudian "dilanjutkan" oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab"). Dalam era kekinian nama yang sering muncul ada nama Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syekh Muhammad bin Shalih Al Usaimin, Syekh Muhammad Nashiruddin Al Albani, Syekh Sholih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan, Syekh Abdullah bin Abdurahman bin Jibrin, dll. Bagaimana sikap mereka terhadap pemikiran lain seperti Asyariah dan maturidiah silahkan dibaca sendiri....Bagaimana pula hubungan mereka dengan ulama ulama seperti Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki dan ulama ulama yang sepandangan dengan Abuya As-Sayyid Muhammad Al Maliki...?