Minggu, 28 November 2021

KISAH LAGU LEGENDARIS "MELATI DI TAPAL BATAS" MILITANSI PUTRI² PETANI KERAWANG BEKASI SAMPAI KE MARIE ZUMARIYAH.

 Oleh : Iwan Mahmud Al-Fattah 

Salah satu lagu perjuangan yang sampai saat ini saya sering nyanyikan pada saat datangnya Hari Kemerdekaan RI adalah "Melati Di Tapal Batas". Entah kenapa, lagu ini sejak dulu liriknya cukup dalam bagi saya... Di masa kemerdekaan dahulu lagu ini sempat "menggegerkan" bahkan menjadi sangat populer di kalangan pejuang² karena mampu meningkatkan spirit perjuangan.

Lagu yang indah dan heroik inin diciptakan oleh Ismail Marzuki dan Suto Iskandar . ISMAIL MARZUKI sendiri adalah Seorang pencipta lagu yang produktif kelahiran Tanah Betawi.

Munculnya Lagu ini sendiri menurut beberapa penulis sejarah ada beberapa versi. Ada yang menulis kalau lagu tersebut lahir atas permintaan salah satu komandan perang di lapangan kepada Ismail Marzuki dan Suto Iskandar, dimana Sang Komanda telah merasa khawatir melihat banyaknya gadis² yang gugur dalam pertempuran, padahal keberadaan mereka sangat dibutuhkan pada bidang lain. Sang Komandan adalah Komandan Resimen V Cikampek Letnan Kolonel Moeffreni Moe’min (yang membawahi wilayah pertempuran Jakarta dan sekitarnya).

Mereka yang gugur banyak berasal dari Kesatuan BARISAN SRIKANDI INDONESIA yang dikenal sejak awal sangat militan berjuang. Kenekatan gadis² itu yang tidak pernah takut mati telah membuat Sang Komandan Tempur wilayah Front Timur Jakarta dan Bekasi ketar ketir karena diantara mereka masih banyak yang minim pengetahuannya akan ketrampilan perang. Gadis² yang nekat-nekat dan berani itu berasal dari putri² para petani Bekasi dan Petani Karawang. Bahkan ada yang mengatakan diantara mereka ada terdapat putri tokoh-tokoh pejuang saat itu.

Pada masa itu Front terkeras dalam perjuangan kemerdekaan RI khususnya wilayah Jakarta dan sekitarnya terdapat di wilayah Timur Jakarta dan perbatasan Bekasi Jakartà. Daerah Jakarta yang dikenal hebat perjuangannya adalah Klender dibawah pimpinan ulama karismatik Klender yaitu KH DARIP, sedangkan memasuki wilayah Bekasi ada nama KH Nur Ali dan Kapten Lukas disertai pejuang besar lainnya. Salah satu wilayah tempur Bekasi yang menjadi ajang pertempuran kini dinamai Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, salah satu lokasi pertempuran legendaris terjadi di daerah Jembatan Kali Sasak Pondok Ungu.. Selain tokoh² besar ini nama BARISAN SRIKANDI INDONESIA juga ikut mewarnai.

Barisan Srikandi Indonesia pada masa pertempuran² setelah era kemerdekaan RI banyak beranggotakan gadis² putri dari para Petani Jakarta, Bekasi dan Karawang, yang terbakar semangatnya untuk mempertahankan kemerdekaan. Selain di wilayah ini Barisan Srikandi Indonesia juga terdapat di beberapa wilayah luar lain. BSI dikenal berani dan selalu siap tempur. Namun demikian demi agar keberadaan mereka lebih tertata dan fungsional disebarlah peran ke dalam beberapa bagian, artinya tidak harus mereka itu terjun langsung membawa bedil berhadapan dengan penjajah. Tentu untuk mengarahkan mereka agar berkontribusi pada bagian lain bukanlah perkara mudah, mengingat semangat mereka sedang tinggi-tingginya. Nah akhirnya melalui lagu inilah banyak dari mereka yang tersentuh dan akhirnya dengan kesadaran diri mereka menyebar dengan berbagai peran dalam perjuangan termasuk menjadi "telik sandi" atau mata-mata bagi musuh, logistik, perawat pasukan, dll.

Dalam versi lain dikatakan bahwa sosok Melati Di Tapal Batas adalah terarah pada diri gadis muda yang bernama Marie Zumariyah, seorang gadis yang berasal dari Garut dan berasal dari Tentara Pelajar yang mempunyai tugas yang sangat berbahaya yaitu telik sandi. Tugas yang sewaktu waktu bisa menghilangkan nyawanya...

Di tengah gemuruh revolusi itu, Marie jatuh cinta kepada seorang komandan kompi dari Bataliyon Pelopor 33 bernama Kapten Rusady. Mereka lantas menjalin kasih dan berjanji sehidup semati.

Suatu waktu di bulan Agustus 1947 dalam suatu pertempuran melawan pasukan-pasukan Belanda dari Yon 5 Andjing NICA di Desa Padayungan, Tasikmalaya, Kapten Rusady tertembak dan terluka parah lalu ditawan dan dipenjarakan oleh Belanda ke Pulau Nusakambangan.

Mengetahui kabar tersebut Marie Zumariyah mencari Kapten Rusadi. Akhir cinta itu kemudian Marie Zumariyah dan Kapten Rusady pun menikah dan melahirkan anak diantaranya adalah Uli Sigar Rusadi dan Paramitha Rusady.

Siapapun yang dimaksud dengan Melati Di Tapal Batas, mereka semua punya hak untuk disematkan terlebih para gadis² muda pemberani dari anak para Petani Jakarta Bekasi dan Karawang. Dalam sosok yang mudah terlacak itu bisa digambarkan pada sosok Marie Zumariyah, wanita gagah berani yang rela mengorbankan diri untuk bangsa...semua mereka mempunyai jasa bagi bangsa ini...

Alfatehah untuk para wanita pejuang sejati bangsa...

Lirik lagu :

MELATI DI TAPAL BATAS

Engkau gadis muda jelita
Bagai sekuntum melati
Engkau sumbangkan jiwa raga
Di tapal batas Bekasi
Engkau dinamakan Srikandi
Pendekar putri sejati
Engkau turut jejak pemuda
Turut mengawal negara
Oh pendekar putri yang cantik
Dengarlah panggilan ibu
Sawah ladang rindu menanti
Akan sumbangan baktimu
Duhai putri muda remaja
Suntinganmu kampung halaman
Kembali ke pangkuan bunda
Berbakti kita di ladang