Minggu, 24 Maret 2019

BUKU WISATA ZIARAH DI JAKARTA

Tersedia Buku "Wisata Ziarah Di Jakarta Jilid 1 & 2"

Karya : Iwan Mahmud Al Fattah
Hasil Penelitian Sejak Tahun 2013 - 2019
Berisikan makam para ulama, wali, syuhada, mujahid, tokoh beserta riwayatnya

Isi Buku :

Jilid 1 terdiri dari 472 halaman
Jilid 2 terdiri dari 464 halaman
Kata Pengantar : 2 Guru Besar, 1 Ulama, dan Pelestari Budaya

Harga Perbuku Rp. 100.000,.
Ongkir Perbuku Sejabotabek Rp.9000/kg (2 buku ongkir Rp. 18.000)
Ongkir Perbuku Luar Jabodetabek (sesuai jarak/kg)
Pengiriman melalui JNE

Cp. 08179803186 (WA)

Link : https://www.facebook.com/iwan.raraumay
https://www.facebook.com/iwan.mahmoedalfattahii



Selasa, 30 Oktober 2018

BUKU "WISATA ZIARAH DI JAKARTA"



Ini adalah buku hasil riset saya bertahun tahun dengan usaha dan biaya mandiri. Butuh perjuangan yang cukup panjang untuk bisa dicetak seperti ini, hampir semua penerbit di Jakarta yang saya hubungi tidak bisa untuk menerbitkannya, namun saya tidak putus asa dan tetap optimis...dan akhirnya tercetaklah buku ini..

Buku edisi pertama ini cukup tebal dan penuh dengan berbagai informasi penting dan berharga tentang tokoh tokoh besar di Jakarta serta hubungannya dengan daerah Indonesia lainnya, ditulis dengan beberapa metode penelitian...mudah mudahan bisa menjadi sumbangan berharga bagi Jakarta dan Bangsa Indonesia...

Harga Buku : Rp. 90.000 (belum termasuk ongkir)
Hubungi No Hp saya di : 08179803186 (WA)

(Bagi yang berminat silahkan hubungi kami dengan menuliskan nama dan alamat lengkap)

Senin, 06 November 2017

BUKU PITUNG TERBARU

Assalamu Alaikum wr wb...
Alhamdulillah BUKU PITUNG sampai saat ini masih terus banyak permintaan, oleh karena itu demi memudahkan memperoleh buku tersebut, kami memberikan kesempatan kepada saudara-saudari untuk memilikinya, adapun rinciannya adalah :
1. Harga Buku Rp 60.000 (plus ongkos kirim) khusus Jabodetabek, sedangkan diluar wilayah itu harga buku Rp. 60.000 dengan ongkos kirim sesuai masing masing wilayah
2. No.Rekening saya akan diberikan jika fihak peminat buku ingin konfirmasi
3. Buku akan segera dikirim jika sudah ada bukti resi transfer
4. Bagi yang sudah transfer harap segera mengiirimkan secara lengkap nama, alamat dan No.Hp.
5. Pengiriman buku paling cepat 2 hari untuk wilayah jabodetabek (hari kerja) dan 3 hari (untuk wilayah diluar jabodetabek (hari kerja)
6. Buku akan langsung saya tanda tangani
7. Untuk komunikasi bisa menghubungi di 08179803186 (WA/SMS)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Wassalamu Alaikum Warohmatullohi wabarokatuh...


Jumat, 27 Oktober 2017

BUKU PITUNG

Assalamu Alaikum untuk seluruh sahabat dimana saja berada..

Alhamdulillah Buku PITUNG (Pituan Pitulung) sudah terbit
Buku yang terbit ini adalah salah satu upaya Al Faqir untuk memberikan sumbangsih dakwah Islamiah di bumi Jayakarta umumnya Nusantara.
Kehadiran buku ini merupakan sebuah oase ditengah dominannya sumber informasi yang banyak berasal dari penjajah. Dengan alasan itulah kemudian Al Faqir mencoba memberikan sebuah alternatif dan penawaran melalui sejarah Pituan Pitulung yang bersumber dari kalangan pribumi sendiri.
Sebagai sebuah karya tentu buku ini nantinya akan banyak menimbullkan pro dan kontra, tapi sekali lagi Al Faqir ingin menegaskan bahwa munculnya buku Pitung adalah salah satu bentuk jihad Al faqir dalam menegakkan Islam dinegeri Fathan Mubina...
Selanjutnya untuk memperoleh buku ini dipersilahkan kepada sahabat melihat rincian sebagai berikut :
1. OPEN PO : (SENIN s/d JUMAT)
2. HARGA BUKU : RP. 60.000 (Free ongkos kirim khusus untuk wilayah Jabodetabek) sedangkan untuk luar Jabodetabek Harga Rp. 60.000 belum termasuk ongkos kirim 
3. PEMBELIAN ATAU PEMBAYARAN MELALUI TRANSFER REKENING
4. NAMA DAN ALAMAT JELAS PEMBELI 
5. PENGIRIMAN BUKU (SENIN s/d JUMAT)

Bagi yang berminat silahkan hubungi kami Via WA di No. 08179803186







Senin, 10 Juli 2017

MENEMUKAN "ISTANANYA" PARA WALI MASTUR DI SELATAN KOTA JAKARTA


Berziarah pada hari ini seolah seperti mendapat "intan permata" yang tidak ternilai harganya. Perjalanan begitu mengesankan dan "mendebarkan".


Ya hari ini tanggal 9 Juli Bakda Zuhur, saya, istri dan salah satu sahabat setia saya yang merupakan trah Ki Bondan Kejawan (Sayyid Abdurahman Jumadil Kubro) melakukan napak tilas para wali mastur di selatan Jakarta. 



Mencari jejak para wali mastur bukanlah perkara mudah dikarenakan memang posisi beliau-beliau yang memang maunya seperti itu. Dalam pendataaan sejarah boleh dikatakan keberadaan "mereka" itu antara ada dan tiada. Namun bagi saya pribadi, keberadaan para wali mastur tetap harus dilacak agar kedepannya kita semua bisa menjadi manusia yang mau berterima kasih atas jasa-jasa dakwah Islamiah mereka. Ukuran mereka wali atau bukan itu tidak perlu diperdebatkan, lebih arifnya kalau itu kita serahkan kepada para ulama yang mengerti dunia kewalian, kita yang awam lebih baik sami'na wa atho'na.

Perjalanan ziarah hari ini adalah sebuah hal yang unik dan berkesan, karena saya membawa istri yang sedang hamil tua. Sempat saya khawatir namun demi rasa cinta kami terhadap para Wali Allah maka Bismillah semua kami jalani..Dan Alhamdulillah semua bisa berlangsung dengan lancar...

Alhamdulillah pada perjalanan yang berkesan ini saya menemukan makam-makam para wali yang tersembunyi yang nyaris tidak diketahui masyarakat, padahal keberadaan pemakaman itu cukup luas dan terbilang tua, makam tersebut terdapat di daerah Cipete tepatnya di Kuburan Wakaf jalan Haji Pi'i (tidak jauh dari Fly Over).

Salah satu makam yang membuat saya "bergetar" tatkala saya dan istri serta sahabat saya menemukan makam seorang Sayyid yang bernama Syekh Abdurahman bin Abdullah bin Abbas Al Jaelani..nama terakhir ini yang membuat saya terkaget-kaget...siapa sangka ada keturunan Syekh Abdul Qodir Jallani di tanah Betawi.

Menurut Guru sahabat saya di sekitar makam makam ini banyak terdapat wali-wali mastur. Sayyid Abdurahman sendiri merupakan penasehat Raden Kusuma Wijaya bin Pangeran Nitikusuma yang makamnya juga kami ziarahi. Pangeran Kusuma Wijaya sendiri nama lainnya adalah Kumpi Sinar. Kenapa dinamakan demikian ? Karena dengan dakwahnya beliau berhasil menyinari wilayah Cipete dan sekitarnya menjadi wilayah yang Islami dan religius yang sampai saat ini masih bertahan. Nama Nitikusuma sendiri mengingatkan saya kepada para Mujahid Besar kota Jakarta Bekasi Tangerang yaitu PITUAN PITULUNG (PITUNG). Pangeran Nitikusuma yang merupakan mujahid besar Jayakarta adalah leluhur Pitung.

Alhamdulillah....semoga ziarah hari ini membawa keberkahan bagi kita semua...amin...

MENEMUKAN MAKAM KRAMAT WALIYULLAH MASTUR (RADEN WANGSA, CUCU SULTAN TRENGGONO/SULTAN DEMAK ) DI SELATAN JAKARTA KAMPUNG PEKAYON KELURAHAN RAGUNAN

https://www.facebook.com/iwan.raraumay
Tidak ada yang menyangka kalau disebuah TPU Wakaf yang berada di daerah Pekayon RT 08 /RW 03 Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan telah bersemayam jasad seorang Waliyullah mastur. Posisinya sebenarnya tidak jauh dari makam Kramat Pangeran Wiraguna. Makam TPU Pekayon ini bisa ditempuh melalui perempatan Koran Republika yang ke arah Ragunan....posisinya melewati plang makam Pangeran Wiraguna (sekitar 100 meter sebelah kiri).


Bagi masyarakat setempat khususnya sang pengurus makam, tidak diketahui siapa beliau yang dimakamkan disini. Namun Alhamdulilah berdasarkan informasi yang saya peroleh dari sahabat saya, beliau ini bernama Raden Wangsa. 

Raden Wangsa ini adalah cucu dari Sultan Trenggono/Sayyid Abdurrahman/Sultan Demak Bintoro. Beliau datang ke Jayakarta dalam rangka dakwah Islamiah. Sultan Trenggono sendiri hidup sekitar tahun 1480 - 1546 

Di wilayah selatan utamanya wilayah Jagakarsa, Ragunan dan sekitarnya memang yang saya ketahui banyak para penyebar agama Islam yang berasal dari keluarga Kesultanan Demak termasuk Raden Wangsa ini. 

Dalam kehidupannya, setelah lama berdakwah beliau wafat di daerah yang sekarang ini. Keturunannya sendiri banyak terdapat di wilayah Sunda. Mengenai keturunan Raden Wangsa di Sunda mungkin Kang Suranagara Ahmad punya keterangan yang bisa membantu saya.....

Beberapa tahun yang lalu sebenarnya makam ini banyak yang sering menziarahinya, namun setelah para sesepuh banyak yang wafat, makam ini mulai dilupakan orang. 

Sebagai seorang peziarah yang sering mendata dan mendokumentasikan sebuah situs makam, sebelum saya meninggalkan makam ini ada sebuah pertanyaan besar, "Kenapa diatas tanah makam beliau telah ditaruh ranjang tidur ?", "Apakah seorang Waliyullah seperti beliau pantas disimbolisasikan dengan hal seperti ini ?"

Entahlah.....

Wallahu A'lam Bisshowwab....

MENEMUKAN SITUS MAKAM TUA KRAMAT MILIK WANITA SHOLEHAH DI PONDOK LABU YANG BERADA DI DALAM RUMAH..


Jakarta seolah tidak habis akan adanya situs makam dari orang-orang terdahulu yang mempunyai pengaruh pada masyarakat. Kali ini dalam wisata ziarah dan sejarah kembali saya menemukan sebuah makam tua yang tersembunyi. Tidak tanggung tanggung, makam ini terdapat di dalam rumah !


Dalam perjalanan menemukan makam ini kembali saya dihadapkan akan ketidaktahuan masyarakat terutama yang berada di kiri kanan tempat beradanya makam, bahkan ada yang katanya tinggal puluhan tahun namun baru mendengar adanya makam keramat di daerahnya. Makam ini posisinya berada tidak jauh dari seberang masjid pondok labu atau tepatnya berada di jalan Raya Fatmawati No. 5 Kelurahan Pondok Labu Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan (posisi makam berada samping tukang minyak wangi). Makam ini sebenarnya sangat mudah untuk diziarahi namun karena informasinya sangat minim maka dibilang gampang gampang susah untuk menemukannya.

Dimana ada usaha disitu ada jalan. Nasib baik masih berfihak kepada saya, secara kebetulan saya bertemu dengan seorang yang ternyata keturunan dari shohibul maqom. Sempat dia heran dan memandangi wajah saya, mungkin dia heran darimaรฑa saya tahu informasi makam tersembunyi milik leluhurnya. Tapi setelah saya jelaskan kalau tujuan saya hanya untuk ziarah dan penelitian sejarah barulah wajahnya tersenyum.

Setelah dapat petunjuk dari keturunan shohibul maqom sayapun bergerak kearah yang dituju, tanpa diduga ternyata keberadaan makam ini ada di dalam rumah penduduk ! Untungnya si pemilik rumah mengizinkan saya untuk berziarah. Suasana sekitar makam sangat bersih dan terawat. Dahulu yang menjaga makam ini seorang wanita tua yang bernama Nyai Banding (kalau tidak salah), kini beliau sudah wafat. Saat ini sekitar makam adalah tempat kos, dahulunya disekitar makam adalah kebun...perubahan zaman menjadikan makam terhimpit bangunan sana sini..

Dalam cerita yang saya peroleh sementara ini, makam ini adalah milik seoramg wanita yang sholehah bernama NYAI SITI AMBARWATI. Dahulunya disekitar makam beliau banyak terdapat pohon labu sehingga dikarenakan banyak tanaman labu, dan pemiliknya merupakan seorang tokoh karismatik yang tinggal dirumah yang dikelilingi pohon labu, dan pada waktu itu juga sering menjadi tempat persinggahan para tokoh agama serta beberapa masyarakat lainnya, maka dinamakanlah daerah ini menjadi Pondok Labu.

https://www.facebook.com/iwan.raraumay

Wallahu A'lam Bisshowwab......