Kamis, 20 Agustus 2026

"๐‘ฒ๐‘ฌ๐‘ป๐‘ผ๐‘น๐‘ผ๐‘ต๐‘จ๐‘ต ๐‘ต๐‘จ๐‘ฉ๐‘ฐ ๐‘ด๐‘ผ๐‘ฏ๐‘จ๐‘ด๐‘ด๐‘จ๐‘ซ ๐‘ซ๐‘จ๐‘ต ๐‘ด๐‘จ๐‘ผ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ซ ๐‘ต๐‘จ๐‘ฉ๐‘ฐ ๐‘ป๐‘ฐ๐‘ซ๐‘จ๐‘ฒ ๐‘จ๐‘ซ๐‘จ ๐‘ซ๐‘ฐ ๐‘จ๐‘น๐‘จ๐‘ฉ ๐‘บ๐‘จ๐‘ผ๐‘ซ๐‘ฐ ?"


Judul ini cukup menarik untuk saya bahas, karena baru-baru ini isu nasab terus merembet kemana-mana, mulai dari keramatnya para wali yang diolok-olok, distorsi sejarah sampai munculnya pertanyaan-pertanyaan tentang keberadaan Keturunan Nabi pada umumnya. Selain itu aktifitas yang sering dikaitkan dengan keberadaan Keturunan Nabi Muhammad SAW juga ikut "dipertanyakan secara seksama" seperti Maulid Nabi.
Salah satu Vloger Alman Mulyana bahkan dengan PD nya membahas hal tersebut di akun Youtubenya setelah banyak mendapatkan pertanyaan. Bagus memang Kang Alman ketika langsung meresponnya, tapi ada baiknya untuk lebih berhati-hati, karena ranah yang ia masuki cukup "ngeri-ngeri sedap" dibahasnya. Setiap jawaban harusnya berdasarkan orang-orang yang ahli dalam bidang pernasaban dan permaulidan agar jawabannya lebih tepat sasaran...
Sebenarnya bagaimana sih keberadaan keturunan Nabi Muhammad SAW yang ada di Arab Saudi ? dan Bagaimana pula kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di negara yang dipimpin oleh Klan Ibnu Saud ini ?
Bila dilacak dan dipelajari perkembangan keturunan Nabi di seluruh dunia, ternyata sampai saat ini keberadaan keturunan Nabi Muhammad SAW masih eksis dan mempunyai jaringan yang sangat kuat diantara sesama mereka.
Kenapa di Arab Saudi itu keturunan Nabi Muhammad SAW tidak terlalu menonjol bahkan terkesan tidak terlalu penting untuk dibahas, "emangnya siapa sih loe-loe orang...?"
Yang perlu anda ketahui, bahwa sejarah Makkah dan Madinah justru identik dengan keturunan Nabi Muhammad SAW. Itu terjadi sebelum era dinasti Saud berdiri di tahun 1924. Peran keturunan Nabi Muhammad SAW terutama keluarga Dinasti Idrisiyah (cabang keluarga keturunan Nabi dari garis Sayyidina Hasan bin Ali yang sempat mendirikan kepemimpinan lokal di wilayah Asir, Jazan, dan Tihamah di sebelah barat daya Jazirah Arab/Arab Saudi modern) itu berakhir setelah dianeksasi ibnu Saud tahun 1934 M.
Bagaimana setelah tahun 1934 ?
Keturunan Nabi Muhammad SAW setelah tahun 1934 masih tetap ada dan bahkan banyak yang berkiprah di dalam pemerintahan Arab Saudi walaupun dibatasi. Suku-suku keturunan Nabi Muhammad SAW baik yang dari Al-Hasani dan Al-Husaini terus berkembang di berbagai wilayah Arab Saudi. Salah satu yang cukup menonjol bahkan keberadaannya sangat dihormati adalah keluarga Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki. Selain itu keluarga dari Bani Dahlan seperti Sayyid Zaini Dahlan juga dihormati. Bahkan ada beberapa dosen yang keturunan Nabi Muhammad SAW dari cabang Al-Hasani.
Kok di Arab Saudi tidak ada Maulid seperti semaraknya Maulid di Indonesia ?
Ya anda harus faham dong bagaimana doktrin keagamaan yang dianut secara resmi Arab Saudi. Sekalipun mereka mengklaim sebagai penganut mazhab Hambali, namun praktek-praktek seperti Maulid, Berdoa di depan makam (sekalipun depan makam Nabi Muhammad), Haul, Muharoman tidak diperbolehkan. Tidak percaya ? saya pernah ziarah di Baqi dan Ma'la pernah langsung dibilang "HARAMMMM....", "HARAAAMMMM..." Bahkan ketika saya berdoa di depan makam Nabi Muhammad SAW langsung dibilang Syirikkkk....Syiriiiikkkkk....!!!v di depan makam yang tidak jauh dari makam para keturunan Nabi Muhammad SAW, saya bahkan pernah diceramahin habis oleh salah satu Syekh yang kebetulan dia faham juga bahasa Indonesia...langsung saja saya bantah, Saya bilang, "anda tahu darimana saya menyembah kuburan....?" saya bahkan sempat kucing-kucingan dengan Askar di makam Ma'la dan Baqi.
Jadi kalau tidak ada Maulid disana yang memang aturan disana seperti itu. Beda kalau anda datang ke Maroko, Yaman, Pakistan, Bangladesh, Aljazair, Suriah, Palestina, Libanon, Iran, dll, Insya Allah malah meriah. Tapi kalau bicara sejarah, selama masa dinasti para SYARIF Idrisiah berkuasa 700 tahun di Makkah dan Madinah, perayaan Maulid itu justru dilaksanakan secara semarak, bahkan makam-makam pemuka ahlul bait dibuat secara layak dan bagus sebelum dihancurkan secara total oleh dinasti Ibnu Saud sehingga yang tersisa hanyalah batu cadas sebagai penanda makam dan pembatas makam berupa semen biasa...
Apakah sekarang Maulid Nabi Muhammad SAW masih ada ?
Masih ! hanya saja oleh kalangan tertentu seperti keluarga Sayyid Malik dan itu tertutup bagi masyarakat umum. Sebab kalau terbuka, ya tahu sendirilah...ini saya pernah tanya langsung kepada beberapa murid Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alwi Al-Maliki saat saya berkunjung ke rusyaifah., dan mereka membenarkan adanya pengawasan kegiatan-kegiatan seperti itu, menurut mereka kegiatan di tempat mereka selalu dalam pengawasan pemerintah. Seorang dosen yang pernah mengajar di Madinah bahkan pernah berkata bahwa keberadaan "keturunan Nabi Muhammad SAW" masih tetap diawasi aktifitasnya. Kalau tiba-tiba kritis siap-siap untuk masuk penjara. Sayyid Muhammad Al-Maliki bahkan dulu pernah diawasi aktiftasnya sampai akhirnya beliau tidak lagi mengajar di Masjidil Haram dan berpindah di rumahnya di Rusyaifah. Maulid di Arab Saudi itu jelas sulit ditemukan, karena memang dilarang dan juga berdasarkan fatwa dari para ulamanya seperti almarhum Syekh Abdul Aziz bin Baz atau Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin.
Jadi kalau dikatakan bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW tidak ada di Arab Saudi apalagi dari Bani Alawi berarti literasinya masih kurang. Terus kalau ada pernyataan, "kok gak ada yang ngaku keturunan Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah ?" kan saya udah bilang, di Arab Saudi kultur keislaman dan budayanya beda sama kita... disana keturunan Nabi MUhammad SAW gak terlalu menonjol dan emang sengaja dibatasi, ente loyal ane lindungi, ente kritis ane sikat (begitu kira-kira ungkapan sederhananya).
Berapa jumlah keturunan Nabi Muhammad SAW di Arab Saudi ? sangat banyak ! dan mereka masing-masing mempunyai Naqib untuk mencatat masing-masing kabilah. Dan biasanya cara berpakaiannya juga mengikuti gaya pakaian Arab Saudi (umumnya). Di buku yang susun berjudul "Dzuriyyah Keturunan Nabi Muhammad SAW di 63 Negara" sudah saya susun dimana saja mereka berdiaspora....