Selama 3 tahun terakhir ini semenjak munculnya isu nasab, muncul sikap rasis dari orang-orang yang mengaku mencintai Ahlul Bait, tapi justru kelakuannya bertolak belakang dengan klaim akan kecintaan ahlul bait. Dengan dalih bahwa Bani Alawi bernasab palsu mereka secara habis-habisan menghina dan mencaci maki para habaib. Padahal penolakan akan nasab Bani Alawi hanyalah minoritas dari sekian banyak ulama yang mengakui.
Hinaan-hinaan telah ditujukan kepada beberapa habaib berpengaruh seperti Hb Lutfi, hb Umar bin Hafiz, Hb Ali Bungur, Hb Ali Kwitang, Hb Soleh Tanggul, Hb Abdurrahman Assegaf Bukit Duri, Hb Umar Cipayung, Hb Salim Jindan, Hb Abdullah Bilfaqih, dll. Oleh mereka para habaib tersebut telah dihina secara habis-habisan oleh manusia² PEMBENCI KETURUNAN NABI. Padahal mereka yang dihina ini bukanlah ulama sembarangan, mereka banyak panutan ummat dan waliyullah.
Hinaan mereka sudah luar biasa jahatnya, saya saja juga sempat dihina habis habisan oleh pendukung garis Imad cs, hanya karena membela nasab Bani Alawi, saya dibilang DAJJAL, BLO'ON, TUKANG TIPU SEJARAH, dan hinaan-hinaan lain, untungnya saya gak terpancing untuk menghina mereka sampai begitu parahnya walaupun hati agak panas juga, tapi alhamdulillah masih bisa ditahan berkat masukan dari istri, paling paling cuma saya cakin ala Betawi. Tapi lihat Hb Hanif dan Hb Riziq dibikinin meme yang sangat kotor dan vulgar, hb Taufik bahkan ada yang bilang asu dan meme yang sadis, Rais Am PBNU saja mereka hina sehinanya, Gus Wafi malah dibilang celengan semar, Gus Rumail dibilang Pinokio dan tukang ngibul, Gus Gus lain bahkan dikata katain hanya karena mereka menjelaskan siapa Bani Alawi yang sesungguhnya....intinya, anda membela Bani Alawi maka bersiaplah mendapat hinaan-hinaan, bersiaplah dipersekusi dan bersiaplah dicap sebagai penipu, manusia bodoh dan tolol, otak dangkal, dungu, dll..
Para pecinta habaib dibilang MUKIBIN (Kibin), DOBOLOWI, dan hinaan hinaan rasis lainnya. Terakhir Gus Baha dan Mbah Riyan yang kita tahu kapasitas keilmuannya juga ikut dikata-katain...paling² mereka memuji Prof Quraish Shihab dan Najwa Shihab yang kata mereka tahu diri karena gak ngaku ngaku keturunan Nabi, padahal sikap Prof Quraish adalah ketawaduannya sebagai ahlul bait, mereka lupa kalau Prof. Quraish Baalawi tulen dan guru gurunya banyak yang Baalawi dan dia jebolan Darul Hadist Malang dan murid dari Habib Abdul Qadti Bilfaqih...Sedangkan Najwa, alm suaminya adalah Baalawi.
Anda yang memang mencintai Ahlul Bait, jangan ikut ikutan melabeli orang² tersebut, silahkan debat mereka baik keras ataupun lembut, tapi gak perlu ngatain mereka dengan label binatang, kotoran manusia, omongan kotor dan jorok..silahkan kalau mau nyindir secara satire atau sekalian sarkas yang penting jangan pernah keluar seperti tulisan dan kata kata mereka yang jauh dari akhlak..
Entah apa mereka sadar kalau apa yang mereka perbuat kelak akan jadi dosa jariah kalau tidak cepat bertobat, apalagi hinaan hinaan masih terus diputar dan dilihat di medsos..Apa mereka juga tidak sadar bahwa yang mereka kata-katai banyak diakui sebagai Waliyullah...Betapa mengerikannya kelak mereka yang menyakiti para Wali Allah karena Allah langsung yang akan memberi pelajaran, cepat atau lambat, kalau tidak pada dirinya bisa jadi pada keluarga sebagai cara Allah menegur mereka...
Apakah dulu pernah terjadi ?
Ya pernah terjadi, banyak keturunan Nabi yang didustai, bahkan dikejar kejar dan dibunuh, tidak sedikit mereka yang nasabnya dianggap batil hanya karena mereka berani melawan penguasa dan melawan kesewenang wenangan...tidaklah usah heran jika keturunan Nabi banyak yang hijrah termasuk Imam Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar Rumi dan anaknya Abdullah (Ubaidillah) yang berusia 20 tahun yang berhijrah ke Hadramaut....
Sejarah kini berulang, kita harus berhadapan dengan kaum Nawashib yang mengingatkan akan sosok Abdurahman bin Muljam yang selalu merasa dirinya benar, merasa paling faham agama, merasa paling dekat dengan Allah, merasa memuliakan Alquran dan Sunnah tapi ternyata dia membenci Sayyidina Ali bahkan akhirnya membunuhnya..namanya memang Islami tapi dia gagal membuktikan arti dari nama Abdurrahman....