Rabu, 19 Agustus 2026

"H. MUTAHAR SEORANG HABIB"

 Setelah perayaan 17 Agustus selesai, rupanya ada satu hal yang masih rame, yaitu mengenai siapakah sesungguhnya H. MUTAHAR SANG PENYUSUN lagu HARI MERDEKA ?

Untuk kalangan yang anti nasab Bani Alawi seperti biasa akan langsung mengatakan : HOAX, NGIBUL, NGEDABRUS, dsb jika H. MUTAHAR dianggqap seorang Habib. Bahkan ada yang dengan PDnya dan sangat ngotot tingkat dewa dengan mengkaitkan langsung bahwa H. MUTAHAR adalah keturunan Demak lengkap dengan daftar pustakanya, sehingga semakin membuat bahagia seperti bahagianya pengantin baru dan PD tim-tim hore pembatal nasab Baalawi. Saya sendiri sempat kaget, haaa ? KESULTANAN DEMAK ? Wah baru dengar saya nih...
Pada akhirnya, lagi lagi muncullah ungkapan, semua serba "dibaalawikan", semua akan menjadi Baalawi. Dan bla...bla...bla...pokoknya Baalawi rungkad dan minggat...(begitu katanya...)
Bagi yang meyakini H. MUTAHAR seorang Sayyid atau HABIB karena berdasarkan informasi dari kalangan Habaib sendiri..
Saya sendiri akhirnya ngubek ubek lagi semua majalah koleksi alkisah saya dari edisi pertama tahun 2003 sampai edisi terakhir 2013 untuk mencari tentang Profil H. MUTAHAR..untung semua majalah alkisah saya belum saya hibahin. Alkisah adalah majalah khusus membahas Habib dan Kyai Kyai NU, DLL. Kebetulan saya masih ingat ada tulisan tentang H. MUTAHAR.
Menariknya H. MUTAHAR ini memang tipikal nasionalis sejati, yang jangankan keliatan asal usulnya secara terbuka, lha kehidupannya saja lebih banyak diwarnai dengan politik perjuangan ketimbang nasabnya. Hubungannya dengan Bung Karno cukup dekat, walaupun H. MUTAHAR sering dibuat mangkel oleh Bung Karno karena sering "dikerjain", tapi Bung Karno sangat cinta terhadap H. MUTAHAR, H. MUTAHAR sendiri tidak pernah mengambil hati dengan sikap eksentriknya Bung Karno, karena H. MUTAHAR tahu Bung Karno tipikal yang terbuka terhadapnya.
Pertanyaan sekarang apakah memang beliau seorang Habib atau Sayyid ??? (istilah ini pasti deh bakal juga digugat oleh pakar pakar nasab medsos dari sebelah sana...).
Karena beliau jarang terbuka masalah ini, maka ada peneliti lain yang akhirnya menulis tentang beliau termasuk asal usul nasabnya, tidak tanggung tanggung penulisnya adalah seorang Wartawan Senior dan SEJARAWAN Tangguh Tentang Jakarta yaitu Abah Alwi Shihab. Sejarawan Jakarta dan Wartawan² kawakan nasional yang udah senior pasti tahu siapa beliau. Profil H. MUTAHAR juga ditulis tidak lama setelah beliau wafat artinya masih sezaman. Dan yang paling penting H. MUTAHAR dan Abah Alwi Shihab gak jauh beda umurnya dan sama sama pernah dekat dan sama sama dari Bani Alawi. Artinya mereka hidup sezaman, Abah Alwi jelas saksi hidup yang tahu betul siapa H. MUTAHAR sesungguhnya.
Hasilnya ? Ya H. MUTAHAR berdasarkan tulisan Abah Alwi yang hidupnya SEZAMAN dan pernah bersahabat, memang seorang Sayyid, dan keluarganya ternyata berasal dari Banda Naira Maluku, dimana memang disana terdapat diaspora keturunan Bani Alawi disamping Arab Hadramaut lain. Budaya Banda Naira yang berada di Maluku memang egaliter, mereka lebih cenderung lebih membumi ketimbang mengandalkan nasabnya. Dan ini pernah berapa kali saya tanyakan kepada Habib habib yang berasal dari Maluku, memang benar menurut mereka jika Habib Habib di Maluku itu kadang lebih kental Malukunya ketimbang Habibnya....mereka lebih nyaman menjadi pribumi maluku tanpa kehilangan asal usul.
Jadi H. MUTAHAR selain seorang nasionalis sejati, beliau juga seorang Habib dari rumpun atau Klan Al-Muthohar cabang dari Bani Alawi. Kenapa lebih sering ditulis H. MUTAHAR ? Ya mudah jawabnya, namanya seniman plus juga politikus handal, tulisan H. MUTAHAR lebih mudah diingat, simpel dan gak terkesan kearab araban, lagian kan memang memakai ejaan bahasa Indonesia...
Jadi kalau masalah nasab beliau selesai ya.. perkara situ gak mau ngakuin lagu Hari Merdeka, 17 Agustus dan Lagu Syukur atau Paskibraka beliau yang buat karena beliau habaib, ya itu sih terserah ente, gak dipaksa, tapi kalau soal siapa beliau, ya fair dong...