Menyikapi keramatnya wali baik yang masih hidup atau sudah wafat ya dengan bertanya kepada ulama yang faham akan hal tersebut bukan justru kepada orang yang suka mencaci-maki, hasad hatinya dan rajin merusak nasab.....terlalu banyak keramat wali itu kalau mau dibeberkan....keramat wali memang sulit diterima dengan akal dan hati, terutama terhadap mereka yang memang awalnya sudah anti terhadap keramat wali. Bagi mereka yang mengaku NU atau aswaja peristiwa keramatnya wali adalah hal yang biasa terjadi, tentunya dengan izin.
Keramatnya wali itu tidak sama dengan Mujizat, Maunah, apalagi istidraj. Mujizat untuk Nabi, Maunah untuk orang orang soleh dan yang dikehendaki dan istidraj untuk orang-orang yang kufur nikmat...
Karomah bukan sihir, sulap atau dongeng ataupun halu karena itu hanya terjadi kepada wali-wali Allah...Karomah juga bukan dibuat-buat atau ngaku-ngaku, peristiwa itu hadir atas izin Allah yang diberikan khusus kepada para waliyullah...
Beberapa Kyai, Habaib, sayyid, Syarif, Syekh banyak yang mengalami hal tersebut. Namun kebanyakan peristiwa keramat itu lebih banyak ditutup oleh para wali karena mereka takut terjerembab ke penyakit hati. Justru keramat mereka tersebar karena orang lain.
Jadi adalah aneh dan lucu kalau ada orang NU, atau mengklaim diri penerus ajaran walisongo alergi terhadap keramatnya wali hanya karena tidak percaya nasabnya atau tidak sependapat. Padahal kalau saja mau jernih membaca kisah-kisah keramatnya kyai atau ulama ulama di luar nusantara justru lebih banyak menakjubkan. Mbah Kholil Bangkalan, Syekh Nawawi Banten, Kyai As'Ad Syamsul Arifin, Kyai Asnawi Caringin Banten, Kyai Marogan Palembang, Mbah Mangli Magelang, Kyai Hamid Pasuruan, Gus Mik Kediri, bahkan Gus Dur sekalipun banyak didapati cerita tentang kekeramatan mereka..mau dibantah ? Saya bahkan punya buku khusus yang membahas tulisan ulama NU yang menulis keramatnya para kyai...
Kebiasaan Khariqul Adat (di luar kebiasaan) ini memang ada dan banyak disaksikan orang banyak...Syekh Yusuf An-Nabhani bahkan menulis buku khusus tentang hal ini, kalau dibaca tentunya bagi yang gak percaya, buku ini akan dianggap musyrik dan bid'ah dolalah.
Saya sendiri telah menyaksikan bagaimana keramatnya seorang Sayyid Abdurrahman Al Habsyi cikini yang di sekitar makamnya yang mau dibongkar telah memancarkan 33 mata air, padahal saat itu musim kemarau, dan yang namanya mata air sulit untuk diperoleh, jangankan muncul mendadak, digali saja sulit keluar karena musim kemarau.
Di makam Pangeran Kuningan Awangga bin Sunan Gunung jAti masih didapati mata air yang mengalir dengan deras khususnya di gedung telkom jakarta selatan...
Bersambung....