Minggu, 22 Maret 2015

KISAH NABI SYAM’UN AS DAN TURUNNYA SURAH AL QADR & PELECEHAN FIGUR NABI ISLAM DALAM FILM SAMSON

Sudah lama sebenarnya saya ingin mengetahui siapakah sebenarnya sosok SAMSON yang sering difilmkan dalam beberapa puluh tahun ini (termasuk yang sekarang ini yang terdapat disalah satu televisi swasta dengan pemeran utamanya komedian yang bernama ADUL). Sebelum itu dulu juga pernah dibuat dalam versi Betawi yang diperankan oleh Benyamin S yang berjudul Samson Betawi (The Strong Man) tahun 1975 atau La Revanche De Samson yang diperankan oleh Suzana dan Paul Hay tahun 1987, atau Samson And Delillah yang diperankan oleh Michael Gambon dan Elizabet Hurley tahun 1996, atau  juga Samson and Delillah yang diperankan oleh Hedy Lamar, Victor Mature, George Sanders dkk tahun 1949 atau Sansone (Samson Versi Italia) yang diperankan Oleh Brad Harris tahun 1961 atau Hercules-Samson-Ulysses yang diperankan oleh Kirk Morris, Richard Loyd dan Liana Orfei tahun 1963, atau Samson and Delillah yang diperankan oleh Bellidan Bauer and Antony Hamilton yang dibuat tahun 1984, atau film Australian, Samson and Delilah yang diperankan oleh Marisa Gibson and Rowan Mc Namara tahun 2009 dan masih banyak lagi film Samson dengan berbagai versi.

Terus terang berapa kali saya merasa resah bila melihat kisah yang satu ini, karena pada waktu kecil salah satu guru ngaji saya mengatakan kalau Samson itu sebenarnya seorang Nabi pada masa Bani Israil,  namun karena  selama kita ini hanya diwajibkan mengetahui yang 25 Nabi dan Rasul saja, maka keberadaan Nabi-Nabi lain yang jumlahnya 123.975mungkin kita tidak pernah ketahui kalau saja tidak ada ulama yang menerangkan. Kalaupun kita tahu tentang para Nabi yang jumlahnya 124.000 tersebut selain yang 25 tersebut, paling-paling kita hanya mengetahui beberapa saja (termasuk saya). Terus terang ketika guru ngaji saya mengatakan kalau Samson itu adalah seorang Nabi, dulu saya sangat tidak percaya dan senyum-senyum saja, namun ketika pada masa ini saya baru tahu bahwa Samson adalah seorang Nabi saya langsung teringat kembali apa yang pernah diucapkan guru ngaji saya, (ini menandakan jika beliau memang rajin membaca kitab-kita sejarah para Nabi). Dan puncaknya ketika Film Samson yang diperankan si Adul itu disukai anak-anak saya tersentak, dan ketika anak saya menanyakan siapa sebenarnya Samson, maka akhirnya sayapun menceritakan bahwa Samson itu sebenarnya adalah seorang Nabi  pada masa Bani Israil. Saya jelaskan kepada anak-anak saya yang usianya masih dibawah 8 tahun, bahwa Samson itu adalah Nabi yang mempunyai banyak kelebihan dan beliau adalah Nabinya umat Islam, jadi kalau ada cerita tentang Samson yang macam-macam maka itu bukanlah Samson yang asli, kata saya kepada anak saya.

Nabi-nabi pada masa Bani Israil jelas menjalankan risalah yang datang dari Allah SWT yang kemudian nanti akan disempurnakan oleh penutup Para Nabi dan Rasul yaitu Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Oleh karena itu jika para Nabi dari Bani Israil itu dilecehkan, itu sama saja melecehkan Nabi-Nabi dalam kepercayaan Agama Islam. Jika saya amati banyak sekali film-film yang dibuat secara “nekat” yang menggambarkan  tentang sosok para Nabi dan juga beberapa orang-orang Sholeh pada masa lalu. Lebih celaka jika pembuatan film itu bukan merujuk kepada kotab-kitab yang mu’tabar yang telah disepakati para ulama. Pembuatan film Islam bertemakan kisah para Nabi dan Rasul menurut saya lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya, karena kebanyakan dunia film itu target utamanya kebanyakan lebih bersifat materi, sehingga jika kita berharap kebenaran sejarah dari sebuah film apalagi film bertemakan sosok para Nabi dan Rasul dan dibuat oleh kaum kapitalis, liberalis dan dunia barat sana, itu merupakan kesia-sian.

Film-film yang selama ini dibuat menurut kami jelas merupakan pelecehan pada sosok seorang Nabi, beberapa film Samson bahkan menggambarkan sosok Samson dengan bertelanjang dada, bahkan disamping itu banyak gambaran-gambaran di beberapa film tersebut sangat tidak sesuai dengan gambaran Samson sebagai seorang Nabi, tidak jelasnya sosok Samson pada film-filem tersebut karena rujukan yang mereka paki tentu tidak sesuai dengan pengetahuan atau rujukan yang dimiliki oleh para ulama Islam.

Oleh karena itu demi untuk mengetahui siapa Samson ini sebenarnya, untuk sementara ini sambil saya berusaha mencari buku-buku yang berkaitan dengan beliau ini, akan saya sajikan terlebih dahulu beberapa tulisan tentang Nabi yang satu ini dari beberapa blog yang saya anggap bisa mewakili gambaran sosok asli dari Nabi pada masa Bani Israil ini.

Sosok Samson ternyata bila kita mau mempelajari Asbabun Nuzulnya Surat Al Qadar, maka sedikit banyak kita akan mengetahui siapa beliau ini, oleh karena itu semoga kita bisa lebih mempelajari lagi siapa saja sosok-sosok Nabi selain yang 25 tersebut.

Inilah Kisah Nabi Syam’un atau Samson itu……….

ASBABUN NUZUL SURAT AL QADR

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan (al Quran) ini pada Malam Laitatul-Qadar." (Surah al Qadr: 97: 1)
"Dan apajalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadaritu?" (Surah al Qadr: 97: 2)
"Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan." (Surah al Qadr: 97: 3)
"Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut)." (Surah al Qadr: 97:4)
"Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!" (Surah al Qadr: 97: 5)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Nabi s.a.w. bermimpi melihat Bani Umayyah menduduki dan menguasai mimbarnya setelah baginda wafat. Oleh itu, baginda merasa tidak senang disebabkan perkara itu. Maka turunlah ayat "inna a'thainakal kautsar" (Surah al Kautsar: 108: 1) dan (Surah al Qadr: 97: 1-5) untuk membesarkan hati baginda. (Diriwayatkan oleh at Tirmizi dan al Hakim dan Ibnu Jarirdari al Hasan bin Ali)

KETERANGAN

Al Qasim al Hirani menyatakan bahawa kerajaan Bani Umayyah itu memegang pemerintahan selama lebih kurang 1,000 bulan.
Menurut at Tirmizi riwayat ini adalah gharib sedangkan al Muzani dan Ibnu Katsir menyebutnya sebagai sangat munkar.

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Rasulullah s.a.w. pernah menyebut tentang seorang dari Bani Israel yang berjuang fisabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan secara berterusan. Kaum Muslimin berasa kagum dengan perjuangan orang tersebut.

Maka Allah menurunkan ayat ini (Surah al Qadr: 97: 1-3) yang menerangkan bahwa satu malam lailatul qadar itu lebih lebih baik daripada perjuangan Bani Israel selama 1000 bulan. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al Wahidi dari Mujahid)

Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa pada zaman Bani Israel terdapat seorang lelaki yang beribadat pada malam hari dan berjuang memerangi musuh pada siang harinya. Perbuatan ini dilakukan selama seribu bulan.

Maka Allah menurunkan ayat ini (Surah al Qadr: 97: 1-3) yang menjelaskan bahawa satu malam lailatulqadarliu adalah lebih baik daripada amalan 1000 bulan Bani Israel tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Mujahid).

Pemuda bani Israil bernama Syam`un Al-Ghazy – Lelaki yang beribadah 1000 bulan.

Pada suatu saat malaikat Jibril AS datang menemui nabi Muhammad SAW, kemudian menuturkan cerita tentang seorang laki-laki. Nama orang itu adalah Syam`un Al Ghazy, dia telah memerangi orang-orang kafir selama seribu bulan, sedangkan senjata yang digunakannya hanyalah jenggot unta.
Dikisahkan setiap kali dia memukul orang kafir dengan jenggot untanya tersebut, maka sudah dapat dipastikan orang yang bersangkutan akan langsung tewas. Entah sudah berapa banyak orang yang mati ditangan Syam`un yang memiliki senjata yang sangat aneh itu.

Menghadapi kekuatan Syam`un yang teramat sulit ditandingi, maka orang- orang kafir yang jumlahnya tak terhitung itu merasa kewalahan. Dan karena sudah kehabisan cara, akhirnya mereka berusaha membujuk isteri Syam`un yang juga termasuk orang kafir, agar mau diajak bersekongol untuk bersama-sama membunuhnya.

“Kami akan memberimu uang dan harta yang sangat banyak, agar engkau bersedia membunuh suamimu!” kata  salah seorang diantara kafir itu kepada isteri Syam`un.

“Saya tidak mampu membunuhnya,” jawab isteri Syam`un.

“Kami akan memberimu tali yang sangat kuat. Dengan tali itu, ikatlah kedua tangan dan kakinya sewaktu tidur. Setelah itu kamilah nanti yang akan membunuhnya,” kata orang kafir itu lagi.

Wanita kafir ini pun menyanggupinya, dan berhasil melakukan apa yang diperintahkan oleh orang- orang yang memusuhi suaminya.

Alkisah, ketika bangun tidur, tentu Syam`un merasa sangat terkejut mendapati kedua tangan serta kakinya sudah dalam keadaan terikat dengan tali yangi sangat kuat.

“Siapa gerangan orang-orang yang telah mengikat saya” tanya Syam’un sambil menatap isterinya.

“Akulah yang telah mengikatmu, sekadar untuk mencoba kekuatanmu saja”, jawab isterinya. Rupanya sang isteri sengaja menjawab demikian dengan pertimbangan bila ternyata suaminya nanti mampu melepaskan- . diri dari ikatan itu, maka hal itu tak akan membahayakan dirinya. Kenyataannya Syam’un memang berhasil melepaskan diri.

Tak berhasil dengan cara itu, orang-orang kafir itu kemudian datang lagi sambil membawa rantai yang sangat kokoh. Isteri Syam’un lagi-lagi menyatakan kesediaannya untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh mereka dan berhasil. Ya… suaminya diikat dengan menggunakan rantai tersebut.

“Siapakah orang yang telah mengikat saya dengan rantai ini ? tanya Syam`un kepada isterinya, saat terbangun dari tidurnya.
“Saya yang melakukan itu,  sekadar untuk menguji kekuatanmu” ,jawab isterinya.. .

Maka Syam`un pun lalu menarik tangannya, dan seketika rantai yang membelenggu tangan serta kakinya langsung terputus.

“Hai isteriku, saya adalah seorang Wali Allah. Tak ada seorangpun yang akan sanggup merontokkan kekuatan saya, kecuali rambutku ini!” jelas Syam`un. Perlu diketahui, laki-laki yang dinugerahi karamah luar biasa oleh Allah SWT ini memang rnemiliki rambut yang sangat panjang. Disitulah rupanya letak kekuatannya (Kisah ini lah yang meng-inspirasikan kisah Samson).

Isteri Syam’un pun menyimak baik- baik apa yang dikatakan oleh suaminya itu. Malam harinya dengan nekad dia kemudian memotong rambut Syam`un selagi Syam`un sedang tidur, dan mengikatnya. Alat atau tali yang digunakan untuk mengikat tak lain adalah rambutnya itu pula.

Ketika Syam`un terbangun dari tidurnya, lagi-lagi dia merasa terkejut karena tubuhnya telah dalam keadaan terikat.

“Siapakah yang telah mengikat tubuhku ini?” tanyanya kemudian. Dan isterinya pun memberi jawaban sama seperti yang sudah-sudah.

Syam`un menarik tali yang mengikat tubuhnya. Tetapi kali ini, meskipun sudah berusaha dengan sekuat tenaga, dia tetap tak bisa melepaskan tali pengikat yang terbuat dari rambut kepalanya sendiri itu.

Menyaksikan usahanya telah berhasil, isteri Syam`un buru-buru menemui orang kafir dan menceritakan apa yang terjadi. Maka segeralah mereka menemui Syam`un  lalu membawanya ke tempat penjagalan manusia. Laki-laki ini diikat disebuah tiang yang ada disitu dan orang-orang kafir itu kemudian memotong- motong anggota tubuhnya. Dengan sadisnya mereka mencungkil matanya, memotong kedua tangan dan kakinya, telinganya, lidahnya, bibirnya ,dan lain-lain.

Namun Allah SWT tak membiarkan seorang wali-Nya menderita seperti itu terlalu panjang. Dia lalu berfirman kepada Syam`un : “Apakah yang engkau kehendaki Syam`un?”

Syam`un pun menjawab, “Saya menghendaki agar Engkau memberi kekuatan kepada saya, sehingga nantinya mampu meruntuhkan tiang bangunan dan reruntuhannya menimpa mereka.”

“Allah SWT pun memberikan kekuatan luar biasa kepadanya. Lalu Syan`un menggerakkan tubuhnya, menyebabkan tiang bangunan menjadi patah berantakan, disusul ambruknya seluruh badan bangunan tersebut menimpa orang-orang kafir, mereka, termasuk isteri Syam`un semuanya langsung tewas.

Adapun Syam`un sendiri diselamatkan oleh Allah SWT, bahkan Dia juga mengembalikan semua anggota tubuhnya. Setelah itu Syam`un beribadah kepada Allah SWT siang malam selama seribu bulan…

Salah seorang diantara para sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mengetahui?” (maksudnya pahala ibadah Syam`un).

Rasulullah SAW mengatakan bahwa Beliau tidak mengetahui, berapa banyak pahala yang dianugerahkan Allah kepada Syam`un tsb.

Oleh karena itu maka Allah SWT kemudian menurunkan surat Al-Qadar melalui malaikat Jibril AS. Pada surat ini Allah menjelaskan, bahwa ibadah yang dilakukan seseorang pada malam Qadar (salah satu malam dibulan Ramadhan), itu adalah lebih baik dari ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.

Sumber :



KISAH NABI SAM'UN DAN SEBAB TURUNNYA SURAT AL QADR 

Kisah Nabi Sam’un Ghozi AS / samson /Samson bermula dengan wahyu kepada ibunya bahawa ia akan mendapat anak namun dengan syarat dia tidak boleh minum arak dan memotong rambut anak lelakinya nanti.

“Dalam bible diceritakan rambut panjang Samson bila dikuasai semangat perang dari Allah akan berlaga sesama sendiri hingga boleh didengar dari jauh kedatangannya”.

Simson atau Samson adalah seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa. Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah Israiliyat yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab.

Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir. Dari Abi Zar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, “Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.” “Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas (312).” (Hadits riwayat At-Turmuzy)Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.

Sebab turun surat Al-Qodr ialah sebagaimana riwayat Ibnu Abbas, beliau berkata ; Suatu hari malaikat Jibril bercerita kepada Nabi Saw, tentang kisah seorang hamba yang memiliki kekuatan super, namanya Sam’un Al-Ghozy, seorang pembela agama, berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan, hanya berbekal tulang dagu unta [versi lainnya tulang keldai] sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain.

Setiap kali menghantam kaum kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung. فَإِذاَ عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ , فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ , فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ Jika ia merasa haus maka keluar air tawar dari tempat giginya, untuk ia minum, jika ia lapar maka dari tempat itu pula tumbuh daging dan ia memakannya. Demikianlah keadaan Sam’un sang super power dalam hari-harinya, sehingga usianya sampai 1000 bulan, yaitu 83 tahun 4 bulan. Kaum kafir tetap tidak mampu mengalahkannya.Dia suatu kesempatan Kaum kafir ini berkata kepada istri Sam’un, karena istri Sam’un ini seorang kafir, “Kami akan memberi uang banyak, jika kamu dapat membunuh suamimu” Sang istri menjawab “Aku tidak sanggup membunuhnya” فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ , فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ , فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ السِّلْسِلَةُ

Kaum kafir memberikan saran, kami memberimu tali tambang yang kuat, ikatlah kedua kaki dan tangan Sam’un di saat ia tidur, dan kami akan membunuhnya. Singkat cerita, Sam’un diikat istrinya di saat tidur, ia terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku ?” istrinya menjawab “Aku mengikatmu karena ingin mengujimu.” Kemudian Sam’un menggerakkan tangannya, sekali gerakan terputuslah ikat tambang itu.Keesokan harinya kaum kafir datang lagi kepada istri Sam’un membawa rantai, Sam’un diikat saat tidur, Sam’un terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku?” istrinya menjawab “Aku mengikatmu karena ingin mengujimu.” Kemudian Sam’un menggerakkan tangannya, sekali gerakan terputuslah rantai itu. فَقاَلَ ياَإِمْرَأَتِى أَناَ وَلِىٌّ مِنْ أَوْلِياَءِ اللهِ تَعاَلىَ لاَيَغْلِبُ عَلَىَّ شَيْءٌ مِنْ أَمْرِ الدُّنْياَ إِلاَّ شَعْرِى هَذاَ , وَكاَنَ لَهُ شِعْرٌ طَوِيْلٌ , فَسَمِعَتْ امْرَأَتُهُ

Sang super power Sam’un berkata “Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah, segala perkara dunia ini tidak ada yang sanggup mengalahkan diriku, aku punya rambut ini, ia memang berambut panjang. Dan ucapan itu terdengar istrinya. فَلَمَّا ناَمَ قَطَعَتْ ذَواَئِبَهُ فىِ حاَلِ نَوْمِهِ , وَكاَنَتْ ثَماَنِىُ قَطْعٍ مِنْ شَعْرِ رَأْسِهِ وَكُلُّهاَ تَجِرُّ عَلَى الأَرْضِ , فَشَدَّتْ بِأَرْبَعَ ذَوَائِبَ , مِنْهاَ يَدَيْهِ وَبِالأَرْبَعِ الأُخْرَى رَجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ , فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَلَمْ يَقْدِرُ عَلَى قَطْعِهاَ Ketika Sam’un tertidur, istrinya mengunting rambut panjang Sam’un, guntingan rambutnya menjadi 8 potong, semua jatuh ke tanah, sang istri mengikat Sam’un dengan 4 potongan rambut, 4 potong pertama mengikat kedua tangannya, 4 potong kedua mengikat kedua kakinya. Sam’un terbangun dan berkata “Siapa yang mengikatku ?” istrinya menjawab “Aku, aku mengikat karena ingin mengujimu.”Kali ini Sam’un tidak mampu melepaskan ikatan itu. فَأَخْبَرَتْ امْرَأَتُهُ الكُفاَرَ , فَجاَؤُا وَذَهَبُوْا بِهِ إِلىَ مَذْبَحِهِمْ وَكاَنَ فِيْهِ عُمُوْدٌ فَأَوْثَقُوْهُ عَلَى ذَلِكَ العُمُوْدِ , فَقَطَعُوْا أُذُنَيْهِ وَعَيْنَيْهِ وَشَفَتَيْهِ وَلِساَنَهُ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَكُلُّهُمْ يَجْتَمِعُوْنَ فىِ ذَلِكَ البَيْتِ Kemudian sang istri memberitahukannya kepada kaum kafir, mereka beramai-ramai membawa Sam’un ke sebuah rumah, tempat mereka menghukum mati seseorang dengan memenggal lehernya, di tengah rumah itu terdapat tiang, mereka mengikat Sam’un di tiang itu, mereka memotong kedua telinga Sam’un, mencongkel kedua mata Sam’un, menggunting bibir dan lidah Sam’un, kedua tangan dan kedua kakinya pun di potong, semua orang berkumpul menyaksikan Sam’un di mutilasi di rumah tersebut. فَاَوْحَى اللهُ تَعاَلىَ إِلَيْهِ ؛ أَىُّ شَيْءٍ تُرِيْدُ بِهِمْ أَصْنَعُهُ ؟ فَقاَلَ أَنْ تُعْطِيَنِى مِنَ القُوَّةِ حَتَّى أَحْرَكَ عُمُوْدَ هَذاَ البَيْتِ فَيَنْهَدِمَ عَلَيْهِمْ , فَقَواَهُ اللهُ وَحَرَّكَ نَفْسَهُ فَوَقَعَ السَّقَفُ عَلَيْهِمْ وَأَهْلَكُوْا جَمِيْعاً وَامْرَأَتُهُ مَعَهُمْ , فَأَنْجاَهُ اللهُ تَعاَلىَ مِنْهُمْ وَرَدَّ اللهُ عَلَيْهِ أَعْضاَءَهُ

Disaat kritis seperti itu Allah memberi wahyu (kasih sayang) kepada Sam’un dan menawarkan “Apa yang kamu inginkan pada kaum kafir ini, Aku akan melakukannya wahai Sam’un ?” Sam’un menjawab “Berilah aku kekuatan, aku ingin menghancurkan tiang ini, sehingga rubuh dan menimpa mereka.
Allah Swt pun memberinya kekuatan dan Sam’un menggerakkan dirinya, dan hancurlah tiang rumah itu, atapnya menimpa semua orang sehingga tewas, termasuk istrinya. Allah selamatkan Sam’un dan Allah kembalikan keadaan tubuh Sam’un seperti sedia kala. فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ سَبِيْلِ اللهِ Setelah peristiwa itu Sam’un melakukan ibadah selama 1000 bulan, malamnya tahajud siangnya berpuasa. Ia juga berperang membela Agama Allah. فَبَكَى أَصْحاَبُ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِشْتِياَقاً لِذَلِكَ , فَقاَلُوْا ياَرَسُوْلَ اللهِ هَلْ تَدْرِى ثَواَبَهُ ؟ فَقاَلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ السَّلاَمُ لآَأَدْرِىMendengar kisah Sam’un itu, para sahabat Nabi Saw terharu, mereka bertanya “Wahai Rasulullah apa tuan tahu, berapa besar pahala Sam’un ibadah seperti itu ?”

Nabi menjawab “Aku tidak mengetahuinya” فَأَنْزَلَ اللهُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ) وَقاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَعْتَيْطُكَ وَأُمَّتَكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِباَدَةُ فِيْهاَ أَفْضَلُ مِنْ عِباَدَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفِ شَهْرٍ

Maka Allah turunkan malaikat Jibril membawa surat Al-Qodr, dan berkata “Wahai Muhammad aku berikan kamu dan ummatmu Lailatulqodr, melakukan ibadah di malam itu lebih baik dari ibadah 70 ribu bulan”. قاَلَ الإِماَمُ الرَّازِى فَإِذاَ طَلَعَ الفَجْرُ فىِ لَيْلَةِ القَدْرِ ناَدَى جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ياَمَعْشَرَ المَلاَئِكَةِ الرَّحِيْلَ الرَّحِيْلَ , فَيَقُوْلُوْنَ ياَجَبْرَئِيْلُ ماَصَنَعَ اللهُ بِالمُسْلِمِيْنَ فىِ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ أُمَةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ السَّلاَمُ فَيَقُوْلُ لَهُمْ ؛ إِنَّ اللهَ تَعاَلىَ نَظَرَ إِلَيْهِمْ بِالرَّحْمَةِ وَعَفاَ عَنْهُمْ وَغَفَرَ لَهُمْ إِلاَّ أَرْبَعَةَ نَفَرٍ , قاَلُوْا مَنْ هَؤُلاَءِ الأَرْبَعَة ؟ قاَلَ مُدَمِنُ الخَمْرِ وَعاَقُ الواَلِدَيْنِ وَقاَطِعُ الرَّحْمِ وَالمَشاَحِنُ , يَعْنِى المُصاَرِمُ وَهُوَ الَّذِى لاَيُكَلِّمُ أَخاَهُ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيّاَمٍImam Ar-Rozi berkata ; Apabila fajar telah terbit di malam qodar, maka malaikat Jibril berkata (jumpa pers) Jibril Wahai para malaikat, kumpul kemari dan kumpul kemari.., Para malaikat Ya Jibril apa yang Allah perbuat untuk kaum muslimin di malam ini dari ummat Nabi Muhammad SAW ?

Jibril Sesungguhnya Allah memandang kepada mereka dengan penuh kasih sayang, Allah memaafkan serta ngampuni dosa-dosa mereka, kecuali empat kelompok. Para malaikat Siapa empat kelompok itu ? Jibril Pertama, orang yang membiasakan diri minum arak, mabuk-mabukan. Kedua, Orang yang durhaka kepada orang tua. Ketiga, orang yang memutus silaturrahmi. Keempat, orang yang bertengkar, yaitu pertengkaran dengan sesama yang belum damai dalam jangka waktu tiga hari.

Sumber :


SAYYIDAH NAFISAH RA , MUTIARANYA AHLI ZUHUD & IBADAH, WANITA KEBANGGAN BANI HASYIM – Seri Kehidupan Keluarga Nabi Muhammad SAW

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.........

Bismillahirrahmanirrahim.......

Alhamdulillah...Segala puja dan puji marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana hingga detik ini kita masih diberikan oleh-Nya berbagai macam nikmat, baik itu nikmat Iman, nikmat Islam dan juga nikmat sehat wal afiat sehingga pada saat ini kita masih mampu beraktifitas didalam kehidupan  sehari-hari. Semoga dengan adanya nikmat-nikmat ini akan selalu membuat kehidupan kita menjadi berkah, amin... Sholawat dan salam marilah senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Kecintaan kita, Manusia Yang Agung, Penutup Para Nabi & Rasul, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW beserta para keluarganya, para Sahabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman, dan semoga kita semua akan senantiasa mendapatkan syafaat dari beliau dihari kiamat nanti. Amin Ya Robbal Alamin......

Saudara-saudariku yang berbahagia yang berada dalam ruang lingkup dunia maya....

Untuk kesekian kalinya, kami akan mencoba menuliskan  kembali tentang Seri Kehidupan Keluarga Besar Nabi Muhammad SAW. Menulis tentang sejarah dan juga perjuangan mereka sangatlah mengesankan, kami sendiri merasakan hal ini, kehidupan Ahlul Bait adalah kehidupan yang penuh dengan cobaan dan perjuangan, namun demikian semua perjuangan dan cobaan itu justru telah  menjadikan mereka menjadi manusia-manusia terbaik sepanjang zaman.

Untuk kesempatan kali ini kami akan mengangkat sejarah tentang seorang wanita keturunan Ahlul Bait yang jarang diketahui masyarakat Islam pada umumnya, padahal menurut kami tokoh yang kami angkat ini tidak kalah besarnya dengan nama-nama tokoh Ahlul Bait lainnya. Beliau adalah Sayyidah Nafisah RA, seorang wanita yang kelak terkenal akan kezuhudan dan ibadahnya.

Sudah berapa kali kami membaca biografi beliau, dan setiap membaca biografi beliau kami merasa kagum dengan semangat perjuangan,  ibadah dan juga kealiman seorang Sayyidah Nafisah ini. Selama ini mungkin sebagian dari kita hanya mengenal beberapa wanita yang terkenal akan kealiman dan kecerdasan pada masa-masa terdahulu seperti Sayyidah Khadijah Al Kubro, Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq, Sayyidah Hafsah binti Umar bin Khattab, Sayyidah Fatimah binti Rasulullah SAW,  Sayyidah Zaenab binti Ali bin Abi Thalib, Sukainah binti Al Husain, Rabiatul Adawiyah, dll. Namun ternyata dibalik nama-nama tersebut, ada satu nama yang tidak kalah menakjubkan dari mereka yang telah kami sebutkan itu, beliau adalah Sayyidah Nafisah. Harus diakui memang untuk mencari tulisan tentang Sayyidah Nafisah ini gampang-gampang susah, namun berkat izin Allah akhirnya sayapun memperoleh referensi tentang beliau yang mudah-mudahan sedikit banyak bisa membantu kita mengenal wanita ahli ibadah ini.

Siapakah beliau ini?

Beliau lahir pada haru Rabu tanggal 11 Rabiul Awal 145 H di Makkah. Beliau adalah salah satu keturunan Rasulullah SAW dari keturunan Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Adapun Nasab Sayyidah Nafisah adalah sebagai berikut :

Nasab Ayah beliau : Sayyidah Nafisah binti Al Hasan bin Zaid bin Al Hasan bin Ali Bin Abi Thalib

Sedangkan ibu beliau adalah Ummu Walad. Seorang wanita yang shalehah  dan sangat terkenal dan dihormati di Madinah, kedudukannya yang tadinya kurang dihormati karena faktor status sosialnya menjadi terangkat setelah dinikahi oleh Al Hasan Al Anwar bin Zaid bin Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Begitulah cara Ahlul Bait mengangkat derajat seorang wanita. Dapat dikatakan bahwa Ahlul bait dan beberapa sahabat pelopor dalam memusnahkan superiotas sikap bangsa Arab yang sering menganggap rendah para budak. Padahal kedudukan manusia dimata Allah sama sederajat.

Ayah Nafisah, Hasan Al Anwar bin Zaid (Abu Muhammad) adalah sesepuh Bani Hasyim pada zamannya. Termasuk golongan Tabi’in dan ulama cerdas dan mulia. Bani Hasyim menjadikan ayah Sayyidah Nafisah sebagai rujukan setiap permasalahan mereka. Hal tersebut dikarenakan ilmu, kecerdasan, kewibawaan dan sikap wara’ Al Hasan bin Zaid.

Ayah Sayyidah Nafisah adalah Walikota pada masa pemerintahan Al Manshur dari Dinasti Abbasiah selama lima tahun. Pada waktu itu ayahnya termasuk golongan terbaik penduduk Madinah. Sayyidah Nafisah turut menjadi saksi hari-hari kepemimpinana ayahnya di Madinah.

KEHIDUPAN MULIA DI RUMAH MULIA

Sayyidah Nafisah  hidup dilingkungan Kenabian. Setelah dilahirkan di Makkah Al Mukaramah, ia tinggal dalam nuansa keagungan dan kemuliaan. Bersama orangtua, ia pindah dalam nuansa keagungan dan kemuliaan. Bersama dengan orangtuanya, ia pindah ke Madiha Al Munawarah. Pada saat itu, ia berumur lima tahun.

Sejak awal, Sayyidah Nafisah selalu disibukkan dengan mempelajari ilmu-ilmu keagamaan. Sayyidah Nafisah memiliki posisi seperti gadis-gadis lain di Madinah. Ia pergi ke masjid kakeknya bersama sekelompok gadis-gadis Madinah untuk mempelajari Hadist dan Fiqih. Diantara ulama yang mengajar  di Masjid Nabawi saat itu adalah Imam Malik. Sayyidah Nafisah termasuk  murid yang hebat dan telah berhasil membaca Kitab Al Muwathta’ dihadapan Imam Malik.

PERNIKAHAN YANG PENUH BERKAH

Sudah saatnya bagi Sayyidah Nafisah mendapatkan pendamping seorang pemuda dari Ahlul Bait yang menjadi dambaannya. Para Pemuda berusaha memikat Sayyidah Nafisah sebagaimana lebah  yang mengerumuni  bunga yang sedang mekar dan murni. Orang Quraisy dan Ahlul Bait semuanya memiliki nasab. Harta dan kemuliaan yang setara dengan kemuliaan Sayyidah Nafisah.

Hati mereka sama, yaitu ingin memiliki pendamping dari keturunan Keluarga Nabi, sebabnya Sayyidah Nafisah  memiliki Keimanan, kebaikan, ketakwaan, keilmuwan dan rajin ibadah. Tentang kecantikan Sayyidah Nafisah, buku-buku sejarah menceritakan bahwa  ia seorang wanita yang anggun, cantik, mulia dan sempurna.

Ketika datang seorang yang mempunyai kemuliaan, harta atau nasab yang baik, ayahnya selalu menolaknya dengan halus, hingga datang Al Imam Ishaq Al Mu’tamin bin Imam Jakfar As-Shodiq.

Diceritakan bahwa rumah Imam Ishaq sangat dekat dengan rumah Sayyidah Nafisah, seperti kedekatan hati mereka. Rumah orangtua ayah Sayyidah Nafisah berhadap-hadapan dengan rumah Imam Jakfar As-Shodiq. Al Imam Ishaq meminang Sayyidah Nafisah kepada ayahnya dan Sayyidah Nafisah tidak memberikan jawaban apapun karena hanya bisa diam membisu. Hal itu mungkin karena Sayyidah Nafisah melakukan sholat istikhoroh, atau memang  ia menginginkan Imam Ishaq dari awal.

Ayah Sayyidah Nafisah kemudian menerima pinangannya, akada dan pesta pernikahan pun segera dilaksanakan dan dihadiri seluruh keluarga Ahlul Bait dan undangan para pembesar Suku Quraish.

Pernikahan ini dilaksanakan pada tahun 161 Hijriah dikediaman Imam Jakfar As-Shodiq. Yaitu sebuah rumah yang didalamnya terdapat sumber mata air yang mengalir yang diperuntukkan untuk siapa saja yang mau mengambilnya sebagai shodaqoh bagi Imam untuk orang banyak.

Pernikahan Imam Ishaq  dan Sayyidah Nafisah telah mengumpulkan dua keluarga yang mengumpulkan dua keluarga yang memiliki kesucian dan kemuliaan. Imam Ishaq adalah keturunan Sayyidina Husein, sedangkan Sayyidah Nafisah adalah keturunan dari Sayyidina Hasan. Karena Imam Ishaq adalah putra Imam Jakfar As-Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Al Husain bin Ali bin Abi Thalib. Jadi Imam Ishaq yang mendapat gelar Al Mu’tamin  adalah keturunan Al Husain. Imam Ishaq dilahirkan di Aridh, nama sebuah lembah di Madinah. Beliau seorang ahli ibadah, ahli hadist, sholeh, bertakwa dan ahli dalam bidang agama dan seorang mujtahid. Imam Ishaq bin Jakfar Ash-Shodiq adalah salah satu perawi hadist.

Imam Ibnu Kasib setiap meriwayatkan sebuah hadist atau riwayat selalu menerangkan “ Aku menerima hadist ini dari orang terpercaya, yaitu Ishaq bin Jakfar....”. Selain Ibnu Kasib dan Ibnu Uyainah, terdapat jamaah lain yang meriwayatkan hadist melalui Imam Ishaq bin Jakfar yaitu Bakr bin Muhammad Al Azdy, Ya’qub bin Jakfar Al Ja’fari, Abdullah bin Ibrahim Al Ja’fari dan Al Wasya.

Dari pernikahan antara  Sayyidah Nafisah dengan Imam Ishaq lahirlah seorang putra yang bernama Al Qosim dan putri yang bernama Ummu Kultsum.

PERJALANAN SAYYIDAH NAFISAH KE MESIR

Dalah sejarahnya Sayyidah Nafisah dilahirkan di Mekkah Al Mukaromah, kemudian pindah ke Madinah Al Munawaroh mengikuti ayahnya. Beliau menetap di Madinah sampai ayahnya dipenjara oleh Al Manshur sejak tahun 156 Hijriah sampai 159 Hijriah. Ayahnya kemudian dibebaskan oleh Al Mahdi pengganti Al Manshur. Tidak hanya itu, oleh Khalifah Al Mahdi, nama baik ayah Sayyidah Nafisah ni diperbaiki dan seluruh hartanya yang pernah disita dikembalikan kepada ayahnya.

Sayyidah Nafisah menetap di Madinah dengan tenang dan damai, sampai ia menikah dengan Imam Ishaq Al Mu’taman bin Imam Jakfar As-Shodiq.
Suatu hari Sayidah Nafisah berhasrat dan rindu ingin mengunjungi makam Nabi Ibrahim AS. Maka iapun berkunjung ke Makam Nabi Ibrahim AS dan makam-makam lain, diantaranya adalah makam Sayyidah Zaenab binti Ali bin Abi Thalib dan makam bibinya Sayyidah Fatimah binti AL Hasan serta neneknya Sayyidah Fatimah Azzahra.

Kunjungan-kunjungan Sayyidah Nafisah, berakhir di Damaskus. Orang-orang Damaskus menyambut Sayyidah Nafisah dengan sambutan yang mulia, khususnya para ulama. Di antara mereka terdapat Abu Salman Ad- Darani, seorang ulama yang zuhud dan Sholeh.

Setelah Sayyidah Nafisah selesai di damaskus, beliau kemudian melanjutkan perjalanannya ke Mesir dan sampai disana  pada tanggal 26 Ramadhan 193 Hijriah. Kala itu Mesir  dibawah kekuasaan AL Hasan bin AL Bahbah, Wali Mesir pada Khalifah Ar-Rasyid.

Penduduk Mesir sangat mencintai Ahlul bait, sehingga ketika mendengar tentang kedatangan Sayyidah Nafisah yang terkenal wara dan bertakwah, pada pria dan wanita menyambut di luar kota Mesir sambil bertahlil dan bertakbir hingga memasuki wilayah Mesir.

Ketika Sayyidah Nafisah memasuki Mesir, beliau menuju rumah seorang pedagang besar bernama Jamaluddin Abdullah Al Jashash. Ia adalah orang yang sholeh dan terkenal sebagai seorang yang baik dan dapati dipercaya. Dan Jamaluddin termasuk golongan yang menyukai orang-orang yang sholeh, berilmu dan mulia. Sayyidah Nafisah singgah di tempatnya selama beberapa bulan, kemudian pindah kerumah hadiah dari seorang wanita yang bernama Ummu Hani’. Rumah tersebut sangat luas, Sayyidah Nafisah beristirahat disana dan menyambut tamu-tamunya, orang-orang yang mencintainya dan para ulama.

BEBERAPA PENDAPAT ULAMA BESAR MENGENAI SAYYIDAH NAFISAH

Adzahabi : Nafisah, seorang putri yang salehah dan mulia. Putri Amirul Mukminin Al Hasan bin Zaid bin As-Sayyid, cucu Rasulullah SAW Al Hasan bin Ali KWA yang luhur lagi mulia. Pelaku peristiwa agung di Mesir dan Kairo. Nafisah seorang wanita yang ahli ibadah.

Dalam kitab Al Wafayat, Ibnu Khalkan mengatakan Nafisa adalah seorang yang salehah dan bertakwa.

Ibnu Al’Imat mengatakan : “seorang yang mulia, pemilik biografi yang agung, Nafisah binti Al Hasan, pemilik pemandangan indah, besar dan mengagumkan di Mesir. Dan ia termasuk wanita yang shalehah.

Pemilik Kitab Ar-Raudhah Al Faiha’ mengatakan : “Nafisah binti AL Hasan adalah seorang salehah, ahli ibadah dan taat. Dan ia memiliki Karomah yang nyata dan rahasia yang banyak.

Dalam Kitab A’lam An-Nisaa, pengarangnya mengatakan : “Nafisah binti Al Hasan termasuk seorang selalu beribadah, salehah, zuhud, beribadah, salehah dan wara.

GELAR-GELAR SAYYIDAH NAFISAH

Nafisah Al Ilmi : Gelar ini diberikan karena kealiman, pengetahuan, kecerdasannnya dalam melakukan hukum istinbath hukum dan kepiwaiannya dalam mengambil manfaat ilmu. Kecerdasan Sayyidah Nafisah  memang sudah nampak sejak masih kanak-kanak.Ia belajar membaca dan menulis ketika berumur tujuh tahun. Dan ia mampu menghafal Al Qur’an secara sempurna pada usia yang relatif masih muda. Orang-orang banyak yang mengunjungi beliau untuk mendengarkan fatwa-fatwanya tentang Sirah An-Nabawi (Sejarah Nabi Muhammad SAW).

Nafisah Al Abidah : Gelar ini diberikan karena ketekunan Sayyidah Nafisah dalam beribadah dan ketakwaannya kepada Allah. Sayyidah Nafisah termasuk wanita yang rajin berpuasa, menetap di Masjid (I’tikaf), beribadah, salehah dan taat kepada Allah. Ia Berpuasa pada siang hari dan beribadah pada malam hari. Ia melaksanakan ibadah haji lebih dari 30 kali, dan dilakukannya dengan berjalan kaki. Ia sering memegang teguh kain penutup ka’bah, berdoa dan khusyu’ dalam beribadah.

PERNYATAAN PERNYATAAN PENUH BERKAH DARI SAYYIDAH NAFISAH
  • Kami keluarga Nabi, lebih berhak melakukan ibadah melebihi ibadah orang lain. Hal ini karena Al Qur’an diturunkan kepada kakek kami, Sayyidina Muhammad SAW.
  • Celakalah orang durhaka kepada Tuhannya, mengingkari perintah-lupa mengingat-Nya dan mengikuti hawa nafsunya.
  • Ketaatan adalah inti keimanan, ibadah sebagai jasadnya, zuhud sebagai pakaiannya, kejujuran sebagai hujjahnya, ikhlas sebagai kebahagiannya dan memaafkan orang yang berbuat keburukan lebih baik dan lebih bagus bagi orang mukmin. Hal ini sebagaimana Firman Allah : Dan Pemberian Maafmu itu, lebih dekat kepada Takwa (Al Baqarah : 237)
KAROMAH SAYYIDAH NAFISAH

Karomah atau dalam bahasa kita “Keramat” adalah kejadian luar biasa yang diberikan Allah khusus bagi hambanya yang bertakwa dan shaleh yang dalam istilah Al Qur’an diberikan untuk nama para Wali Allah. Keramat ini biasanya  datangnya tidak pernah diidam-idamkan sebelumnya. Bahkan para Wali sangat takut sekali jika terjadi Keramat/Kejadian luar biasa pada dirinya. Karena mereka takut jika hal ini menyebabkan takjub terhadap dirinya sebagai hamba yang diberi kemuliaan oleh Allah. Oleh karena itu biasanya para Wali jika terjadi suatu Keramat pada dirinya akan makin bertambah khawatir terhadap dirinya, kalau-kalau dia merasa takjub sehingga menyebabkan tergelincir hatinya. Mereka akan semakin bertambah tawadhu dan penuh kekhusyukan seolah-olah mereka sedang berhadapan dengan Allah SWT.

Umumnya keramat itu terjadi sewaktu-waktu dalam keadaan tertentu. Sebagian Keramat itu ada yang terjadi dalam waktu terbatas disaat itu saja. Namun sebagian lagi ada yang berkepanjangan yang dapat disaksikan orang sampai beberapa generasi. Namun yang paling banyak terjadi hanya terbatas pada waktu tertentu saja. Yang mana kejadian itu akan menunjukkan kekuasaan Allah yang diberikan kepada hambanya yang disukai. Ini berbeda dengan dengan kelebihan yang diberikan kepada hambanya yang tidak bertakwa dan tidak sholih, termasuk juga sebagian hambaNYA yang kafir dan membangkang terhadap agamaNYA. Kelebihan dan keunggulan yang terjadi dinamakan ISTIDRAJ. Kelebihan ini sengaja diberikan oleh Allah kepada mereka agar mereka bertambah jauh dari Allah dan tambah bermaksiat KepadaNYA, sampai pada batas dan waktu yang ditentukan. Umumnya mereka ini berakhir dengan akibat yang buruk, misalnya Firaun. Mengenai Istidrja di dalam Al Qur’an bisa dilihat pada ayat Al A’raf  182 -183, Al Qalam ayat 44, Ali Imran 178, Al Qoshosh ayat 39 – 40. Para Sahabat Nabi, Tabi Tabiin dan beberapa ulama besar bahkan bahkan pernah mengalami yang namanya keramat ini.

Sayyidah Nafisah dalam biografi hidupnya banyak sekali memiliki kekeramatan, dan bagi kami ini ini adalah yang tidak mustahil, apalagi beliau adalah orang yang dekat dengan Allah SWT. Bicara logika tentu  sangat sulit untuk “sampai” kepada “ujungnya” kalau ingin memahami sebuah Keramat/Karomah, diperlukan sebuah kearifan serta kajian yang mendalam untuk memahami hal yang satu ini. Kami sendiri orang yang sangat rasional, namun jika sudah bertemu hal-hal yang tidak bisa dijangkau dengan logika, maka yang bicara adalah hati dan iman kami, dan semua kami sandarkan kepada Allah SWT.

Adapun Karomah-karomah dari Sayyidah Nafisah adalah sebagai berikut :
  • Ada seorang putri dari ibu seorang Yahudi yang lumpuh, suatu saat ibu dan anaknya yang lumpuh tersebut mendatangi Sayyidah Nafisah. Suatu saat ibu wanita lumpuh tersebut ingin ke kamar mandi umum, ibu tersebut menitipkan putrinya yang lumpuh kepada Sayyidah Nafisah. Kebetulan pada  saat dititipkan,  Sayyidah Nafisah sedang melakukan wudhu dan secara kebetulan air wudhu itu mengalir ketempat putri Yahudi tersebut. Disaat itu Allah memberikan ilham  untuk mengusapkan bekas air wudhu itu kepada kedua kakinya yang lumpuh. Dengan izin Allah putri Yahudi itu dapat berdiri dan berjalan seolah-olah seperti tidak pernah sakit sedikitpun. Kejadian itu sedikitpun tidak diketahui Sayyidah Nafisah, karena beliau sedang sibuk dengan Shalatnya. Tidak lama putri Yahudi bertemu dengan ibunya, tentu saja ibunya sangat terkejut, dan setelah diceritakan oleh anaknya, sang ibu berkata “Demi Allah, agama Sayyidah Nafisah agama yang benar, sedang agama kita adalah agama yang salah”. Kemudian mereka berdua menemui Sayyidah Nafisah sambil menangis, dan ibu yahudi tersebut menciumi kaki Sayyidah Nafisah untuk menyatakan terima kasihnya. Kemudian mereka menyatakan masuk Islam. Melihat kejadian itu Sayyidah Nafisah mengangkat kedua tangannya untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah yang telah melimpahkan rahmatNYA. Demikian pula suami dari ibu Yahudi tersebut, begitu dia mengetahui anaknya sembuh, dengan berlari dia menemui Sayyidah Nafisah, sampai didepan pintu rumah Sayyidah Nafisah  ia segera berteriak dan menyatakan dirinya masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat. Berita masuk Islamnya Keluarga Yahudi dengan cepat menyebar kemana-mana sehingga banyak tetangga beliau yang masuk Islam.
  • Diriwayatkan ada seorang laki-laki muslim yang menikah dengan seorang wanita Nasrani, kedua pasangan itu dikarunia seorang putra, si ibu sangat mencintai anaknya. Suatu saat anak si ibu ke sebuah negeri dan di negeri itu ia tertawa oleh musuh, si ibu mendengar anaknya tertawan hampir menjadi stress, setiap hari ia hanya bisa menangis  saja memikirkan anaknya itu. Setiap hari dia tidak keluar keluar dari biaranya hanya untuk memohon  kepada Tuhan agar putranya dibebaskan. Walaupun ia telah lama memohon tapi nampaknya  belum juga dikabulkan. Hingga suatu saat itu berkata kepada suaminya, “Aku mendengar bahwa dikalangan Kaum Muslmn ada seorang yang bernama Sayyidah Nafisah binti Hasan, pergilah kamu menemui ia dan mendoakan anak kita, jika anak kita sampai dibebaskan maka aku akan masuk Islam dihadapan beliau. Sang suami segera menemui Sayyidah Nafisah  dan menceritakan padanya semua kejadian yang dialami keluarganya. Dengan senang hati Sayyidah Nafisah berdoa sebagaimana yang diminta oleh lelaki itu. Sekembalinya lelaki itu, dia kemudian menceritakan kepada istrinya. Dimalam harinya rumah Sang wanita Nasrani itu diketuk orang, waktu pintunya dibuka, si ibu terperanjat ,melihat putranya yang ditawan musuh telah berada dihadapannya. Ia merangkul sambil bertanya: “Bagaimanakah kamu dapat bebas?” Jawab sang putra “aku tidak merasa sesuatu kecuali ada tangan yang menyentuh rantai belenggu yang mengikat tanganku sambil berkata: “lepaskan belenggu itu karena Sayyidah Nafisah bintil Hasan berkenan memberikan pertilangan padanya”.”Tiba-tiba aku telah berada didepan pintu ini. Akhirnya wanita Nasrani itu masuk Islam dengan senang hati.
  • Dimasa hidup Sayyidah Nafisah, ada seorang penguasa Mesir yang terkenal Kezalimannya. Penguasa Mesir itu pernah memanggil orang untuk disiksa. Lelaki itu pergi ketempat Sayyidah Nafisah mengadukan keadaan dirinya dan mohon perlindungan dari beliau. Sayyidah Nafisah kemudian berdoa, setelah berdoa beliau berkata : “Pergilah semoga orang yang akan berlaku zalim terhadapmu tidak melihat”. Lelaki itu segera digiring kedepan penguasa yang zalim itu. Anehnya si penguasa tidak dapat melihat lelaki yang berdiri dihadapannya. Ia bertanya pada para pengawalnya yang berada disampingnya: “dimanakah si fulan yang kupanggil tadi ?” Jawab para pengawal: “Si Fulan telah berada dihadapan paduka”. Jawab penguasa: “Demi Allah sedikitpun aku tidak melihatnya”. Jawa si Pengawal: “Lelaki itu baru saja minta doa dari Sayyidah Nafisah”. Mendengar keterangan sanga pengawal, si penguasa Zalim itu mulai sadar akan kezalimannya. Lelaki itu segera dibebaskan dan diberi pakaian dan uang. Kemudian penguasa tersebut mengirim uang seratus ribu dirham kepada Sayyidah Nafisah, karena merasa telah diberi peringatan untuk bertaubat. Oleh Sayyidah Nafisah uang 100 ribu dirham  itu habis dibagi bagikan kepada kaum fakir miskin seketika itu, sampai pelayan beliau berkata:”Hai Tuanku, sisakan sedikit uang itu untuk membeli  sarapan”. Jawab beliau: “juallah kain ini untuk membeli sarapan”. Pelayan itu menjual kain beliau di pasar. Dan uangnya digunakan untuk membeli sarapan tanpa mengambil uang sepeserpun dari pemberian dari penguasa tersebut. 
  • Ada seorang janda miskin yang menanggung empat orang putri. Mereka hidup dari hasil menenun kain. Setiap minggunya mereka menghasilkan satu kain. Jika kain tenun itu sudah selesai maka ibunya menjual di pasar. Hasil  penjualannya itu separuh dibuat membeli bahan tenunan selama seminggu. Pada suatu hari Jumat ketika sang ibu akan menjual kain tenunnya di pasar, ditengah jalan kain tenun yang dibungkus itu disambar oleh burung buas dan dibawah terbang. Melihat kejadian itu sang ibu jatuh pingsan. Setelah siuman ia duduk menangis tersedu-sedu memikirkan nasib keempat putrinya yang menunggu hasil penjualan kain tenun. Banyak orang yang mengerumuni wanita yang malang itu. Setelah ditanya tentang sebabnya, ia mengisahkan panjang lebar apa yang baru dialaminya. Orang-orang yang berkerumun itu menganjurkan agar ia mengadukan apa yang baru dialaminya pada Sayyidah Nafisah agar beliau mendoakan. Wanita itu segera menemui  Sayyidah Nafisah, mendengar keluh kesah wanita yang malang itu,  Sayyidah Nafisah segera berdoa memohon pertolongan pada Allah agar wanita tersebut diberikan pertolongan dan diberikan ganti rugi. Kemudian Sayyidah Nafisah menganjurkan wanita itu untuk beristirahat dirumahnya agar tidak terlalu susah. Dengan pertolongan Allah datanglah sekelompok orang  kerumah Sayyidah Nafisah untuk menemui beliau, kata mereka: “Sebenarnya baru saja kami datang berlayar, waktu kami mendekati negeri tuan, tiba-tiba perahu kami bocor kemasukan air, hampir saja kami tenggelam. Berbagai usaha kami kerjakan untuk menutup kebocoran itu namun tidak dapat. Hingga kami putus as. Disaat itulah ada seekor burung menjatuhkan sepotong kain yang tidak dapat kami pakai untuk menutupi kebocoran itu. Kini kami datang dengan membawa uang 500 ratus dinar sebagai tanda syukur kam ata keselamatan kami”. Mendengar kesungguhan Jamaah itu Sayyidah Nafisah mengangkat tangannya memuji kepada Allah sambil menangis atas belas kasih Allah kepada hambaNYA yang sedang ditimpa kemalangan. Kemudian beliau bertanya kepada wanita yang malang tadi:” Berapakah harga kain tenun itu?” jawab wanita yang malang itu: “Aku biasa menjualnya dengan harga dua puluh dirham”. Akhirnya uang sebanyak 500 dinar itu diberikan semua oleh Sayyidah Nafisah. Wanita yang malang itu menerima dengan diringi tangis karena gembira. Ia segera pulang memberitahukan kepada putri-putrinya apa yang dialaminya pada hari itu. Keempat putri wanita segera meninggalkan pekerjaannya untuk berkhidmat kepada Sayyidah Nafisah. 
  • Imam Al Manawi berkata : “Sayyidah Nafisah sejak kecil hampir semua waktunya dihabiskan untuk beribadah dan hidup sederhana. Pada malam hari selalu sibuk sholat tahajud dan berzikir. Sedang di siang hari kebanyakan beliau berpuasa. Dimasa hidupnya beliau telah menggali lubang bekal kuburnya dirumahnya sendiri. Beliau sering Sholat dan membaca Al Qur’an dalam lubang bakal kuburnya itu. Selama hidupnya beliau pernah mengkhatamkan 6000 pembacaan Al Qur’an.Beliau menghadapi detik-detik kematiannya dengan berpuasa. Waktu akan menjelang kematiannya banyak orang menganjurkan agar beliau berbuka. Jawab beliau:” telah tiga puluh tahun aku minta kepada Allah agar aku dimatikan dalam keadaan berpuasa, bagaimana mungkin aku akan meninggalkan puasaku diakhir hayatku seperti ini?” kemudian beliau membaca surat Al An’am hingga menghembuskan nafasnya yang terakhir. 

MENINGGAL DUNIA

Dihari kematiannya, semua penduduk kota Cairo dan sekitarnya pada berdatangan untuk menghadiri jenazahnya. Hampir di semua rumah terdengar suara orang menangis. Diriwayatkan bahwa ketika suami beliau akan memindahkan jenazahnya dari Mesir untuk dimakamkan dipemakaman Baqi’ Madinah, semua penduduk Mesir memintanya dengan baik agar jenazah Sayyidah Nafisah tidak dipindahkan dari Mesir. Namun suami beliau tetap ngotot untuk melaksanakan niatnya itu. Pada malam harinya suami beliau bermimpi melihat Rasulullah SAW berkata : “Wahai Ishaq, jangan engkau halangi kecintaan penduduk Mesir terhadap Sayyidah Nafisah, karena Allah menurunkan RahmatNya kepada mereka berkat Sayyidah Nafisah”.
Sayyidah Nafisah meninggal dunia tahun 208 Hijriah, selang empat tahun dari meninggalnya Al Imam Syafi’i. Sebaik-baik penutup dari sejarah kehidupan Sayyidah Nafisah adalah doa yang selalu diucapkannya .

Sayyidah Nafisah selalu berdoa :

Ya Allah, aku berlindung Kepada Mu dari kata-kata yang buruk, pekerjaan yang buruk, maksud yang buruk dan tetangga yang buruk.......
Ya Allah, jangan Engkau lelahkan kepadaku, jiwaku, hingga aku lemah dan tidak pula kepada seorang pun dari Makhluk MU, hingga aku menyia-nyiakan.......
Ya Allah berikanlah kepadaku Ilham petunjuk, baguskanlah bagian untukku, ampunilah kesalahanku, jauhkanlah keburukan dan tipu daya setan dariku, jauhkanlah darinya (Setan)......
Wahai Dzat Yang Maha Pengasih hingga tidak ada (apapun selain engkau) yang menguasaiku, 
Amin Wahai Dzat  yang menguasai Alam...

Sumber :

Al Hasyimi, Syaikh Abdul Mun’im, Anak Cucu Nabi, Jakarta : Penerbit Al Kautsar, 2009, hlm 477 – 491.
Al Husaini, HMH Al Hamid, Sejarah Imam Jakfar Shodiq Ra, Semarang; Penerbit Toha Putra, 1985, hlm 148 -149.
Muhdar, Yunus Ali, Kumpulan Kisah Keramat Para Wali (Alih Bahasa dari Kitab Jami’ Karomatul Aulia yang disusun oleh Syekh Yusuf Nabhani), semarang : Penerbit Toha  Putra, 2000, hlm 343 – 347.

BENARKAH WALISONGO TIDAK PUNYA KETURUNAN? (Menjawab Kerisauan Keluarga Besar Azmatkhan Al Husaini)

TULISAN INI PERNAH KAMI BUAT DI BLOG KAMI YANG TERDAHULU......

Tulisan ini kami munculkan untuk menjawab kerisauan para keturunan Walisongo yang selama ini mungkin ada beberapa yang mendapatkan perlakuan yang tidak etis terhadap keberadaan mereka yang merupakan keturunan Walisongo atau Keturunan dari keluarga besar Azmatkhan Al Husaini...

Inilah tulisan kami yang dua tahun lalu pernah kami tulis.......
Judul ini lagi-lagi harus kami angkat, karena sampai sekarang masih banyak pendapat yang mengatakan kalau walisongo tidak punya keturunan, dan pendapat itu masih sangat marak, khususnya mereka-mereka yang beranggapan jika Alawiyyin itu hanya berasal dari masa-masa abad ke 18 /sd 20.
Pendapat ini sering sekali kami dapati, dan anehnya seringsekali disebar luaskan oleh mereka-mereka yang kurang pemahamannya akan sejarah dan nasab Walisongo. Padahal Walisongo adalah merupakan Alawiyyin tulen yang menjadi pelopor gerakan Dakwah dalam bentuk Majelis (Organisasi) di Nusantara ini. Jelas jika sebuah Majelis atau Organisasi itu muncul, itu menandakan jika gerakan Dakwah ini dilakukan dengan cara yang telah terukur dan sistematis. Artinya masa Walisongo penyebaran Islamnya sudah dilakukan dengan cara-cara profesional dan tentu semua itu meniru dari caranya Rasulullah Shollahu ‘Alaihi Wassallam.

Adanya pendapat kalau Walisongo itu tidak punya keturunan, merupakan sebuah hal yang lucu dan aneh serta tidak sesuai dengan fakta dilapangan yang ada, karena bagaimana bisa, dari sekian ribu keluarga besar walisongo, dikatakan tidak satupun memiliki keturunan. Wah bagaimana pula status nasab-nasab para ulama besar yang ada di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku yang nasabnya banyak yang bersambung dengan Walisongo atau Azmatkhan itu? Padahal berdasarkan catatan nasab yang sudah dihimpun oleh keluarga besar Keturunan Sunan Kudus, keturunan dari Walisongo itu jumlahnya puluhan ribu, itu saja yang baru didata, belum lagi ribuan keturunan lain yang masih bertebaran di seantero Nusantara yang belum melaporkan nasabnya.

Alasan-alasan yang sering diangkat oleh beberapa orang tersebut bahwa pencatatan nasab walisongo tidak ada, karena walisongo tidak mewariskan pencatatan nasab, apalagi dengan jarak yang sudah 600 tahun  sampai dengan pada masa yang sekarang. Pendapat ini bahkan sering mereka perkuat dengan mengatakan bahwa dibeberapa lembaga nasab di negeri ini tidak ada catatan nasab dari keturunan Walisongo.

Benarkah demikian? Tidak adanya catatan nasab di beberapa lembaga nasab tersebut bukan berarti nasab keturunan walisongo itu tidak ada. Bukankah lembaga nasab yang ada di negeri ini baru terbentuk tahun 1928? Sedangkan pencatatan nasab walisongo sudah dimulai sejak masa Sayyid Abdul Malik Azmatkhan (tahun 1200an) kemudian juga mencapai puncaknya pada masa Sunan Kudus Azmatkhan (tahun 1400an). Dan perlu kita ketahui bahwa pencatatan nasab keluarga besar Walisongo lebih banyak dilakukan oleh keluarga masing-masing. Lagipula untuk bisa meneruskan sebuah pencatatan nasab dalam sebuah kitab nasab, itu jelas masing-masing fihak harus memiliki sanad ilmu nasab. Lembaga nasab yang tidak ada data nasab walisongo, itu bisa saja terjadi, karena mereka memang tidak punya sanad ilmu nasab yang sampai kepada keluarga besar Walisongo. Jadi wajar saja. Jadi sebenarnya hal seperti ini kita maklumi saja. Lagipula hubungan antara keturunan Walisongo dan lembaga tersebut juga tidak ada masalah. Semua baik-baik saja kok..

Dan memang dalam hal pencatatan nasab, itu jelas harus dilakukan oleh orang yang memiliki sanad. Pencatatan yang saya maksudkan ini bukan sekedar pencatatan, namun orang yang melakukan pencatatan itu  juga harus merupakan seorang ulama yang menekuni bidang ilmu nasab. Kalau hanya sekedar mencatat semua orang juga bisa. Kalau hanya belajar secara otodidak semua orang juga bisa, namun untuk masalah SANAD, jelas itu harus diperoleh dari orang-orang yang mempunyai sanad ilmu nasab. Nilai sanad itu sama seperti sebuah kunci. Sebuah Gudang tidak akan bisa dibuka jika tidak ada kuncinya. Nilai sanad dalam sebuah ilmu jelas sangat mutlak dibutuhkan. Beberapa ulama pada masa lalu sampai harus berkorban kesana kemari hanya ingin memperoleh sanad dari beberapa ulama. Walisongo itu semuanya mempunyai sanad dalam berbagai ilmu, apalagi pencatatan dalam bidang ilmu nasab. Jadi kalau dikatakan walisongo tidak mempunyai keturunan itu aneh dan mengada-ada, padahal setiap keturunan Walisongo mempunyai catatan nasab dimasing-masing keluarga.

Coba anda bayangkan, Walisongo adalah orang-orang yang terdiri dari kaum terpelajar dan ilmuwan, apakah mungkin mereka tidak meninggalkan generasi-generasi yang menjaga ilmu pengetahuan termasuk pencatatan-pencatatan dalam bidang ilmu nasab. Apakah tidak aneh, generasi cerdas meninggalkan keturunan generasi bodoh? Apakah mungkin Walisongo yang keluarga dan leluhurnya sangat menjaga nasab, tidak mewariskan hal ini kepada anak cucunya? Tidak mungkin! Dan saya juga tidak mengada-ngada, buktinya..... kalau anda mau meneliti nasab-nasab ulama besar di Nusantara ini banyak dari mereka yang ternyata nasabnya bersambung dengan Walisongo dan Azmatkhan. Kyai-kyai yang mempunyai pondok pesantren besar, baik itu di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Banten, banyak nasabnya kembali kepada Azmatkhan atau Walisongo. Tokoh-tokoh ulama besar Nusantara dan juga tokoh-tokoh bangsa di negara kita ini hampir kesemuanya adalah Azmatkhan. Bahkan para pemimpin bangsa yang saat ini banyak yang memiliki keterkaitan nasab dengan Walisongo dan juga Azmatkhan. Kesultanan-kesultanan yang ada di Nusantara ini bahkan banyak yang dari keturunan Azmatkhan, seperti Kesultanan Demak, Banten, Cirebon, Ternate, Palembang, Deli, Wajo, Lampung, dll. Beberapa Sultan yang keturunan Azmatkhan bahkan mempunyai putra dan putri sampai 50 orang!!!.

Walisongo adalah terdiri dari ulama-ulama yang menjaga dengan rapi catatan-catatan nasab. Dan perlu diketahui bahwa jumlah keturunan Walisongo itu puluhan ribu. 9 Wali yang populer itu saja, masing-masing anak mereka keturunannya sudah ribuan dan itu tercatat dalam kitab Al Mausuuah LI Ansaabi Al-Imam Al-Husani. Satu Walisongo saja anaknya ada yang berjumlah 21 orang. Coba anda bayangkan satu walisongo ada anaknya yang berjumlah 21 orang, dan 1 dari 21 orang ini keturunannya ribuan, Belum lagi Walisongo lain yang anaknya juga ada yang berjumlah 15 orang, ada yang 11 orang, ada yang 26 orang, ada yang 17 orang, belum lagi Wali-wali yang tidak masuk jajaran Walisongo yang merupakan keturunan Azmatkhan.

Ketika saya mempelajari satu orang keturunan dari satu Walisongo saja, kadang saya terkejut, karena jumlah keturunan mereka itu cukup fantastis..dan itu jelas dari jalur nasab, artinya garis keturunan langsung. Ini baru satu contoh kecil saja, belum lagi keturunan-keturunan dari datuknya Walisongo misalnya ketika dimulai dari Sayyid Abdullah Amir Khan, Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin, Sayyid Husein Jamaludin Jumadhil Kubro, wah bisa pecah otak ini bila melihat runutan keturunan mereka yang menyebar keberbagai belahan dunia. Jadi kalau dibilang Walisongo tidak punya keturunan, itu sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Kesimpulannya bagi orang yang sering mengatakan kalau Walisongo tidak punya keturunan, itu menandakan jika ia tidak pernah mempelajari sejarah walisongo dan menandakan jika dia itu tidak pernah meneliti nasab-nasab yang merupakan keturunan Walisongo. Padahal kalau mereka mau meneliti dan mau mempelajari nasab keturunan walisongo, saya jamin tidak akan pernah selesai mendata keturunan Walisongo karena begitu banyaknya keturunan mereka di bumi Nusantara ini.

Semoga fihak yang selama ini mendeskriditkan keluarga besar keturunan Walisongo dan Azmatkhan diberikan hidayah oleh Allah SWT...
Lebih baik kita doakan mereka agar dibuka hatinya.... Amin

Wallahu A’lam Bishhowab...