Rabu, 23 November 2016

KILAS BALIK PERJALANAN HAJI 2016

Alhamdulillah pelaksanaan ibadah tahun ini telah berlangsung dengan aman dan nyaman. Salah satu yang cukup membuat saya bangga adalah bahwa Jamaah dari negara kita dinilai cukup baik dan tertib oleh pemerintah Ibnu Saud.
Dibandingkan Jamaah dari negara lain memang jamaah negara kita ini terbilang cukup tertib dan disiplin, hal ini tentu tidak lepas dari peran serta para pembimbing haji dan juga kerjasama semua fihak sedangkan negara lain sering saya lihat melakukan "pelanggaran" yang kadang kalau kita tidak menahan sabar bisa terjadi hal yang kurang enak.
Sisi lain dari ibadah haji yang cukup membuat saya merasa unik bahwa keberadaan bahasa Indonesia ternyata menjadi bahasa kedua di Arab Saudi, hal ini memang tidak aneh mengingat jamaah kita paling banyak dari negara lain. Untuk bahasa Inggris ternyata tidak terlalu banyak yang menggunakan.
Gambaran ibadah yang sering dikatakan "seram" oleh beberapa orang ternyata tidak terbukti. Ini bukan sebuah kepongajan karena justru saya banyak mendapati hal-hal yang positif, kalaupun ada perbedaan tata cara ibadah ataupun pemahaman pemikiran keagamaan yang dimiliki pemerintahan Ibnu Saud dan bangsa kita, itu tidak membuat jamaah haji kita terganggu. Misalnya kalau ziarah kubur silahkan saja toh tidak dilarang.
Ibadah haji tahun ini juga saya gunakan sebagian waktunya untuk wisata sejarah dan wisata religi. Sayangnya tidak semua bisa saya datangi karena keterbatasan waktu dan anjloknya fisik saya selama 1 minggu karena kelelahan karena terlalu bersemangat dalam melakukan napak tilas..
Semoga perjalanan haji tahun ini membawa keberkahan dan semoga mereka yang tahun ini belum bisa berangkat, dari mulai Keluarga besar saya dan istri, guru-guru saya, handai taulan, para sahabat, tetangga, rekan kerja dan murid-murid saya Allah panggil nama mereka di tahun tahun mendatang....Amin....
Selamat tinggal kota Madinah..Semoga Allah menjadikan diri ini bisa kembali lagi.....