Senin, 10 Juli 2017

KEUTAMAAN KELUARGA RASULULLAH SAW (AHLUL BAIT) BERDASARKAN TULISAN ABUYA PROFESOR KH RADEN ABDULLAH BIN NUH


Tulisan ini adalah hasil kesimpulan buku yang disusun beliau yang didalamnya terdiri dari ayat-ayat suci Al Qur’an, Hadist-hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Shahabat beliau, dan dari pendapat para Imamul Mujtahidin serta ulama yang telah beliau paparkan dalam buku tersebut, semuanya merupakan dalil-dalil syar’i yang mendasar dan kuat tentang kewajiban setiap orang mencintai dan menghormati Ahlul Bait Rasulullah SAW beserta semua keturunan mereka, semata-mata demi karena Allah dan Rasul-Nya.

Inilah pokok-pokok pengertian dan kewajiban mencintai dan menghormati Ahlul Bait SAW dan keturunannya.

1. Rasulullah SAW dan Ahlulbaitnya berhak memperoleh ketaatan dan penghormatan dari ummatnya
2. Rasulullah SAW adalah pangkal kemuliaan dan kesucian ahlu baitnya.
3. Rasulullah SAW adalah Wali bagi semua ahlul bait dan keturunannya.
4. Rasulullah SAW adalah ayah (sesepuh) mereka.
5. Ummat Islam wajib mendahulukan mereka.
6. Ummat Islam harus menimba ilmu dari mereka.
7. Apa yang membuat mereka tidak senang, membuat Rasulullah SAW tidak tenang.
8. Apa yang melegakan mereka melegakan Rasulullah SAW.
9. Hubungan Nasab mereka dengan Rasulullah SAW tidak terputus pada hari kiamat.
10. Hubungan mereka dengan Rasulullah SAW sebagai wasilah tidak terputus pada hari kiamat.
11. Hubungan kekerabatan dan kefamilian (mushaharah) antara mereka dengan Rasulullah SAW tidak terputus pada hari kiamat.
12. Iman belum benar-benar masuk kedalam hati seseorang hamba Allah sebelum ia mencintai Ahlulbait demi karena Allah dan karena kekerabatan mereka dengan Rasulullah SAW.
13. Barangsiapa yang menghormati dan berbuat baik terhadap mereka, pada hari kiamat kelak ia akan memperoleh balasan baik dari Rasulullah SAW.
14. Setiap orang beriman wajib mencintai mereka atas dasar kecintaannya kepada Rasulullah SAW.
15. Orang terbaik dikalangan ummat Islam ialah yang paling besar kecintaannya dan penghormatannya kepada Ahlulbait Rasulullah SAW.
16. Seorang dikalangan ummat Islam tidak akan memperoleh kebajikan di dunia dan akhirat, kecuali jika ia mencintai mereka demi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya.
17. Seyogyanya orang lebih menyukai hubungan persaudaraan dengan mereka daripada persaudaraannya dengan kaum kerabatnya sendiri.
18. Setiap muslim wajib menyadari bahwa Ahlulbait Rasulullah SAW mempunyai hak yang amat besar atas dirinya.
19. Setiap muslim wajib menghormati dan menjaga keselamatan mereka.
20. Barangsiapa mengganggu mereka berarti mengganggu Rasulullah SAW, dan orang yang mengganggu Rasulullah SAW berarti mengganggu Allah SWT.
21. Setiap mu’min belum benar-benar beriman selagi ia belum mencintai Rasulullah SAW, dan ia belum mencintai Rasulullah SAW selama belum mencintai Ahlul Bait beliau.
22. Mereka senantiasa bersama-sama dengan Al-Qur-an hingga saat mereka masuk surga.
23. Orang yang memperoleh hidayah ILAHI ialah orang yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Ahlul Baitnya Rasulullah SAW.
24. Orang yang tidak berpegang pada Al-Qur’an dan Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah sesat.
25. Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan kewajiban kita terhadap Allah SWT mengenai keharusan kita mencintai Ahlul Bait Rasulullah SAW dan mengenai keharusan kita menghormati mereka. Rasulullah SAW mengaitkan kehormatan mereka dengan kehormatan beliau sendiri dan kehormatan agama Islam.
26. Barangsiapa mengindahkan kehormatan Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya, Allah SWT akan memelihara keselamatan agama dan keduniaannya.
27. Barangsiapa yang tidak mengindahkan kehormatan Rasulullah SAW dan Ahlul Baitnya, Allah tidak akan memelihara keselamatan agama dan keduniaannya.
28. Rasulullah SAW telah mewasiatkan kepada kita supaya kita menyampaikan segala hal yang baik kepada Ahlul Bait beliau.
29. Rasulullah SAW SAW pada hari kiamat akan menggugat orang yang mengurangi hak Ahlul Bait beliau, dan barangsiapa yang pada hari kiamat akan digugat oleh Rasulullah SAW ia akan masuk neraka.
30. Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah Hablullah (Tali Allah) yang kita diperintah supaya teguh berpegang padanya, sebagaimana Firman Allah : “Hendaklah kalian semuanya berpegang teguh pada Tali Allah” (QS Ali Imran: 103).
31. Kita harus mengerti, bahwa Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah orang-orangnyang menjadi sasaran iri hati karena mereka memperoleh limpahan karunia Allah SWT.
32. Seorang hamba Allah belum benar-benar beriman selagi kecintaannya kepada Ahlul Bait Rasulullah SAW belum melebih kecintaannya kepada dirinya sendiri dan keluarganya.
33. Persahabatan setia dengan Ahlul Bait adalah Hidayah yang dinyatakan Allah dalam Firman-Nya: “Aku adalah Maha Pengampun bagi siap yang bertaubat, beriman dan berbuat kebajikan”. (Surat Tho Haa : 82).
34. Allah SWT sangat murka terhadap orang yang mengganggu Ahlul Bait Rasulullah SAW.
35. Barangsiapa mencintai dan menghormati mereka, Allah akan memanjangkan usianya dan melestarikan kurnia nikmat yang dilimpahkan kepadanya.
36. Barangsiapa yang membenci dan menghina mereka, Allah akan memendekkan usianya dan akan mencabut nikmat yang diberikan kepadanya, dan pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dalam keadaan muka hitam.
37. Manusia akan selalu mengikuti mereka dalam kebajikan maupun keburukan. Dengan kabaikan mereka, manusia akan menjadi baik dan dengan kerusakan mereka, manusia akan menjadi rusak.

KH Raden Abdullah Bin Nuh dalam penutup ditulisannya, mengatakan :

Agar Kaum Muslim tidak enggan membantu kesukaran para keturunan Ahlul Bait Rasulullah SAW.
Mau belajar kepada mereka yang berilmu
Mengajar mereka yang kurang mendalam ilmunya

Menurut beliau, kebaikan dan kesentosaan kaum Muslimn banyak kaitannya dengan kebaikan dan kesentosaan mereka. Mereka adalah bahtera keselamatan bagi kaum muslimin, tidak ubahnya dengan bintang-bintang di langit yang menjadi petunjuk jalan dalam perjalanan gelap ditengah samudra.
Beruntunglah orang-orang yang memelihara hubungan dengan Ahlul Bait, kaum kerabat Rasulullah SAW dan keturunan mereka. 

Bahagialah orang-orang yang dengan syafa’at Rasulullah SAW akan memperoleh kebahagiaan hidup kekal di akhirat. Alangkah nikmatnya orang-orang yang dengan keridhoaan Allah dan Rasul-Nya memperoleh kesejahteraan hidup dunia dan akhirat.

Allahumma Sholli “Alaa Sayyidina Muhammad wa Aali Sayyidina Muhammad, Wa Sallim Wardha’an Shohabat Rasulillah Ajma’in.

DAFTAR PUSTAKA:

KH Abdullah bin Nuh, Keutamaan Keluarga Rasulullah SAW, Bogor: Penerbit Al Ihya, 1986 hlm 80-81
KH Abdullah bin Nuh, Mencintai Keluarga Nabi SAW-Bekal Menuju Surga, Jakarta: Pen

SAYYIDAH ZAENAB BINTI ALI BIN ABI THALIB, SRIKANDI KARBALA, SINGA BETINA BANI HASYIM, WANITA PENYELAMAT CICIT RASULULLAH SAW


(Tulisan ane yang lalu)

Siapa beliau? Bagi orang yang berkecimpung dan memperdalam dunia yang berkaitan dengan AHLUL BAIT atau SERI KEHIDUPAN KELUARGA NABI MUHAMMAD SAW, nama beliau ini sangatlah tidak asing, karena kedudukan beliau ini sama terhormatnya dengan keluarga besar Rasulullah SAW lainnya. Tidak mengenal nama beliau, berarti belum mengenal Ahlul Bait secara utuh, kenapa demikian? Karena beliau inilah yang kelak berhasil menyelamatkan keturunan dari Rasulullah SAW dari pembantaian manusia manusia bengis dan tidak beradab di Padang Karbala Irak, padahal yang mereka bantai adalah keluarga Rasulullah SAW.

Keluarga Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah keluarga yang mampu memberikan sinar dan bercahayanya Islam dikota Mekkah dan Madinah. Dan salah satu yang memberikan cahaya itu adalah Sayyidah Zaenab, kenapa harus beliau?, karena berkat jasa beliaulah Ahlul Bait keturunan Sayyidina Husein bisa abadi sampai sekarang. Ya, Sayyidah Zaenab inilah wanita yang berhasil menyelamatkan satu-satunya keturunan Rasulullah SAW dari Jalur Sayyidina Husein. Tidak terbayang jika saat itu Sayyidah Zaenab tidak berhasil menyelamatkan cicit Rasulullah SAW yang bernama Ali Zaenal Abidin, maka mungkin tidak ada yang namanya Walisongo, karena walisongo bernasabkan kepada Sayyidina Ali Zaenal Abidin. Terus terang menulis kisah beliau perasaan kami bergetar dan terharu, alagi bila membaca sejarah wanita yang agung ini. Namanya memang nyaris terlupakan dalam sejarah Islam dimasa Bani Umayyah dan Bani Abbasiah, namun tidak dimata para pejuang keadilan dan kehormatan. Bagi kami sosok Sayyidah Zaenab adalah sosok pahlawan Besar bagi umat Islam. Beliau pantas disejajarkan dengan wanita-wanita Islam hebat lainnya seperti Rabiatul Adawiyah, Sayyidah Nafisah binti Hasan, Ibundanya dan juga neneknya. Penting bagi mereka yang mendalam sejarah ahlul bait untuk mengetahui sosok yang satu ini.

Kisah beliau bila kita baca secara utuh diberbagai biografi yang ada, betul-betul sangat menggetarkan, kami berapa kali membaca biografi beliau, sering kali merasa terharu melihat perjuangan wanita yang tangguh ini. Tidak terbayang ketika Sayyidah Zaenab berangkat bersama-sama dengan kakaknya Sayyidina Husein, terbayangkah kita bagaimana perjalanan waktu itu yang dilakukan oleh wanita-wanita Bani Hasyim demi mempertahankan sebuah kebenaran, termasuk salah satunya adalah Sayyidah Zaenab. Berapa kali Sayyidina Husein melarang adiknya untuk ikut Ke Kufah , negeri tempat akan diangkatnya Sayyidina Husein oleh penduduk disana, namun Sayyidah Zaenab tetap bersikeras mengikuti kakaknya. Kedekatan antara Sayyidina Husein dengan Sayyidah Zaenab memang sudah terkenal dimana-mana, kecintaan Sayyidah Zaenab kepada kakaknya ini memang sangat luar biasa. Kisah Seorang Sayyidah Zaenab adalah kisah yang menggetarkan, dalam umur lima tahun ia menyaksikan Rasululllah wafat dengan dipenuhi tangisan penduduk Madinah. Kedua, tidak lama kemudian ibunya yaitu Sayyidatuna Fatimah Azzahra wafat karena dirundung duka atas wafatnya Rasulullah SAW, beberapa tahun kemudian, ia menyaksikan langsung kematian ayahnya yang dbunuh secara tragis dibunuh oleh musuhnya dengan cara dibacok wajahnya dengan sadis, kemudian ia menyaksikan penderitaan kakaknya yang pertama yaitu Sayyidina Hasan tewas diracun istrinya sendiri yang sudah disogok Muawiyah bin abi Sufyan, kemudian ia menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya, bagaimana keluarga besar Bani Hasyim dibantai oleh pasukannya Yazid bin Muawiyah dengan panglimanya Ubaidilah bin Ziyad. Yazid bin Muawiyah adalah penguasa Islam saat itu, namun sayang prilakunya sebagai pemimpin umat Islam sangat tidak pantas karena berbagai prilakunya yang buruk, sehingga ini menyebabkan banyak orang yang benci terhadap tingkah lakunya. Namun mereka masyarakat saat itu tidak ada yang berani melawan kediktatoran Yazid ini, karena mereka tahu betapa kejamnya Yazid ini, dia tidak segan-segan untuk membunuh siapa saja jika berani melawan kehendaknya, sudah banyak para sahabat Nabi yang sudah dia bunuh karena berani melawan kekuasaannya, Namun dari semua penindasannya, satu orang yang ternyata masih bernyali untuk melawan pemimpin yang bengis ini yaitu Sayyidina Husein. Kita tidak bisa membayangkan pada saat di Medan Karbala Irak itu. Dengan cuaca yang panas menyengat keluarga besar Bani Hasyim yang hanya jumlahnya kurang lebih 84 yang terdiri dari 12 wanita, belasan remaja (bahkan ada pula bayi), dan beberapa orangtua berhadapan dengan situasi berat sebelah, disatu sisi mereka sebenarnya tujuannya tidak untuk berperang, namun ironisnya karena kelicikan dari Yazid ini mereka terpaksa haras menghadapi pasukan yang jumlahnya 4000 dengan senjata yang lengkap. Jelas ini bukanlah perang tapi ini adalah ajang pembantaian!.

Keberangkatan Sayyidina Husein ke Karbala sendiri sebenarnya atas undangan Penduduk Kuffah yang katanya akan membaiat beliau menjadi Khalifah. Namun pada kenyataannya justru Penduduk Kuffah ini malah berkhianat dengan membiarkan Sayyidina Husein terjebak pada situasi yang mencekam di Padang Karbala. Sebelum keberangkatan Sayyidina Husein ke Kuffah sebenarnya sudah banyak sahabat-sahabat beliau yang mencegah, bahkan banyak yang menangis ketika mendengar beliau akan berangkat ke Kuffah Irak. Para sahabat tahu betul bagaimana watak penduduk Kuffah yang tidak bisa dipercayai karena pernah berkhianat kepada Sayyidian Ali, kalau boleh memilih, sahabat lebih menganjurkan Sayyidina Husein menuju Yaman yang banyak mendukung pemerintahan Sayyidina Ali. Para sahabat yang mencegah beliau diantaranya :

Abu Bakar bin Abdurrahman
Abdullah bin Abbas, beliau sampai harus mengingatkan bagaimana dulu tragisnya nasib Sayyidina Ali KWA disaat berada di Kuffah
Abdullah bin Zubair, juga mengingatkan akan nasib tragis Sayyidina Ali KWA yang tebunuh di Kuffah Irak.
Abdullah bin Jakfar (suami Sayyidah Zaenab)
Muhammad bin Ali (Muhammad Al Hanafiah)
Amr bin Said
Abdullah bin Umar bin Khattab. Abdullah bin Umar bin Khattab bahkan sampai harus menyusul ke perbatasan untuk mencegah Sayyidina Husein ke Kuffah Irak. Begitu kagetnya beliau mendengar Sayyidina Husein akan berangkat ke Kuffah, sampai-sampai sebelum berpisah Abdullah bin Umar meminta kepada Sayyidina Husein membuka baju depannya, dan setelah dibuka, diciumlah badan Sayyidina Husein sebagaimana Rasulullah SAW pernah mencium badan tersebut. Dengan terharu Abdullah bin Umar melepas kepergian Sayyidina Husein, seolah beliau sudah tahu akan nasib orang yang dicintai ini. Nasehat Abdullah bin Umar sangat didengar Sayyidina Husein, namun Sayyidina Husein tetap bersikeras dan sudah bertekad untuk tetap berangkat ke Kuffah, beliau mengucapkan terima kasih kepada semua sahabat yang telah memberikan nasehat, namun karena tekadnya sudah mantap dalam melakukan jihad fisabillah, maka demi tegaknya kehormatan agama Islam beliau tetap berangkat ke Irak.

Dari semua nasihat ini, intinya mereka semua khawatir jika nasib Sayyidina Husein akan sama dengan Sayyidina Ali KWA yang telah terbunuh di Kuffah. Sayyidina Ali KWA terbunuh karena banyak pengkhianat di pemerintahannya, terutama beberapa penduduk Kuffah yang ada pada saat itu.

Kisah Sayyidina Husein dan Sayyidah Zaenab Akhirnya dimulai, ketika mereka harus berhenti pada sebuah padang yang bernama Karbala, ditempat itulah akhirnya menyebabkan mereka tidak bisa masuk kedalam wilayah Kuffah Irak. Ditempat itulah akhirnya mereka harus berhadapan dengan manusia-manusia yang tidak punya hati nurani. Mereka datang dengan kekuatan perang yang sesungguhnya, mereka berkuda, bersenjata lengkap dan berjumlah 4000 orang. Bandingkan dengan jumlah rombongan Sayyidina Husein yang hanya beberapa gelintir saja.

Petempuran dimulai!!!

Dengan perlengkapan yang super lengkap dari pasukan Ubaidhillah bin Ziyad itu, apakah membuat nyali Sayyidina Husein dan seluruh keluarga BanI Hasyim ciut, oh tidak..... justru mereka semakin bersemangat dalam menyongsong jihad fisabillah ini. Wanita-wanita yang ikut rombongan inipun turut semangat, namun mereka tidak diperbolehkan untuk bertempur, terutama Sayyidah Zaenab. Sayyidina Husein sampai harus merayu adiknya agar supaya mengurus anak anak sayyidina Husein yang masih kecil, remaja bahkan yang bayi. Tidak ada orang yang ditaati Sayyidah Zaenab selain Sayyidina Husein. Pembantaian sudah didepan mata, satu persatu pendekar Bani Hasyim keluar menantang berkelahi pasukan dari Yazid yang dipimpin Oleh Ubaidhilah, dengan berteriak, satu persatu anak Sayyidina Husein maju dan berteriak, “Akulah putra Husein”, “akulah cicit Rasulullah SAW....” satu persatu menerjang musuh...Trasssss.....ada yang tersabet tangannya oleh pedang musuh sehingga putus, namun ia terus maju, trassssss.... copot lagi tangan sebelahnya, tapi ia maju melawan dan tidak mundur, tussss.... hujaman tombak dari musuhnya.... syahidlah korban pertama..... Sayyidah Zaenab berteriak menangis melihat salah satu putra Sayyidina Husein dibantai ramai-ramai oleh Pasukan perang Yazid. Perlu kita ketahui bahwa semua putra-putri Sayyidina Husein jumlahnya 9 orang, 6 orang putra dan 3 orang putri.

Ciutkah nyali Keluarga besar Bani Hasyim...oh tidak saudaraku, mereka bahkan makin mantap menyongsong kematian, keberanian putra-putra Sayyidina Husein membuat sebagian sahabat Sayyidina Husein untuk maju menyodorkan tubuhnya kepada pasukan Yazid yang bengis itu, sambil berteriak, “Ya cucu Rasulullah SAW”, “saksikan jika aku mencintai engkau”, maka beberapa sahabat yang setia terhadap Sayyidina Husein maju ...... terjadilah pertarungan berat sebelah, namun tanpa diduga beberapa sahabat ini mampu menewaskan musuh musuhnya... sehingga membuat gentar pasukan Yazid, namun karena jumlah mereka tidak seimbang, akhirnya lagi lagi terjadilah pembantaian.....

Sudah beberapa orang Syahid.... Bagaimana dengan Sayyidina Husein dan Sayyidah Zaenab, lagi lagi Sayyidina Husein mengingatkan agar Sayyidah Zaenab tidak terpancing dan tetap sabar untuk merawat anaknya Sayyidina Husein yang masih kecil... Anak –anak Sayyidina Husein yang lain akhirnya maju, mulai dari Ali Al akbar, Abdullah, Jafar, Muhammad, serta beberapa sepupu mereka maju menerjang bagaikan singa lapar, sementara nun jauh dibelakang, ada tangisan bayi yang merintih kehausan, bayi tersebut adalah Ali Al Asghor, anak terkecil Sayyidina Husein, Ali Al Asgor menjerit dan merintih menahan haus, Ali Al Asgor tidak bisa minum, karena air minum mereka habis, sedangkan sungai euprat ada didepan mata, namun karena sungai itu sudah diblokade dan dijaga agar tidak bisa diraih, maka semua keluarga Bani Hasyim kehausan yang sangat. Ciutkah??? Oh tidak...justru mereka maju bertempur, semangat mereka makin menggila dan tidak memikirkan lagi kematian, semangat yang membara ini, sedikit banyak membuat nyali pasukan Yazid ciut, sehingga membuat marah komandan mereka, sehingga komandan sadis itu memerintahkan agar pasukan mengghadapi musuh didepan mereka dengan cara yang kejam dan sadis.

Bagaimana dengan Sayyidah Zaenab? Ia masih tetap ditenda bersama wanita Bani Hasyim yang lainnya, semua wanita Bani Hasyim sangat ketakutan, mereka dalam posisi yang mencekam, semua berteriak histeris melihat berbagai kejadian tragis didepan mata. Sayyidah Zaenab menjadi benteng untuk menghibur para wanita Bani Hasyim yang berada dimedan Karbala ini. Sayyidah Zaenab dengan kasih sayangnya menjaga Ali Al Asgor dan juga anak laki laki Sayyidina Husein lainnya yang bernama Ali Al Ausat yang berusia 15 tahun. Ali Al Ausat ini sedang sakit demam, sehingga ia merasa lemas dan tidak berdaya, ditambah ia dan adiknya yang paling bunggsu tidak bisa minum.

Pertarungan terus terjadi, satu persatu putra putri Bani Hasyim tumbang....... Darah berceceran dimana-mana, putra putra Sayyidina Husein banyak yang terkapar, sampai salah satu putranya menangis karena haus... ”ayah aku haus.....”, Sayyidina Husin menjawab, “sabarlah putraku... kakekmu sudah menunggu......”, dengan kasih sayang Sayyidina Husein mengusap dan membelai kepala anak tersebut dengan linangan air mata, Sayyidina Husein Bangga bahwa anaknya ternyata berani untuk berjuang menegakkan kebenaran. Dan akhirnya dengan senyum merekah syahidlah putra Sayyidina Husein... Putra putra beliau serta beberap pengikut setia Sayyidinan Husein, satu persatu tumbang ditangan pasukan-pasukan bengis itu...tinggalah seorang diri Sayyidina Husein yang juga kondisinya sudah sangat parah....dengan kondisi luka yang parah, ia masih menyempatkan melihat anaknya yang merintih menangis karena kehausan, dengan kasih sayang, ia ambil bayi itu dari tangan Sayyidah Zaenab, dan Sayyidina Husein pun menuju ke sungai untuk mengambil air buat bayinya. Namun apa yang terjadi? tiba tiba anak panah meluncur deras...mengarah kepada bayi tersebut, sontak sayyidina husiein marah, beliau berkata, “aku kalian bunuh silahkan!!, namun tidak adakah nurani kalian terhadap bayi ini???” sambil mengangkat bayinya itu, Sayyidina Husein memperlihatkannya...Namun apa yang terjadi....Crasssssssss......tiba tiba anak panah menancap dilehe si bayi......tewaslah bayi itu, dan inilah yang membuat Sayyidina Husein marah hebat, Sayyidah Zaenab melihat bayi tersebut tewas, sangat marah dan menangis keras!!!. Sayyidina Husein berteriak, “Tetap disana adikku.......jaga yang lain...” Sayyidina Husein dalam kondisi parah masih tetap memikirkan Sayyidah Zaenab, tewasnya Bayi Sayyidina Husein ini membuat Bani Hasyim semakin menjerit dan menangis dengan suara parau dan menggentarkan... Sayyidina Husein maju dengan pedangnya, dengan jiwa yang tenang ia terus bertarung kesana kemari sambil mengayunkan pedangnya, perlawanan Sayyidina Husein yang seorang diri, membuat banyak prajurit biadabnya Yazid gentar, mereka tidak habis fikir dengan kondisi yang sudah parah karena luka,

Sayyidina Husein terus maju. Namun perjuangan sepertinya sudah mendekati titik akhir...... Sayyidina Husein makin lemah, ia makin kehausan... sehingga dengan rasa haus yang tinggi ia menuju sungai Euprat... namun tanpa disangka anak panah tiba-tiba menancap dilehernya, Sayyidina Husein jatuh, namun ia masih sempat melakukan perlawanan..... satu persatu tusukan dan bacokan menghajar badannya, Sayyidah Zaenab sudah tidak tahan lagi melihat kakaknya dibantai...tangisnya pecah..... namun secara parau, Sayyidina Husein tetap menyuruh Sayyidah Zaenab diam....tidak lama, putuslah tangan Sayyidina Husein...... kiri kanan ditebas..... kakinyapun dihajar dengan sabetan pedang... crassssss.... jatuhlah dia....... dan akhirnya SYAHIDLAH CUCU RASULULLAH ini... Sudah berhenti....? oh tidak..... ternyata manusia manusia biadab tersebut belum puas, maka dipenggalah kepala Sayyidina Husein... tidak itu saja, semua anak-anak dan sahabat Sayyidina Husein dipenggal dan kepala mereka dibawa, khususnya Kepala Sayyidina Husein.....

Bagaimana dengan Sayyidah Zaenab dan wanita Bani Hasyim....??? dengan buas para prajurit dari Yazid itu, mulai menjarah semua isi tenda para wanita, bahkan beberapa dari mereka ada yang memperlakukan wanita Bani Hasyim dengan kurang ajar sehingga banyak membuat putri putri atau wanita-wanita berteriak ketakutan, sehingga ini membuat marah Sayyidah Zaenab, beliau berkata, “Tidakkah kalian malu, Hai musuh Allah....!!!!” beberapa komandan perang mereka akhirnya memerintahkan untuk menghentikan penjarahan tersebut. Wanita Bani Hasyim yang masih tersisa akhirnya dibawa ke Kuffah. Dengan diikat Rantai di kaki, rombongan Bani Hasyim digelandang dan diperlakukan dengan penuh hina.... Namun tanpa ada yang menyadari, ternyata dalam rombongan itu ada satu orang anak remaja yang juga ikut..... mereka banyak yang belumsadar...pemuda ini dengan menahan rasa sakit yang sangat, ikut diarak kekota kuffah...

Rombongan dibawa ke kuffah dengan berjalan kaki... Ya Allah...betapa sadisnya orang orang tersebut.....memperlakukan Ahlul Bait Nabi..... terhinakah Keluarga Rasulullah SAW...... Semua mereka tidak terhina!!! mereka bahkan menatap dengan tatapan tajam seperti mata elang kepada penduduk kuffah yang telah menyebabkan mereka terjebak dalam pembantaian dikarbala itu...

Sampailah mereka di istana Yazid sang penguasa zalim..... Dengan sombongnya Yazid, berkata, “inilah akibat orang yang melawan diriku....., kalau saja Husein dari pertama tidak melawan, maka tidak terjadi seperti ini”, dengan tatapan mata tajam, keluarlah suara sang SINGA BETINA SAYYIDAH ZAENAB, “Hai musuh Allah!!!! Tidak puaskah dirimu memperlakukan kami seperti ini.....!!!” dengan gagah berani, Sayyidah Zaenab berani untuk bertatap muka dengan tajam, sehingga membuat Yazid kesal, namun secara aneh.... dia akhirnya ciut untuk berdebat...... aneh penguasa zalim ini kalah mental dalam berdebat dengan seorang wanita.... Dalam perdebatan yang panjang itu, secara tidak disangka YAZID Melihat seorang remaja yang lusuh yang berada didalam rombongan wanita Bani Hasyim. Dan betapa kagetnya Yazid begitu tahu bahwa itu adalah anak Sayyidina Husein. Sontak ia merampas pedang pengawalnya dan ingin membunuh anak Sayyidina Husein yang bernama Ali Al Ausat itu, sontak pula saat itu Sayyidah Zaenab memeluk keponakannya itu dan berteriak, “Hai musuh Allah tidak puaskah kau membunuh keluarga kami!!!!” Sayyidah Zaenab berteriak keras.....Melihat Sayyidah Zaenab pasang badan terhadap keponakannya, Yazid heran.......dia berkata, “hubungan antara saudara memang aneh.....” padahal dialah yang aneh....”Sikap yang berani dari Sayyidah Zaenab ini tanpa disadari telah menyelamatkan satu satunya keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidina Husein, keberaniannya pasang badan sulit diukur dengan akal, dengan kondisi yang lemah, terzalimi, ternistakan, tapi masih bisa dan berani melawan Yazid si manusia zalim. Yang lebih menyakitkan lagi, bahwa sudah mereka dihina, kepala Sayyidina Huseinpun mereka jadikan mainan....dan itu dilihat oleh Ali Al Ausat dan Sayyidah Zaenab!!! Ah.....betapa beratnya beban keduanya, belum lagi ada pandangan jalang dari beberapa pejabat Yazid kepada wanita Bani Hasyim.. .sehingga beberapa wanita Bani Hasyim berlindung dibelakang badan Sayyidah Zaenab.

Akhirnya dengan adanya perdebatan antara Sayyidah Zaenab dan juga ditambah Ali Al Ausat yang ternyata juga mampu mengalahkan lisannya Yazid, maka Yazid dengan rasa malu, menyerahkan semua keluarga Bani Hasyim kepada beberapa panglimanya untuk ditaruh kebeberapa tempat. Dengan sikap sok sucinya, akhirnya dia mengembalikan rombongan Bani Hasyim yang selamat untuk kembali di Madinah.Yazid tidak berani membunuh wanita!!! Sebab jika dia berani membunuh wanita dia akan tahu akibatnya, karena membunuh wanita itu adalah aib bagi bangsa Arab. Namun betapapun demikian Sayyidah Zaenab bukanlah perempuan biasa! dia tidak takut akan kematian. Berkat keberanian dia melindungi Ali Al Ausat, maka selamatlah keturunan Rasulullah SAW dari Sayyidina Husein. Kita tidak bisa membayangkan kalau saja Ali Al Ausat tidak berhasil diselamatkan Sayyidah Zaenab, mungkin Ahlul Bait didunia ini tidak ada, apalagi yang dari keturunan Sayyidina Husein. 

Dengan diiringi luka mendalam, mereka akhirnya diiringi oleh pasukan Yazid kembali ke Madinah, Yazid dengan sombongnya, merasa dia sudah jadi pemenang... Namun dia lupa Sayyidah Zaenab bukanlah wanita biasa. Setelah kembali ke Madinah, penduduk Madinah dan Mekkah gempar, karena terbunuhnya keluarga Nabi yang mulia itu, mereka semua tidak menyangka jika Sayyidina Husein dan seluruh rombongan laki-laki terbantai, dan mereka semua bertambah sedih ketika melihat kondisi dan penderitaan Sayyidah Zaenab....semua menghibur hatinya...banyak yang merintih dan membuat syair atas kekejaman dikarbala itu....sebuah kekejaman yang sampai sekarang merupakan sejarah hitam dalam Islam. Batin Sayyidah Zaenab betul-betul terguncang, namun dia masih punya tugas, yaitu menjaga keponakannya yang tercinta yaitu Ali Al Ausat....Namun ditengah keheningan kehidupannya pasca kejadian karbala, tiba tiba Yazid memerintahkan Sayyidah Zaenab untuk tidak tinggal di Madinah karena khawatir akan pengaruh Sayyidah Zaenab yang memang cerdas dalam berpidato dan mampu mempengaruhi masyarakat...

Dengan menahan perasaan marah, Sayyidah Zaenad enggan keluar Madinah, dia ingin bersama kakeknya Rasulullah SAW, namun keluarga Bani Hasyim rupanya sangat sayang pada Sayyidah Zaenab, sehingga dengan nasehat nasehat yang indah, akhirnya dengan berat hati mereka menganjurkan Sayyidah Zaenab untuk keluar Madinah dan mencari tempat yang cocok untuk dia, maka terpilihlah Mesir. Akhirnya beliau tidak lama keluar dari Madinah menuju Mesir, sampai di pintu Gerbang Mesir, ternyata Sayyidah Zaenab sudah disambut ribuan penduduk, mereka mengelu elukan Sayyidah Zaenab ini, mereka sudah tahu cerita tentang SINGA BETINA DARI BANI HASYIM INI. Di Mesir beliau hidup satu setengah tahun, disana Sayyidah Zaenab sangat dicintai Rakyat Mesir, ajaran-ajaranya selalu didengar rakyat mesir, Yazid menyingkirkan dia dari Madinah, Namun Allah menggantinya dengan sebuah negeri Islam yang kelak juga menjadi pusat peradaban Islam didunia... Akhirnya dimesir ini sosok yang tangguh ini menjadi Srikandi Legendaris, Singa Betina BANI HASYIM, dan wafat dengan membawa kepedihan mendalam namun diringi cerita mutiara yang abadi, wafatlah wanita yang mulia ini....INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN..... diiringi ribuan orang akhinrya Jasad Sayyidah Zaenab binti Ali bin Abi Thalib....Kembalilah Srikandi Karbala ini menuju keharibaan Tuhannya...

Sayyidah Zaenab wafat.....Namun demikian ia harum dalam sejarah islam, banyak penulis sejarah islam yang terharu menuliskan kisah beliau yang tabah dan sabar ini...Beliau wafat pada tanggal 14 Rajab tahun 62 Hijriah atau 27 Maret 682 Hijriah.

Kisah Karbala dan heroiknya seorang Sayyidah Zaenab adalah kisah yang akan terus menerus dikenang orang. Karbala adalah “monumen” abadi tentang betapa tangguhnya perlawanan Keluarga Besar Bani Hasyim dalam melawan kezaliman. Sayyidah Zaenab sejak kecil sudah ditempa dengan berbagai peristiwa-peristiwa besar. Sehingga dengan kondisi seperti ini ayahnya yaitu Sayyidina Ali KWA dan juga kakak-kakanya sangat mencintai Sayyidah Zaenab ini. Tempaan demi tempaan melanda wanita yang mulia ini, hingga pada puncaknya terjadi di Karbala. Kalau saja bukan Sayyidah Zaenab yang ada di tempat ini, tentu keberadaan keluarga Bani Hasyim terutama para wanitanya akan rusak kehormatannya ditangan prajurit-prajurit bengis pimpinan Ubaydillah bin Ziyad.

Namun Allah SWT Tidak Tidur......

Orang-orang yang dahulu pernah membantai rombongan Bani Hasyim, dalam catatan sejarah, mereka mengalami balasan yang setimpal dari Allah SWT, semua orang yang pernah membunuh keluarga besar Bani Hasyim Allah berikan balasan yang setimpal dengan perbuatan mereka, mereka ada yang mati dengan cara aneh dan mengerikan, semua itu karena kekuasaan Allah SWT semata. Mereka yang pernah melarang Sayidina Husein minum air sungai Euprat, sampai kematiannya datang, selalu kehausan, mereka yang dulu pernah memenggal kepala Husein, kepala merekapun dipenggal oleh orang-orang yang sangat anti kepada Yazid, ada pula yang badannya terbakar, ada pula yang wajahnya tiba-tiba menghitam padahal dulunya tampan, dan tidak lama kemudian dia tewas mengenaskan. Mereka yang dulu memenggal kepala Sayyidina Husein dan juga membunuh keluarga besar Bani Hasyim, kemudian akhirnya banyak yang dibunuhi-bunuhi oleh gerakan yang menamakan dirinya Tawabun, diantara mereka bahkan ada yang disalib. Semua orang yang pernah terlibat dalam pembunuhan Husein, diburu dan dan bunuhi satu persatu oleh gerakan Tawabun ini.

Ali Al Ausath, yang lolos dari pembantaian, dan merupakan satu satunya keturunan dari Sayyidina Husein akhirnya terus meneruskan hidupnya di Madinah, Ali Al Ausath kelak terkenal dengan nama ALI ZAENAL ABIDIN.........beliau dinamakan Zaenal Abidin karena terkenal akan ibadahnya yang luar biasa. Panggilan lain yang juga terkenal adalah Ali As-Sajjad. ALI ZAENAL ABIDIN inilah yang kelak menurunkan keluarga Besar AHLUL BAIT dari SAYYIDINA HUSEIN. Beliau mempunyai anak yang kelak meneruskan nasabnya, Tanpa adanya ALI ZAENAL ABIDIN, maka tidak akan ada yang namanya keturunan Ahlul Bait dari Sayyidina Husein... Sampai sekarang keturunan dari Sayidina Ali Zaenal Abidin masih terus langgeng dan meneruskan perjuangan beliau, salah satunya adalah keluarga besar WALISONGO. Tanpa ada Walisongo, mungkin Ahlussunnah Wal Jamaah tidak akan berkembang dan bertahan di negeri ini. Tanpa adanya Ali Zaenal Abidin, tidak ada Walisongo, tanpa adanya Walisongo tidak ada Ahlussunnah Wal Jamaah khususnya di Pulau Jawa, dan tanpa ada peranan dari seorang wanita dibalik itu semua, maka bukan tidak mungkin negeri ini tidak seperti yang sekarang kita lihat dan kita rasakan, dan siapakah orang dibalik itu semua yang berhasil menyelamatkan Sayyidina Ali Zaenal Abidin ini? dialah wanita tangguh dari Bani Hasyim yaitu SAYYIDAH ZAENAB BINTI ALI BIN ABI THALIB......Allahu Akbar!!!

Semoga engkau Ya Bunda Sayyidah Zaenab... mendapatkan tempat yang sangat mulia dan terbaik disisi Allah SWT....

Amin....

Sumber :

Al Husaini, HMH Alhamid, Al Husain bin Ali Ra, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam pada zamannya, Semarang : Penerbit Toha Putra, 1985.
Al Husaini, Syekh Hasan, Hasan & Husain Untold Stories, Jakarta : Penerbit Imam Syafi’i, 2014.
Syathi, Prof Dr Aisyah Abdurrahman bintu, Sayyidah Zaenab (Srikandi Karbala), Cucu Rasulullah, Jakarta : Bulan Bintang, 1975.

"DERITA" AHLUL BAIT NABI


Rasulullah SAW harus hijrah ke Madinah karena akan dibunuh kafir Quraish 
Al Imam Ali difitnah hingga terbunuh di Kuffah 
Al Imam Husein dijebak hingga akhirnya dibantai bersama putra putranya di Karbala 
Al Imam Hasan diracun atas suruhan penguasa karena pengaruhnya yang besar
Al Imam Zaid bin Ali Zaenal Abidin disalib dengan keji dengan tubuh telanjang karena berani menentang peminpin dzolim 
Al Imam Jakfar Asshodiq difitnah dan diawasi sepanjang hidupnya oleh penguasa dzolim
Al Imam Ahmad Al Muhajir yang mempunyai pengaruh besar di Irak diincar kaum Qaramithah hingga kemudian hijrah ke Hadramaut demi menyalamatkan akidah dan anak keturunannya
Syarif Ali pemimpin kota suci Mekkah harus tersingkir ke Yordania karena kekuasaannya digerogoti Inggris yang bekerjsama dengan beberapa klan di Haramain...

Jadi tidak ada yang aneh kalau sekarang ini anak cucu keturunan Rasulullah SAW difitnah, dihujat, dihancurkan karakternya bahkan mau dibunuh fisiknya..karena memang sejak dulu mereka hidup dengan bayang bayang seperti itu...takutkah mereka mati ? Tidak ! Karena kematiam justru menjadi awal dari kehidupan mereka untuk bisa langsung bertemu dengan datuknya yaitu Sayyiduna Muhammad Rasulullah SAW...Ahlul Bait mati 1 tumbuh 1000, gugur 1 maka jutaan bunga akan tumbuh menggantikan bunga-bunga yang berjatuhan...

NASIB MENGERIKAN ORANG-ORANG ZALIM, MUNAFIK DAN PENENTANG ATURAN ALLAH


1.Qabil bin Nabi Adam AS : Dia sudah ditetapkan sebagai penghuni neraka, dan sepanjang hidupnya dia dirundung dosa dan penyesalan karena telah menjadi orang pertama yang melakukan pembunuhan terhadap manusia. Dia juga terkenal kikir.

2.Kan’an bin Nuh AS dan Sebagian kaumnya : Ditenggelamkan dengan banjir besar karena kesombongan dan penyimpangan karena penyembahan berhala.

3.Kaum Ad (Kaumnya Nabi Hud AS) : Diberikan kekeringan berkepanjangan kemudian dihantam dan dihajar angin topan selama tujuh hari tujuh malam serta telah menyapu bersih seluruh wilayah kaum Ad. Mereka disiksa karena kufur nikmat dan kufur Aqidah.

4.Kelompok Sembilan dari Kaum Tsamud (Kaum Nabi Saleh AS) : Ditimpa batu-batu besar dari arah yang tidak diketahui karena ingin membunuh Nabi Saleh AS. Setelah peristiwa ini Kaum Tsamud diazab Allah.

5.Raja Namrudz bin Kan’an (musuh Nabi Ibrahim AS) : Mati secara tragis karena lalat yang dikirm Allah. salah satu lalat itu masuk kedalam hidung Raja Namrudz dan menetap di dalamnya selama empat ratus tahun, sebagai hukuman dari Allah. Tentu saja di gigit lalat di bagian dalam membuat hidupnya sangatlah menyakitkan. Setiap kali rasa sakit itu datang, Raja Namrudz memukuli kepalanya dengan besi, hingga ajalnya tiba.

6.Amar bin Luhai Al Khuza’i : Dialah orang pertama yang mengajak bangsa Arab untuk menyembah berhala. Rasulullah SAW pernah melihar amar dineraka dalam keadaan sedang menyeret-nyeret ususnya.

7.Istri dan Kaum Nabi Nabi Luth AS : Disiksa dengan adzab yang pedih. Tempat tinggal mereka dihancurkan berkeping keping oleh Allah karena penyimpangan Aqidah dan Penyimpangan seperti Homoseksual dan Lesbian.

8.Kaum Madyan (Kaum Nabi Syuaib AS) : Disiksa dengan kekeringan yang panas, setelah itu jatuhlah percikan api dari awan hitam yang bergumpal, kemudian gempa bumi dahsyat terjadi dan menenggelamkan mereka. Ini semua karena perbuatan menyembah berhala, licik dalam perdagangan, pemalsuan barang, pencurian dalam timbangan , dll.

9.Firaun (Musuh Nabi Musa AS) : Ditenggelamkan Allah karena kesombongan terhadap kekuasaannya serta berani mengejek syariat yang dibawa Nabi Musa AS.

10.Samiri (Munafiqun Kaum Nabi Musa AS ) : Mendapat adzab selama hidupnya jika menyentuh atau disentuhnya maka orang akan sakit deman dan panas dan dia ditetapkan sebagai penghuni neraka oleh Nabi Musa AS, ini dikarenakan ia telah menghasut Bani Israil untuk menyembah Patung Sapi Emas.

11.Qarun manusia kaya raya (famili dekat Nabi Musa AS): Ditenggelamkan dan dikubur hidup-hidup oleh Allah beserta hartanya karena tidak mau berzakat dan sedekah serta telah menyebarkan isu-isu dan fitnah kepada Nabi Musa seperti memfitnah Nabi Musa AS berzina dengan seorang wanita.

12.Penduduk Nelayan Desa Ailat (masa Nabi Dawud AS) : Diberi adzab mengerikan berupa gempa bumi dahsyat dikarenakan pembangkangan mereka terhadap larangan mencari ikan di hari sabtu yang merupakan hari Bani israil pada masa itu.

13.Raja Herodia (masa Nabi Yahya AS) : Dilaknat bersama Bani Israil karena telah membunuh Nabi Zakaria AS atas rayuan keponakannya yang akan dinikahinya. (untuk sejarah pembunuhan Nabi Yahya ini masih ada perbedaan pendapat, mengingat beliau adalah seorang Nabi yang selalu dilindungi Allah SWT, sedangkan riwayat terbunuhnya Nabi Yahya banyak berasal dari riwayat Israiliyat).

14.Yahuda (murid pengkhianat dan Munafiq dari Nabi Isa AS) : wajahnya diserupakan dengan Nabi Isa AS karena telah berkhianat menjadi penunjuk jalan bagi pasukan raja untuk menangkap Nabi Isa AS dipersembunyiannya.

15.Abrahah dan pasukan bergajah : Allah telah menghukumnya dengan mengirim burung-burung seperti burung layang-layang dan burung balsan (sejenis burung Hung) dari arah laut. Setiap burung membawa tiga batu; satu batu di paruhnya, dan dua batu di kedua kakinya. Batu-batu tersebut mirip kacang dan adas.Jika batu tersebut mengenai salah seorang dari pasukan Abrahah, ia pasti tewas, namun tidak semuanya dari mereka terkena batu tersebut. Mereka lari kocar-kacir, berebutan mencari jalan yang telah dilaluinya, dan mencari-cari Nufail agar ia menunjukkan jalan ke arah Yaman.

16.Abu Jahal (masa Nabi Muhammad SAW) : Mati dalam keadaan hina pada saat perang badar dikarenakan kesombongan dan kejahilannya terhadap Nabi SAW dan Umat Islamnya.

17.Abu Lahab (masa Nabi Muhammad SAW) : Abu lahab meninggal karena penyakit. Ia tidak ikut memerangi Nabi saat perang Badar karena sakitnya itu. Sepulangnya orang-orang kafir dari perang Badar dengan membawa kekalahan, sakitnya bertambah parah. Dan ia akhirnya meninggal dengan keadaan sakit yang mengerikan. Diriwayatkan bahwa orang-orang kafir, bahkan teman-teman dan keluarganya enggan mengurus jenazahnya karena keadaan sakitnya yang menjijikkan dan timbul bau busuk dari penyakitnya. Inilah akhir hidup seorang musuh Alloh. Selama tiga hari sejak kematiannya, jasad Abu Lahab dibiarkan tergeletak tanpa ada yang bersedia menguburkan. Para warga tidak berani mendekati jasadnya. Akhirnya karena bau busuk yang kian menjadi, maka digali juga sebuah lubang kubur bagi Abu Lahab. Bangkai Abu Lahab didorong-dorong dengan sebilah kayu sampai masuk lubang. Tidak hanya itu, prosesi penguburan pun berlangsung secara mengenaskan. Dari jauh warga melempari kuburan Abu Lahab dengan batu hingga mereka yakin betul jasadnya telah tertutup rapat. Ya sebuah tragedi kematian yang lebih hina dari kematian seekor ayam sekalipun.

18.Auraa’ (Arwa) binti Harb bin Umayyah/Ummu Jamil (istri Abu Lahab) : Seringkali pada malam hari Ia memanggul kayu yang berduri untuk diletakkan di jalan-jalan yang biasa dilalui Nabi. Sehingga bila Nabi lewat pada malam hari / subuh, Nabi akan menginjak kayu yang berduri itu sehingga Nabi terluka. Ummu jamil senang kalau Nabi terluka karena menginjak kayu berduri. Ummu jamil juga suka mengadu domba dan memfitnah supaya orang-orang Makkah membenci Nabi. Karena hal ini, ia dijuluki pembawa kayu bakar. Karena ia suka “membakar” emosi, mengadu domba, dan menimbulkan kebencian orang-orang Makkah pada Islam. Saat membawa kayu, ia mengikatnya dan melilitkan sebagian talinya pada lehernya. Inilah kebiasaan yang dilakukannya saat membawa kayu berduri untuk mencelakai Nabi. Perilaku buruk inilah yang akhirnya membawanya menemui ajalnya. Ummu jamil meninggal karena tercekik tali yang digunakannya untuk membawa kayu. Kelak di akhirat, ia akan disiksa juga dengan tali. Dinyatakan oleh Allah bahwa di neraka, leher Ummu jamil diikat dengan tali dari api neraka jahannam.

19.Umayyah bin Khalaf (musuh Nabi muhammad SAW) : kesudahannya adalah akhir kehidupan paling buruk dan paling mengerikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk melemparkan bangkai kaum musyrikin ke dalam sumur Badr, hanya saja Umayyah adalah orang yang gemuk, dia membengkak seketika itu juga. Tatkala akan diceburkan ke sumur dagingnya mengelupas, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, “Biarkanlah dia.” Lantas mereka membiarkannya di tempatnya dan menimbuninya dengan tanah, hingga terpendam. Umayyah adalah gembong kafir Quraish yang sering berbuat onar dan sering mengadu domba.

20.Abu Rafi’ Al Yahudi : terbunuh oleh Abdullah bin Atik dengan cara yang menyakitkan. Hal ini dikarenakan sikapnya yang sering menyakiti Rasulullah SAW dan menyakiti beliau.

21.Ubay bin Khalaf: terbunuh ditangan Rasulullah SAW. Satu satunya orang yang terbunuh ditangan Rasulullah SAW. Kafir yang paling gigih melawan Rasulullah SAW.

22.Aqobah bin Abi Mu’ith : Mati Dipenggal kepalanya. Dialah orang yang telah menginjak leher Nabi Muhammad SAW.

23.Abdullah bin Qoma’ah : mati dikejar-kejar kambing hutan liar dengan cara dicabik tubuh dan wajahnya kemudian disantap dan kemudian tubuhnya yang tersisa diremukkan Allah. Dialah yang telah membuat wajah suci Rasulullah SAW berdarah. Gigi Rasulullah patah, bibir Rasululllah SAW robek.

24.Ka’ab bin Asyraf : Terbunuh setelah berhasil dijebak dalam sebuah petemuan. Dia dibenci karena sering menghina Rasulullah SAW melalui Syair-syair, melalui syair dia berhasil banyak mempengaruhi kafir Quraish untuk membunuh Nabi Rasulullah SAW.

25.Huyai bin Akhtab An Nadri : Terbunuh ditangan kaum muslim. Kafir Quraish yang paling terdepan dalam memusuhi Rasulullah SAW.

26.Musailimatul Kadzab (Sang Nabi Palsu) : Terbunuh dalam perang Yamamah oleg Wahsyi bin Harb bekas budak Jabir bin Muth’im dan seorang mujahid dari anshar, Abu Dujanah Simak bin Khirasyah radhiallahu ‘anhu.. Dia terbunuh pada masa Khalifah Abu Bakar dikarenakan telah mengaku sebagai Nabi dan sering membuat wahyu-wahyu sendiri.

27.Al Aswad Al Ansyi (Nabi Palsu) : Terbunuh oleh pengikutnya sendiri dengan cara dipenggal kepalannya. Dia adalah orang yang berani mengklaim diri sebagai Nabi saat Rasulullah masih hidup. Kekuasaan singkatnya berada di wilayah Shana’a Hadramaut.

28.Al Mukhtar bin Abi Ubaid Ats Tsaqafi : Terbunuh secara tragis. Dia mengaku sebagai Nabi dan sering membuat wahyu-wahyu palsu.

29.Hajjaj bin Yusuf ats Tsaqafi Penguasa Kufah: Dia mati dalam keadaan ketakutan karena telah membunuh seorang abid dan zuhud yang bernama Said bin Jubair. Hajjaj telah terserang demam yang berkepanjangan. Kian hari suhu tubuhnya makin meningkat dan bertambah parah rasa sakitnya hingga keadaaannya silih berganti antara pingsan dan siuman. Tidurnya tak nyenyak lagi, sebentar-sebentar terbangun dengan ketakutan dan menggigau. Kondisi ini terus berlangsung sampai meninggal.

30.Bani Nadhir Yahudi : Terusir dari Madinah karena seringnya melakukan pengkhianatan terhadap Kaum Muslimin, bahkan berapa kali mereka akan membunuh Nabi Muhammad SAW.

31.Ashabul Ukhdud : Kaum yang dilaknat Allah karena telah membunuh orang-orang yang beriman.

32.Kaum Saba’ : Dihancurkan wilayahnya yang terdiri dari ladang perkebunan yang terkenal makmur dan hasil panen yang luar biasa oleh Allah karena kesombongannya, disamping itu mereka merasa kuat karena mempunyai bala tentara yang hebat, dan jangan lupa mereka ini menyembah Matahari dan Bintang-bintang (Penyimpangan Aqidah).

33.Kaisar Persia (Iran) (masa Nabi Muhammad SAW) : Dibunuh anaknya sendiri dan ini sesudah dengan wahyu Allah SWT. Kesombongannya yang telah merobek-robek surat Nabi SAW dan rencananya untuk menangkap dan membunuh Nabi SAW namun justru kemudian dialah yang dibunuh oleh anaknya dan setelah Kekaisaran Persia hancur lebur karena kalah oleh pasukan Islam.

34.Abdurrahman bin Muljam : Dihukum mati karena telah membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib, padahal sebelumnya dia seorang ahli ibadah, namun karena terpengaruh kaum Khawarij, akhirnya dia tergelincir.

35.Abu Lu’luah Al Majusi : Dia mati bunuh diri. Bahwasannya Abu Lu’luah ketika membunuh Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘Anhu, manusia mengepungnya untuk menangkap. Ketika dia merasa bahwa mereka akan menguasainya, dia pun menusuk dirinya sendiri dan mati bunuh diri.

36.Mustafa Kemal Attaurki: Mendapatkan proses sakaratul maut yang menyakitkan, Didatangkan penyakit kulit sampai ke kaki dimana ia merasa gatal-gatal seluruh tubuh, mendapat Sakit jantung, malaria, ginjal, penyakit kelamin, mendapat penyakit darah tinggi dan merasakan panas sepanjang waktu, tidak pernah merasa dingin sehingga terpaksa diarahkan ke pemadam kebakaran untuk menyiram rumahnya 24 jam. Ini semua dikarenakan perbuatannya yang men-SEKULER dan LIBERALKAN Turki yang dulu Kesultanan Islam. Dia juga pernah mengaku dirinya sebagai Tuhan. Sampai saat ini jenazahnya tidak bisa dikubur di dalam tanah, hanya diselipkan di dalam celah-celah batu marmer.

37.Mirza Ghulam Ahmad (Si Nabi Palsu) : Mati dalam keadaan hina, terkena kolera berkepanjangan, buang air besar terus menerus ditempat tidur. Hal ini terjadi setelah ia melakukan mubahalah dengan Asy-Syaikh Tsana`ullah Al-Amru Tasri yang merupakan seorang ulama muslim dari negeri India yang mengetahui cerita Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku dirinya Nabi. Beliau termasuk salah seorang ulama’ yang paling menentang tegas dan keras tentang keberadan nabi palsu ini.

38. Ariel Sharon Al Yahudi : Mengalami sakaratul maut selama 8 tahun. Dikatakan mati tapi jantungnya berdetak, dikatakan hidup nyaris semua organnya tidak berfungsi. Sharon adalah pemimpin Bani Israil yang pernah membantai 3000 orang Palestina (Sabra) dengan sadis dan brutal.

39. Dracula : Terbunuh ditangan pasukan Turki dengan cara dipenggal. Seorang Murtadin yang menjadi musuh besar kesultanan Turki Usmani. Terkenal sebagai tukang jagal umat Islam dengan cara Penyulaan (Ditusuk lubang anus dengan kayu besar runcing yang panjangnya sekitar 3 sd 4 meter dan kemudian ditancapkan ketanah untuk dipajang jenazah korban).

40. Jan Pieterzoon Coen : Tewas dengan cara dipenggal oleh pasukan Mujahidin gabungan Mataram, Sunda, Jayakarta. Dia adalah Penjagal umat Islam di Banda Naira dan Jayakarta. Terkenal dengan cara penyiksaan yang sadis dan brutal.
Sumber :

SUMBER : 

Kisah Akhir Hidup Kezaliman Mahkluk Makhluk Allah, disadur oleh Kaserun Rahman, Penerbit Lentera Hati Ciputang Tangeran, Tahun 2015.

Sejarah Hidup Nabi Nabi, Disusun oleh Salim Bahressy,Penerbit Bina Ilmu Surabaya, Tahunn 1982.

Dan beberapa tulisan saya yang terdahulu.

RUMAH ASLI KELUARGA BESAR PITUNG (PITUAN PITULUNG) DARI RUMPUN KELUARGA BESAR AL HAJJ ARIA JIPANG JAYAKARTA


Dahulu rumah ini adalah markas besar Mujahidin Jayakarta di Front Barat. Rumah atau wisma ini dinamakan rumah Aria Jipang karena yang mendirikan adalah keluarga besar Al Hajj Aria Jipang atau Aria Penangsang dari Kesultanan Demak Bintoro. Keluarga besar Al Hajj Aria Jipang dalam catatan kitab Al Fatawi telah berada di Jayakarta sejak tahun 1540 Masehi. Salah satu bentuk peninggalan Wangsa ini adalah dengan adanya rumah Jipang. Nama Jipang sendiri diambil dari wilayah kekuasaan Aria Penangsang yang menjadi Adipati Jipang Panolan yang sekarang berada di daerah Cepu.

Rumah ini begitu sangat bersejarah sampai-sampai kronologisnya begitu lengkap hingga tahun 1945. Rumah ini pada masa kemerdekaan bahkan sempat dijadikan sebagai markas perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan RI.

Selama ini orang mengira kalau rumah Pitung yang asli ada di Marunda, padahal rumah tersebut milik Haji Syamsudin yang pernah didatangi oleh 7 orang anggota Pitung. Pituan Pitulung datang untuk memberikan peringatan kepada Haji Syamsudin yang sudah berbuat kurang baik terhadap rakyat dan seorang Kyai yang bernama KYAI/GURU MUSLIM dari Bekasi (makam beliau masih dalam pelacakan).

Rumah Jipang ini posisinya berada di gedung Kompas Gramedia Palmerah Jakarta Barat. Sayangnya keberadaan rumah tersebut sudah tidak ada. KOMPAS GRAMEDIA membeli situs sejarah ini dari kluarga Han Tju Bu yang notabenenya sebenarnya bukan pemilik asli. Justru pemilik asli rumah ini banyak keturunan dari Aria Jipang dan ironisnya mereka yang seharusnya menjadi pemilik rumah ini malah jadi tersingkir. Mereka tersingkir ke beberapa wilayah pinggiran Jakarta. pada masa lalu keturunan Aria Jipang itu sering dipaksa oleh pemilik rumah ini agar pindah, tentu si pemilik rumah mendapatkan bantuan dari penjajah dan centeng-centeng bayaran......pemilik palsu rumah ini dahulunya ternyata memang banyak didukung oleh para Tuan Tanah China dan pemerintah kolonial.

KIitab Al Fatawi mencatat, berapa kali rumah ini berhasil direbut penjajah namun demikian keluarga besar Pituan Pitulung juga pernah berapa kali berhasil merebutnya kembali, hingga pada tahun 1959 rumah ini kembali diambil paksa oleh PKI dan memberikannya kepada keluarga Han Tju Bu hingga akhirnya Kompas pun membelinya.

Tahun 1980 beberapa makam di rumah Jipang ini kemudian dipindah di TPU Grogol Kemanggisan termasuk makam Pangeran Jidar Nitikusuma, Pangeran Ainal Alyasa, Ratu Ayu Suriansah yang merupakan leluhur dedengkot Pitung yaitu Ratu Bagus Muhammad Ali Nitikusuma. Alhamdulillah posisi makam tersebut sudah saya temukan namun sayangnya sudah tertindih makam makam lain.

Tahun 1996 rumah Jipang ini akhirnya dirubuhkan dan berganti menjadi bangunan Kompas Gramedia....hilanglah saksi bisu sejarah orang Jakarta...Kalaupun sekarang ada bangunan yang mirip rumah Jipang dan dijadikan "rumah sejarah" ??? Jakarta, itu tidak bisa menggantikan rumah Jipang yang sesungguhnya.

Ironis....!

BERKAH RAMADHAN UNTUK ORANG CHINA DI HARAPAN INDAH BEKASI BARAT


Memasuki hari pertama di bulan Ramadhan ini ada sesuatu yang menarik yang terjadi di daerah kawasan Harapan Indah Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Bekasi Barat. 

Setiap tahun seperti biasa, memasuki bulan Ramadhan tepatnya pada saat menjelang buka dan menjelang sahur daerah Harapan Indah akan dipenuhi oleh para pedagang dadakan (seperti tahu bulat). Uniknya dari sekian pedagang yang ada banyak didapati mereka yang berasal dari etnis china. Memang setahu kami daerah pemukiman HI ini banyak terdapat etnis china. 

Banyaknya pedagang china di bulan Ramadhan tentu menjadi sebuah pemandangan unik di daerah yang bersejarah ini. Daerah Harapan Indah dahulunya adalah salah satu wilayah yang kental akan nilai sejarah perjuangan. Daerah ini pernah menjadi Medan Satria yang digelegarkan oleh KH Nur Ali dan Kapten Lukas, tidak mengherankan kalau kemudian daerah ini masuk Kelurahan PEJUANG kecamatan MEDAN SATRIA.

Banyaknya pedagang china mengais "rezeki" di bulan Ramadhan sudah berlangsung lama. Bagi masyarakat daerah "HARAPAN" terutama yang muslim hal itu biasa -biasa saja, karena sejak dulu orang Bekasi ataupun Jakarta dalam masalah sosial kemasyarakatan sangat toleran dengan suku manapun.

Mereka para pedagang dari etnis china sekalipun banyak yang kepercayaannya beda, toh saya lihat banyak juga orang Islam yang berbelanja untuk persiapan buka dan sahur. Jika saya amati dari tahun ketahun, makanan dan minuman yang mereka jual sepertinya berasal dari sumber yang sama dengan pedagang yang lain. Paling mudah mungkin mereka mengambil di Pasar Senen atau Pasar Bekasi. Sudah tentu mereka juga akan berhati-hati dalam menjual, mereka juga akan selektif dalam memilih makanan dan minuman mengingat orang Islam sangat berhati-hati dalam urusan seperti ini. Makanan yang umum terlihat dijual mereka biasanya seperti kolak, kue-kue ringan dan juga minuman ringan. 

Adanya pedagang china dibulan Ramadhan saya rasa tidak hanya di HARAPAN INDAH saja. Di beberapa daerah lain saya yakin mereka juga ada dan ini tentu sudah berlangsung lama. Interaksi masyarakat pribumi dengan etnis yang satu ini pada dasarnya cukup baik, hanya saja akibat ulah oknum satu dua orang posisi mereka yang berada di arus bawah terkena stigma yang negatif. Namun dengan adanya Ramadhan ini terlihat sekali harmonisasi mereka dengan masyarakat pribumi.

Sepertinya bulan suci Ramadhan juga memberikan "berkah" terhadap orang-orang china di tanahnya para Pejuang Bekasi ini...

Inilah bentuk toleransi yang sebenarnya...

SEJARAH RAMADHAN DAN SYAWAL PADA MASA FATTAHILLAH DI BUMI FATHAN MUBINA


29 hari di bulan Ramadhan 933 H seluruh pasukan Mujahidin Nusantara dibawah kekuatan Kesultanan Demak, Pasai, Cirebon, Banten, Ternate, Palembang, dan daerah lain menahan diri untuk tidak berperang di Sunda Kelapa, ini demi menghormati keagungan bulan suci Ramadhan. Ini juga atas perintah Majelis Wali Agung (Walisongo) dan Sultan Trenggono. Pasukan Mujahidin diarahkan untuk berjaga-jaga diperbatasan wilayah Sunda Kelapa. Pasukan baru boleh bereaksi jika memang ada serangan dari fihak lain. Sedangkan Portugis sudah berhasil dipatahkan sebelum Ramadhan. Selama 29 hari Sunda Kelapa aman tentram dan barulah pada malam takbiran ribuan pasukan mujahidin memasuki Kraton Marunda Kelapa tempat bertahtanya Ratu Sunda Kelapa yang juga merupakan Bibi dari Fattahilah. Tidak ada pertempuran, yang ada justru pasukan Mujahidin mendapat sambutan hangat rakyat Sunda Kelapa, bahkan Ratu Sunda Kelapa secara ikhlas menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Fattahillah. Pada dasarnya Rakyat Sunda Kelapa pada waktu itu sudah Islam dan ini dibuktikan pada tahun 1512 Masehi mereka ikut jihad suci ke Malaka bersama Demak, Pasai, Palembang dll untuk menghadapi Pasukan Angkatan Laut Kerajaan Katolik Portugis yang membawa misi Gold, Gospel and Glory..

Pada malam yang suci itu yang hadir cukup banyak, diantaranya Maulana Hasanudin Banten, Pangeran Sungereksa Jayawikarta, Pangeran Kuningan Awangga dll untuk menyaksikan penyerahan lambang kekuasaan Sunda Kelapa kepada Fattahillah. Semua berlangsung penuh kekeluargaan mengingat Ratu Sunda Kelapa juga kerabat Fattahillah. Sunda Kelapa pada dasarnya Islam namun pasca dianeksasi pajajaran posisi mereka jadi terjepit di tengah kekuatan Kesultanan demak dan Pajajaran. Namun secara idiologi mereka lebih dekat ke Islam secara politik mereka harus tunduk ke Pajajaran.

Malam itu gema takbir membahana....

Dini hari...saat Fattahillah selesai sholat tahajud beliau kemudian membaca Al Qur'an..saat masuk SURAT AL FATH AYAT 1 FATTAHILLAH mendapat ilham dari Allah agar nama Sunda Kelapa diganti menjadi FATHAN MUBINA. Nama ini juga mengingatkan Fattahillah akan kemenangan perjanjian Hudaibiyah.

Nama ini kemudian diproklamasikan saat Fattahillah menjadi Khotib Idul Fitri pertama di Jakarta pada tanggal 1 Syawal 933 H atau jika dilihat kalender masehi maka hari itu jatuh pada tanggal 1 Juli 1527 Masehi...

Allahu Akbar ! Berdirilah negeri Jayakarta !