Selasa, 26 Januari 2016

100 AKHLAK PRILAKU RASULULLAH SEMOGA KITA BISA MENCONTOH

Al-Imam Jakfar Shadiq RA berkata "Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw."

1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya... tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan denganu mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliauu senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulangan jawabanya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari sesebbvjorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?"
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yangu menyebabkan kebaikan agamau dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkaliu-kali mengatakan, "Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir."
33. Senantiasau menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.u
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.u
37. Tidak pernah mencari-cari aibj orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.
51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah Saw. Beliau selalu mengatakan, "Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!"
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada beliau, Rasulullah Saw pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atauh janji yang baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah Saw sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah Saw memejamkan kedua matanya dan tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah Saw mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seoranpun yang akan mengenalnya.
66. Rasulullah Saw tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk dan makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumny pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Jumat.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudu dan setiap mengambil wudu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian : satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.

MASJID JAMI’ MATRAMAN DALAM, MASJID KUNO JAKARTA YANG PENUH DENGAN SEJARAH YANG MENAKJUBKAN.

Salah satu Masjid yang tidak banyak orang mengetahuinya namun sebenarnya menyimpan "harta karun" sejarah yang luar biasa adalah Masjid Jami' Matraman Dalam. Masjid yang berada di pusat kota Jakarta ini, tepatnya berada di Kelurahan Pegangsaan Kecamatan Menteng Jakarta Pusat, ternyata bila diteliti sejarahnya, banyak hal-hal yang mencengangkan. Oleh karena itu untuk lebih mengetahui bagaimana riwayat singkatnya, dibawah ini kami coba berikan fakta yang berdasarkan buku yang sudah kami susun sejak tahun 2015 yang lalu mengenai sejarah Perjalanan Masjid Jami' Matraman Dalam.
Secara kronologis perjalanan Masjid Jami’ Matraman Dalam adalah sebagai berikut :
1) Rintisan pertama berdirinya Masjid Jami’ Matraman Dalam adalah dengan kedatangan pasukan perang Mataram pada periode 1628 M. Saat itu para pemimpin perang ini adalah Tumenggung Bahurekso, Adipati Ukur, Sura Agul Agul, Kyai Adipati Mandureja, Kyai Adipati Upasanta. Mereka ini melewati jalur darat yang kemungkinan besar melewati jalur Matraman Dalam apalagi saat itu sungai Ciliwung lebih mudah aksesnya dan jalur paling mudah menuju Benteng Batavia (mereka tiba tanggal 22 Agustus 1628). Sedangkan pada tahun 1629 tepatnya tanggal 13 Agustus para pemimpin perang dahsyat periode II telah tiba di Batavia untuk menebus kekalahan perang periode ke I itu, mereka adalah Pangeran Juminah, Pangeran Purbaya, Pangeran Puger, Patih Singaranu. Semua mereka ini masing bergerak dari semua front, baik Front Barat, Front Selatan ataupun Front Timut. Tentu walaupun dalam kondisi perang, sholat Jumat wajib dilaksanakan, apalagi Sultan Agung adalah seorang pemimpin Islam sudah tentu beliau akan memerintahkan untuk membuat Masjid. Sedangkan Front yang terdekat dengan Timur yang dipegang oleh Pangeran Purbaya adalah Matraman Dalam. Sehingga dapat dikatakan Sultan Agung adalah orang yang paling berjasa dalam berdirinya Masjid Jami’ Matraman Dalam.
2) Setelah perang usai para sukarelawan perang Jayakarta-Mataram pada tahun 1629 Masehi berkumpul kembali di basis pertahanan di Matraman Dalam dan kemudian mendirikan masjid yang tentu kesemuanya itu sudah melalui perintah Sultan Agung Mataram dan sebagai tokoh yang paling berperan adalah Ratu Wandansari dan ini adalah hal yang wajar apalagi sejak dulu tingkat kepatuhan prajurit terhadap Sultannya dan kerabatnya sangat tinggi, mereka sangat fanatik dan loyal terhadap keluarga Kesultanan. Sultan adalah garis komando tertinggi dalam melakukan kegiatan apapun sehingga hal-hal yang dekat dengannya juga diiikuti termasuk keberadaan Ratu Wandansari yang merupakan adiknya. Adapun bentuk masjid pada masa itu masih sangat sederhana dan berasal dari kayu-kayu seperti masjid zaman dulu pada umumnya, sedangkan keberadaanya juga bisa digunakan sebagai kegiatan dakwah, basis pertahanan, sumber logistik dan penyusunan strategi untuk melawan penjajah selanjutnya.
3) Dibangun dan diresmikan kedua kalinya pada tahun 1837 Masehi tepatnya bulan Shafar oleh Pangeran Djonet Dipomenggolo bin Pangeran Diponegoro dari Jogyakarta. Pada saat peresmian masjid tersebut, kemungkinan itu terjadi pada hari Jumat, apalagi bila mengingat beliau juga menjadi Imam dan Khotib sholat Juma’at saat pertama kali diresmikan kembali oleh Pangeran Djonet bin Pangeran Diponegoro.
4) Pada tahun 1920 Masehi Masjid Jami’ Matraman Dalam sempat akan dibongkar oleh penjajah Belanda tapi waktu itu berhasil dipertahankan oleh pengurus Masjid Jami’ Matraman Dalam dan para keturunan Mataram yang telah bekerjasama dengan tokoh masyarakat, ulama dan politikus. Pembongkaran yang dilakukan Belanda ini dikarenakan mereka khawatir dengan adanya keberadaan Masjid yang berada dipinggir jalan raya.
5) Pada tahun 1923 Masehi beberapa bagian dipugar terutama pada bagian-bagian yang telah dirusak oleh pemerintah Belanda, namun besar kemungkinan bantuan ini ditolak pengurus masjid dan masyarakat Matraman Dalam mengingat fanatisme keagamaan masyarakat saat itu sangat tinggi dengan nilai-nilai pondasi keislaman yang sudah dibangun oleh para tokoh-tokoh terdahulu masih sangat kokoh.
6) Pada tahun 1930 Masehi masjid kembali dipugar. Masjid Jami’ Matraman Dalam kemudian dibangun kembali oleh sekelompok warga Matraman yang diketuai arsitek dari Ambon bernama Nyai Patiloy. Bahkan Haji Agus Salim yang merupakan tokoh politik yang dikagumi dan seorang guru bangsa juga pernah tercatat ikut campur dalam pembangunan masjid ini.
7) Pada periode 1942 – 1945 Masehi kemungkinan besar Masjid Jami’ Matraman Dalam dipergunakan sebagai wadah perjuangan oleh tokoh-tokoh seperti Bung Karno dan Bung Hatta. Para sesepuh masyarakat Matraman Dalam yang banyak yang mengetahui jika kedua tokoh tersebut sering melakukan kunjungan ke masjid dalam rangka melakukan kegiatan keagamaan.
8) Pada tahun 1943 – 1953 Masjid Jami’ Matraman banyak dikunjungi masyarakat luar, ulama besar, tokoh-tokoh Nasional karena kehadiran tokoh KH Wahid Hasyim yang menjadi tokoh politik dan kemudian menjadi Menteri Agama yang secara kebetulan bertempat tinggal di depan Masjid Jami’ Matraman Dalam.
9)Pada tahun 1955 Gambar Masjid Jami’ Matraman Dalam bentuk tempo dulu terdapat pada buku Sejarah KH Wahid Hasyim bin KH Hasyim Asy’ari. Tertulis nama Masjid tersebut adalah “Masjid Raya Matraman Jakarta”,
10) Pada tahun 1955 – 1960 Masehi masjid Jami’ Matraman Dalam mengalami pemugaran total untuk pertama kali.
11) Pada tahun 1977 Masehi masjid Jami’ Matraman Dalam kembali mengalami pemugaran kembali.
12) Tahun 1980an masjid Jami’ Matraman Dalam banyak menambah fasilitas-fasilitas ruang untuk pendidikan seperti adanya Madrasah, Paud, Kantor Persaudaraan Haji, Ruang Sekretariat dan fasilitas-fasilitas.
13) Pada tahun 1990an masjid mengalami perubahan lantai dan dinding di depan masjid, tempat wudhu dan fasilitas penunjang lainnya.
14)Pada tahun 2014 masjid kembali mengalami pemugaran berupa penggantian lantai dan renovasi sebagian bangunan.
15) Secara umum jika dilihat dari total umur masjid Jami’ Matraman Dalam adalah sekitar 386 tahun sejak selesainya perang Mataram-Jayakarta-Sunda melawan VOC pada tahun 1629 Masehi.
Tercatat Dalam perjalanan sejarah masjid beberapa ulama besar pernah berinteraksi yang diantaranya :
1. Pangeran Joned bin Pangeran Diponegoro (Pejuang Islam dari Kesultanan Jogyakarta)
2. Syekh Abdul Ghoni Kayu Putih (Waliyullah, Guru Pejuang Jayakarta)
3. Habib Ali Kwitang (Paku ulama Jakarta)
4. Habib Salim Jindan (ahli hadist dan orator tangguh)
5. KH Abdullah Syafi'i (Macannya Ulama Betawi)
6. KH Raden Abdullah bin Nuh (ulama besar kelas dunia)
7. KH Alwi bin Ahmad dari Kwitang (orator tangguh)
8. KH Wahid Hasyim, (Menteri Agama Era Soekarno)
9. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)< Presiden RI
10. KH Agus Salim (Diplomat kelas dunia)
11. KH Sirajudin Abbas (Ulama Penulis Buku Aswaja)
12. KH Bisyri Syamsuri (Pendiri NU)
13. Kh Hasyim Adnan (Orator tangguh dan konseptor Dakwah)
14. Habib Syekh bin Ali Al Jufri (Ulama Besar Jakarta)
15. Muallim KH Syafii Hadzami (Ulama Besar Jakarta)
16. KH Fathullah Harun (Ulama Besar Jakarta)
17. KH Nur Ali (Singa Karawang Bekasi)
18. KH Mahrus Ali Lirboyo (Ulama Karismatik NU)
19. KH Wahab Hasbullah (Pendiri NU)
20. Guru Mahmud Romli (Ulama besar Jakarta)
21. KH Muhammad Ali Alhamidi (Ulama Penulis)
21. Habib Hamid bin Hud Al Attas (orator tangguh)
22, KH Adlan Ali (Waliyullah Cukir Jombang)
23. KH Dahlan Nganjuk (ulama karismatik dan sahabat KH Wahid Hasyim)
25. KH Ahmad Syahri (Pejuang Hizbullah)
26. KH Asmuni Marzuki (Ulama Betawi yang tegas)
27. KH Damanhuri Paseban (ulama sufi)
28 KH Sabillah Rosyad (kyai betawi yg sederhana)
29. Habib Seggaf bin Mahdi bin Syekh Abubakar, pimpinan ponpes nurul iman ciseeng (guru penulis)
30. Nyai Sholihah Wahid Hasyim
31. Habib umar al attas melon
32. Habib Salim al attas Selon
33. KH Ibrahiim Husni Dari Palembang
34. KH Tobri Assalam dari masjid al bahri
35. KH Nawawi Abdurahman dari kalibata
36. KH Zaenuddin MZ

Sedangkan ulama yang masih hidup dan pernah mewarnai perjalanan masjid dan wilayah Matraman Dalam adalah :
1. KH Syukron Ma'mun (Ketua FUHAB)
2. Sayyidil Walid Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf (Sesepuh Alawiyyin Jakarta)
3. Abuya KH Syaifuddin Amsir (Ulama besar Jakarta)
4. Abuya KH Maulana Kamal Yusuf (cucu muallim Tabrani )
5. KH Mashuri Baidhowi dari ponpes darul rahman
7. KH Syafi'i Munandar Dari Asyysafiiyah 
8 .Ustadz Idrus bin Alwi dari Kramat (Orator Dakwah)
9. KH Fahrurrazi Ishak (singa podium Betawi)
10. Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf Bukit Duri (Penulis Produktif dan Ketua Majelis Zadul Maad
11. Habib Riziq Shihab (Imam Besar FPI)
12. KH Musfik Amrullah 
13. KH Sholahuddin Wahid 
14. KH Fathullah Harun 
15. Habib Ahmad bin Noval bin Jindan 
16. KH Manarul Hidayat 
17. Ustadzah Tuti Alawiyah
18. KH Nuril Arifin Depag 
19. KH Salim Na'ih (ulama betawi)
20. Habib Jindan bin Novel.
21. KH Yunus Sasi dari cililitan 
22. KH Muhammad Ali Syafi'i dari Cirebon
23. Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf 
24. Habib Ali bin Abdurrahman bin Muhammad Kwitang 
25. KH Arifin Ilham
26. KH Sumarno Syafii
27, Prof.Dr. Ahmad Thib Raya MA.

Dan masih banyak lagi yang lainnya yang bila kami total dengan yang masih hidup, kurang lebih 70 ulama besar yang pernah mewarnai perjalanan masjid serta wilayah Matraman Dalam ini, belum lagi dengan tokoh-tokoh politik yang berada di sekitar masjid seperti Bung Karno, Bung Hatta, Margono (kakek Prabowo), Obama, Aisyah Hamid Baidowi, dll....
Adapun Puncak kebesaran dan kejayaan dari masjid ini terjadi antara tahun 1942 s/d 1960an dimana pada waktu itu masjid Jami Matraman Dalam sering diadakan Halaqah yang dihadiri ulama-ulama dan guru Sejakarta, termasuk rombongan Habib Ali Kwitang dan juga pejabat-pejabat negara.
Yang juga sangat menarik, berdasarkan beberapa informasi yang kami peroleh, masjid ini ternyata sering direkomendasikan oleh beberapa ulama khos kepada beberapa jamaahnya untuk didatangi dan diziarahi,bahkan beberapa keluarga Dzurriyah Kesultanan dari Jawa yang mengerti sejarah masjid ini, sering datang mendadak dan bertafakur sejenak, entahlah ada apa didalam masjid ini, tidak jarang ditengah malam ada beberapa orang yang melakukan tafakur dimasjid yang masih terasa nuansa kekunoannya, kami sendiri pernah merasakan suasana tafakur di salah satu tempat Bung Karno dan juga Pangeran Joned anak dari Pangeran Diponegoro, sayangnya sekarang tempat itu jadi jalur keluar masuk sebuah ruangan.
Masjid ini memang penuh dengan sejarah yang menakjubkan, tidak heran sampai pada halaman ke 543 saya belum berhasil menyelesaikannya dikarenakan banyaknya data-data baru yang telah saya peroleh....
Wallahu A'lam bishhowab....
Sumber :
Iwan Mahmud Al-Fattah, Masjid Jami Matraman Dalam Dan Sekitarnya (Sisi Lain Dahsyatnya Sejarah Islam Di Pusat Kota Jakarta), Jakarta : Penerbit Ikrafa, 2016, hlm 464 – 467.

NASEHAT IMAM SYAFI'I TENTANG ORANG-ORANG YANG JAHIL

Imam Syafi’i berkata :
1. “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”
2. “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”
3. “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”
4.“Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”

TOKOH MUSLIM SPEKTAKULER “Khairuddin Barbarossa”- MUJAHID YANG DICEMARKAN FIHAK BARAT

Dahulu ketika kakak saya menamakan anaknya dengan nama Barbarossa, saya sempat heran dan sempat bertanya kepada dia, "dari mana itu kamu peroleh nama tersebut ?" kok seperti nama orang Spanyol ?, apa itu tidak Islami ? kenapa tidak nama Nabi atau Sahabat ? kakak saya kemudian menjawab, itu adalah Pahlawan Besar Islam, dan saya sangat mengagumi keberaniannya dalam pertempuran di laut, dia itu bernama Khoirudin Si Janggut Merah. Pahlawan Perang Islam. Rupanya semasa hamil istrinya, kakak saya terilhami untuk menamakan anaknya dengan nama Barbarossa. Sontak ketika dia menamakan anaknya dengan nama BARBAROSA banyak juga yang yang khawatir kalau anaknya nanti menjadi "nakal" karena dimata keluarga saya, nama BARBAROSA ADALAH BAJAK LAUT YANG GANAS.
Sepertinya Kakak saya sangat begitu mengagumi nama yang satu ini, sehingga akhirnya dia menamakan anak laki-lakinya Imam Barbarosa, rupanya kakak saya lebih dahulu tahu tentang nama Pahlawan Islam ini ketimbang saya dan itu sudah berlangsung sejak 18 tahun yang lalu.....
Sayangnya Di Barat, namanya tercatat sebagai bajak laut kejam berjenggot merah yang menguasai lautan luas. Tapi dalam sejarah Islam, namanya harum sebagai laksamana penjaga wilayah Khilafah Utsmani Turki yang perkasa
Barbarossa artinya janggut merah. Orang besar yang berjanggut merah dalam sejarah dunia ada tiga, yaitu kaisar Frederick I Romawi (1123-1190) dan kakak beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki.
Islam pernah mengisi peradaban tingkat tinggi di Andalusia, kebudayaan, filsafat (sains) dan teknologi (terutama struktur dan arsitektur) lahir di wilayah semenanjung Iberia (Spanyol) tersebut. Thariq bin Ziyad yang membawa misi Islam diabadikan menjadi nama gunung di semenanjung tersebut, yaitu Jabal Thariq yang diucapkan orang barat menjadi Gibraltar (kini berada di bawah kekuasaan Inggris). Sebuah gunung di dekat selat yang menghubungkan samudera Atlantik dengan Laut Tengah. Bangsa barat (Eropa) tercengang dengan kemajuan Andalusia, Cordoba, Granada dan Sevilla setelah dipimpin Bani Abbasiyah pada tahun 756M. Umat Islam, Kristen dan Yahudi hidup rukun selama dua abad lebih di saat itu.
Selama era Perang Salib ini,Eropa melancarkan misi Reconquista yaitu misi penaklukan kembali wilayah-wilayah Eropa. Satu persatu kota-kota dengan peradaban tinggi mulai jatuh, Lisboa, Merida, Cordoba, Valencia, Murcia, Sevilla dan puncaknya Granada jatuh di tahun 1492M. Bangsa Moor di wilayah Andalusia tersebut terpaksa hengkang ke Afrika utara karena misi Reconquista dilanjutkan dengan misi inkuisisi yaitu pembersihan kaum muslim, sebagian murtad dan sebagian lagi bersembunyi di pegunungan. Misi ini memuncak ketika raja Ferdinand II dari Aragon menikah dengan ratu Isabella dari Castille, dan selanjutnya dikenal sebagai Ferdinand V of Castille. Ferdinand merupakan seorang Khatolik yang fanatik. Kaum muslim dan Yahudi dibersihkan selama masa kepemimpinannya. Masjid Cordoba yang bertiang 1000 buah kini menjadi gereja, begitu pula Alhambra hanya tinggal kenangan. Reconquista diteruskan ke arah Afrika utara dan ke arah timur yang menjadi tujuan utama, yaitu tanah suci Jerusalem. Jatuhnya Andalusia ini sampai ke Turki yang saat itu dipimpin oleh Sulaiman I yang telah berhasil menaklukkan Byzantium.
Aruj adalah seorang pelaut biasa yang biasa berlayar di wilayah perairan Yunani dan Turki. Suatu hari kapalnya diserang kapal militer St. John of Jerusalem atau biasa disebut sebagai Knight of Rhodes, kejadian ini membuat adik bungsunya terbunuh. Sejak saat itu Aruj dan Khairuddin melakukan aksi bajak laut kepada semua kapal-kapal militer Kristen. Aksi ini sangat menggemparkan dan sangat ditakuti militer Kristen, dikenal sebagai bajak laut Barbarossa Brothers karena keduanya berjanggut merah. Makna negatif Barbarossa dipropagandakan hingga sekarang, misalnya perampok pada komik Asterix dan film Pirates of Carribean yang selalu sial, meskipun settingnya tidak sama (mungkin tawa anda sekarang menjadi kecut).
Misi dendam Aruj akhirnya berubah menjadi misi perjuangan Islam setelah mendengar jatuhnya Andalusia. Puluhan ribu bangsa Moor (bahkan yang mengungsi di pegunungan) berhasil ia selamatkan ke negeri-negeri Afrika utara seperti Maroko, Tunisia dan Aljazair, selain itu Aljazair dijadikan basis pertahanan lautnya.
Penguasa Aljazair tidak seramah sultan di Tunisia, Sultan Salim at Toumy malah mengusir Barbarossa ketika sedang bertempur dengan pasukan Kristen Spanyol. Aruj mengambil keputusan mempertahankan Aljazair dan akhirnya memimpin kota pelabuhan tersebut atas nama kesultanan Turki. Pada tahun 1518 Spanyol berhasil menghasut Amir kota Tlemcen (Tilmisan) untuk menentang Aruj, Aljazair ia serahkan kepada Khairuddin dan ia berangkat ke Tlemcen yang ternyata di sana ia malah berperang dengan saudara sendiri yang sesama Islam, pasukannya tercecer dan Aruj sempat lolos, namun banyak pasukannya tertangkap. Karena hubungannya dengan anak buahnya yang lebih dari sekadar kepentingan Aruj kembali bertempur dan gugur.
Gugurnya Aruj menjadikan pimpinan armada laut Turki pindah ke Khairuddin dan Spanyol mengira era Barbarossa telah berakhir di Laut Tengah. Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair, pertempuran hebat terjadi, namun Khairuddin berhasil mengalahkan pasukan laut tersebut. Ia sadar terlalu banyak ancaman dari negeri sekelilingnya selain ancaman utama Spanyol, hingga akhirnya Khairuddin meminta melalui Aljazair supaya Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kekuasaannya atas nama daulat Utsmani Turki, mereka pun setuju, hingga pada tahun 1519 Turki mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakler Baik) atau wakil Turki di Aljazair dan memimpin pasukan Janissary, pasukan khusus militer Turki. Selama Khairuddin mempimpin, penyelamatan bangsa Moor di Andalusia semakin banyak dilakukan, tercatat 7 kali pelayaran dengan 36 kapal.
Kristen Eropa menjadi puyeng dengan gemilangnya Sulaiman I dari Turki, menguasai daratan dengan pasukan Janissary-nya dan menguasai Laut Tengah oleh Barbarossa, sang adik dari Aruj. Tahun 1529 di pulau Penon saat adzan berkumandang orang Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid, terjadilah peperangan dan akhirnya setelah 20 hari pulau tersebut dikuasai Khairuddin. Di daratan Sulaiman I mengejar mimpinya menaklukkan Wina, Austria, sebanyak dua kali serangan diluncurkan namun keduanya gagal. Pasukan Turki yang kembali pulang sempat meninggalkan beberapa karung kopi yang kemudian mengubah aturan Paus Roma yang sebelumnya mengharamkan minuman yang diminum kaum muslim. Kemudian mereka menyebut itu sebagai cappuccino.
Di tahun yang sama Andrea Doria di Genoa berhasil merestorasi Republik Genoa dan bersekutu dengan Charles V Spanyol dan melanjutkan misi reconquita berperang dengan Sulaiman I dan Barbarossa yang menguasai perairan Laut Tengah. Kaum Eropa menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol, bahkan bendera yang diusung adalah berwarna hijau berisi kaligrafi doa Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril mu’miniin ya Muhammad, empat nama khulafa ur rasyidin, pedang Zulfikar dan bintang segi enam Yahudi.
Charles V yang berusaha dengan menarik Knights of Rhodes ke pulau Malta pun gagal membendung penguasaan Barbarossa atas Laut Tengah. Turki kagum atas prestasi Barbarossa, diangkatlah menjadi panglima Laut (Kapudan Pasha) daulat Utsmani dan membenahi angkatan Laut Turki.
Pada tahun 1535 gabungan sekutu Charles V dan Andrea Doria yang berubah nama menjadi Knight of Malta menyerang dan merebut Tunisia dengan 25.000 lebih pasukannya dalam 500 kapal. Pertempuran tidak imbang dan Tunisia jatuh ke tangan Spanyol. Barbarossa meskipun kalah di tahun-tahun selanjutnya berhasil menguasai kepulauan Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis dan Spanyol di selat Gibraltar.
Tahun 1538 sekutu gabungan Italia Spanyol berperang di Preveza, tepatnya di teluk Actium tempat pertempuran Octavian melawan Antonius dan Cleopatra dahulu kala. Preveza kala itu merupakan pelabuhan penting di Laut Tengah. Andrea memimpin 40 kapalnya dan Barbarossa dengan 20 kapal, tapi dengan kecerdikan Barbarossa atas informasi telik sandinya, pada pagi hari armada Barbarossa telah siap di mulut teluk Preveza dari tiga arah dan membombardir armada Andrea hingga mundur dari pertempuran. Barbarossa tak ingin berperang di laut lepas karena kapal-kapal armada laut Spanyol memiliki manuver yang lebih canggih.
Serangan ke Aljazair oleh sekutu Charles V dan Andrea Doria berlanjut tiga tahun kemudian dengan 200 kapal di luar musim berlayar yang biasanya karena kekhawatiran diserang Barbarossa dari belakang. Rakyat Aljazair di bawah pimpinan Hasan Agha bertempur mati-matian mempertahankan negerinya. Charles V tak mengira pertahanan dan strategir perang Aljazair yang matang, hingga armadanya kacau balau selain itu juga dihantam badai laut yang dahsyat. Andrea Doria dan Charles V berhasil selamat, dan kembali ke negerinya dengan kekalahan pahit.
Saat Prancis berperang dengan Spanyol, Prancis bersekutu dengan Turki, Barbarossa pun berangkat ke Marseilles untuk merebut Nice. Pulang dari Nice Barbarossa kemudian berangkat ke Genoa untuk membebaskan ajudan kepercayaannya, Turgut Reis.
Tahun 1565 Barbarossa berusaha menaklukkan Malta dari tangan Knight of St. John, di pertempuran ini Khairuddin gugur, kemudian dimakamkan di Istanbul serta didirikan masjid dan madrasah, hingga kini makam tersebut masih ada.

DRAKULA, FAKTA SEJARAH TRAGEDI UMAT ISLAM YANG DIMITOSKAN BARAT, KISAH KEBIADABAN PANGLIMA PERANG SALIB YANG DISEMBUNYIKAN

Jika menyebut nama yang satu ini pasti sebagian besar bangsa kita hafal dengan kisahnya, terutama kalau kita menonton beberapa film yang dibuat di Hollywood dan juga beberapa novel serta juga komik-komik yang bertebaran dan mudah kita dapati. Dalam kisah-kisah tersebut sosoknya sering digambarkan sebagai seorang Vampir Penghisap Darah manusia dan sering berubah wujud menjadi Kalelawar. Pengembangan dari kisah dari Dracula bias kita lihat dengan banyaknya film-film horror yang bertemakan Zombi, dia juga sering diidentikkan dengan Srigala-srigala yang melolong. Fakta ini juga semakin diperkuat oleh Wikipedia yang menulis jika Dracula adalah fiksi. Yang lebih “hebatnya” lagi Dracula dalam beberapa film-film yang ada hanya bisa kalah hanya dengan diperlihatkan Salib. Padahal sesungguhnya manusia ini kelak diakhir hidupnya terbunuh oleh Tentara Islam dari Kesultanan Turki Usmani. Kalau kita mau secara teliti mempelajari siapa sebenarnya manusia satu ini, sesungguhnya dibalik namanya tersebut telah tersimpan sebuah kisah yang mengerikan, menggidikkan bulu roma dan penuh dengan berbagai peristiwa tragedi berdarah yang mencekam terutama bagi umat Islam. Kekejaman dan kesadisannya bahkan tidak bisa ditandingi oleh diktator manapun walaupun sekelas Hitler, Stalin, Pol Pot, Ariel Sharon, Milosevic, George Bush dan Tirani-tirani dunia lainnya. Sampai sekarang rekor kekejamannya belum ada yang mampu menyainginya. Sehingga sangat wajar jika manusia yang satu ini disebut Iblis Sejati berbentuk manusia.
Selama ini kita telah terbuai dengan sosoknya yang seolah-olah mitos padahal sebenarnya sosok ini adalah fakta sejarah yang nyata dan sebagai fihak yang bertanggungjawab dalam “mensosialisasikan” dirinya adalah fihak Barat. Lagi-lagi kita tertipu dengan barat yang memang sejak dulu tidak begitu simpatik dengan perkembangan Islam di negeri-negeri mereka, ini dibuktikan dengan adanya beberapa “penipuan” dalam bidang sejarah. Seharusnya sosok tersebut menjadi Pembantai justru disebut “Pahlawan”, seharusnya sosok itu Pahlawan justru disebut Penjahat, seharusnya sosok tersebut adalah ulama dan pejuang justru digambarkan sebagai pecundang, dan anehnya banyak yang percaya dengan informasi-informasi yang diberikan mereka baik itu melalui film, “seminar ilmiah” maupun buku-buku yang katanya bernilai “sejarah”. Inilah kelicikan barat dalam memberikan informasi sejarah kepada dunia. Dan seperti biasanya sasaran tembak mereka yang paling utama adalah Kaum Muslimin. Barat sepertinya tahu jika Umat Islam lemah terhadap sejarahnya maka, umat Islam akan sangat mudah dikuasai dan diceraiberaikan. Dengan buta akan sejarah maka bisa dipastikan Umat Islam akan kehilangan identitasnya dan kemudian menjadi minder akan dirinya sendiri dan akhirnya menutup diri untuk terlibat dalam perkembangan dan peradaban manusia.
Salah satu penipuan sejarah yang nyaris tidak terungkap adalah Sejarah tentang Drakula. Padahal kisah manusia laknat yang satu ini adalah benar adanya. Selama ini kisah hidup Drakula diliputi mitos. Sosoknya seolah antara ada dan tiada. Kekejamannya dianggap hanya imajinasi BRAM STOKER dalam novelnya yang berjudul “DRAKULA”. Inilah yang membuat dirinya dianggap sebagai legenda cerita dari mulut ke mulut. Padahal sejarah hidup Drakula merupakan sejarah kegelapan abad pertengahan. Kisah hidupnya adalah kisah banjir darah.
Lantas bila halnya demikian lantas siapakah sebenarnya DRAKULA ini ?
Drakula adalah anak dari seorang Bangsawan Kerajaan Wallachia yang bernama Basarab. Basarab sendiri adalah anak tidak sah dari Mircea penguasa Kerajaan Wallachia. Kerajaan Wallachia terletak antara Kerajaan Hongaria dan Kesultanan Turki Usmani. Wallachia kini berada di wilayah negara Rumania. Sebelumnya Wallachia dikenal dengan nama Vlachs sebuah daerah yang terletak di antara Sungai Danube dan Pegunungan Carpathia. Disebelah selatan Sungai Danube terletak negara Bulgaria dan disebelah Selatan terdapat wilayah yang bernama TRANSYLVANIA. Wallachia adalah merupakan kota tua. Awalnya daerah ini merupakan bagian kekaisaran Romawi Kuno. Wilayahnya yang berada ditengah-tengah antara Eropa dan Asia Kecil menyebabkan banyak kerajaan-kerajaan besar ingin menguasainya. Dari tempat ini pasukan perang bisa menyebar ke arah utara menuju negeri-negeri Balkan dan Jerman, Ke Selatan menuju Yunani dan Turki. Pada kurun selanjutnya daerah Wallachia menjadi rebutan antara Bizantium dan orang-orang Turki.
Adapun nama sebenarnya dari DRAKULA adalah Vlad III atau Vlad Tepes. Drakula dilahirkan pada Bulan November atau Desember 1431 M dibenteng Sighisoara Translyvania Rumania. Pada saat ia lahir, ayahnya , Basarab/Vlad II diangkat menjadi Gubernur militer Transylvania oleh Raja Hongaria yang bernama Sigismund. Oleh Raja Hongaria, Vlad II atau Basarab dijadikan anggota ORDE NAGA dalam rangka PERANG SALIB. ORDE NAGA adalah pasukan khusus yang berada di garda terdepan untuk menghadapi pasukan Islam. Pendidikan mereka sangar rahasia dan terdiri dari orang-orang terbaik. Lambang Orde Naga adalah berupa SEEKOR ULAR NAGA DENGAN SAYA TERLENTANG LUAS DAN EKORNYA BERGULUNG DILEHERNYA, DIBELAKANG TERPANCANG SALIB MERAH St.GEORGE. Gambar Naga mewakili simbol binatang buas dan salib yang melambangkan kemenangan Kristus. Sebagai bukti bahwa VLAD II/ BASARAB merupakan anggota Orde Naga, kemanapun pergi VLAD II selalu memakai lencana Orde tersebut. Karena ciri khas itu selalu melekat pada Vlad II maka orang-orang Wallachia memanggilnya dengan sebutan Vlad Drakul. Dalam bahasa Rumania “DRACUL” berarti NAGA, jadi VLAD DRAKUL berarti VLAD SANG NAGA.
Lantas dari mana nama DRAKULA berasal ?
Akhiran “ULEA” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Dari kata tersebut VLAD III atau VLAD TEPES dipanggil dengan VLAD DRAKULA (dalam bahasa Inggris DRACULEA dilafalkan menjadi DRACULA yang berarti anak dari VLAD DRACUL. Dan sejak saat itu VLAD III terkenal dengan nama DRACULA, sebuah nama yang telah melumuri abad pertengahan dengan noda hitam.
Kisah kekejaman Dracula sendiri dimulai sejak jatuhnya Kerajaan Wallachia ketangan Sultan Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II). Sebagai bangsawan Wallachia yang termasuk ahli waris kerajaan, Basarab atau Vlad II menggunakan kesempatan tersebut dengan bersikap netral, terjadinya intrik kerajaan Wallachia dia gunakan sebaik mungkin, sehingga dengan sikapnya Kerajaan Hongaria sangat marah. Jatuhnya Wallachia ketangan Turki Usmani menyebabkan Vlad II mengirim dua anaknya yang bernama Randu dan Dracula ke Turki sebagai jaminan. Saat itu Dracula berusia 11 tahun.
Pada saat di Turki ini sifat kejamnya mulau terlihat. Dracula sering menangkap tikus dan burung , setelah tertangkap binatang-binatang tersebut kemudian ditusuk dengan tombak-tombak kecil. Drakula sangat senang ketika melihat binatang-binatang tersebut menggelepar sekarat, karena begitu girangnya tak jarang dia tertawa terbahak-bahak. Drakula tumbuh dewasa menjadi seorang pembangkang, tingkah lakunya tak jarang membuat pasukan kesultanan Turki Jengkel. Akibatnya , Drakula sering mendapatkan hukuman. Ketika mendapat hukuman dia tidak melawan tapi dalam hati dia memendam dendam yang sangat besar, inilah yang kelak membuatnya sangat membenci orang-orang Turki.
Agar tidak bertambah “liar” pengasuhnya memasukan Dracula ke madrasah untuk belajar ilmu agama. Kalau adiknya tekun mempelajari pelajaran di madrasah. Dracula justri sering mencuri waktu untuk melihat pelaksanaan hukuman mati di alun-alun. Drakula begitu menikmati setiap penjahat atau penghianat di pancung. Dia sangat senang ketika kepala-kepala tanpa badan dipancang pada tombak.
Selama berada di Turki, Dracula memeluk agama Islam, begitu pula dengan adiknya. Dia memeluk Islam bukan untuk mempelajarinya agar bisa menjadi muslim yang sejati, tapi semata-mata untuk tujuan politiknya.. Dengan memeluk Islam maka Drakula tidak diperlakukan sebagai tawanan lagi sehingga dia dipindahkan dari Callipoli ke kota besar Andrinople, dengan kebebasan untuk menyusuri kota Turki. Dengan kebebasan tersebut dia bisa menjelajahi, menghirup harumnya rempah-rempah dan keluar masuk barak militer.
Kebebasan tersebut betul betul dimanfaatkan DRACULA untuk belajar ilmu militer sehingga dia menguasai seni perang dan jago bertempur sehingga pada waktu itu sulit mencari tandingannya. Dan yang paling terlihat pada masa itu adalah naluri membunuhnya. Bisa dikatakan bahwa Dracula telah tumbuh menjadi pembunuh berdarah dingin sejak usia remaja.
Kemajuan-kemajuan yang diperoleh DRACULA ini ternyata telah menari perhatian SULTAN MUHAMMAD II/MUHAMMAD AL-FATIH (Sultan Mehmed II). Sang Sultan kemudian menikahkan Dracula dengan salah satu kerabatnya. Dengan pernikahan ini Sultan Muhammad Al Fatih berharap Dracula bisa menjadi Panglima Perang Turki Usmani. Dracula memang diakui cukup cerdas, sebagai tawanan dia menggunakan kesempatan tersebut untuk mempelajari kelemahan dan kekuatan musuhnya. Dia serap sisi positif ketrampilan militer Turki. Sementara sis negatifnya dia simpan sebagai pukulan terakhir untuk menyerang balik musuhnya.
Sikap licik Dracula bertolak belakang dengan sikap Radu, adiknya. Mereka ibarat langit dan bumi, minyak dan air. Randu tumbuh menjadi pemeluk Islam yang taan. Dia mempelajari segala ilmu pengetahuan yang ada di Turki sembari mengembangkan ilmu militernya. Randu terkenal akan sikap bijaksanannya. Inilah yang membuat dia banyak mendapatkan simpati dari pembesar-pembesar Turki Usmani.. Melihat kenyataan ini kebencian Dracula pada diaknya dan orang Turki semakin menjadi jadi.
Semakin dewas kegemaran Dracula semakin menjadi. Bisa dikatakan dia telah kecanduan. Jerit Korban yang sekarat, darah yang muncrat ketika pedang ditebaskan seakan menjadi hiburan yang tidak ada tandingannya. Bila sehari saja tidak ada hukuman mati maka dia akan segera menangkap burung, tikus, kecoak, laba-laba dan kemudian menyiksanya sampai mati dengan cara ditusuk seperti tukang sate menusuk irisan daging kambing.
Bibit kekejaman rupanya dia dapatkan di Wallachia. Di Kota tersebut pembantaian sudah menjadi tontonan sehari-hari. Sebelum kedatangan Turki, seorang raja yang semalam berkuasa pagi harinya kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak. Seolah udara kota tersebut selalu anyir oleh bau darah. Dan Dracula yang masih kecil melihat kekejaman demi kekejaman itu. Bibit kekejaman itu kemudian dia bawa ke Turki.

Selain terkenal kekejamannya, Dracula juga menyukai perempuan. Bisa dikatakan nafsunya terhadap perempuan sama besarnta dengan nafsu membunuhnya. Ketika malam, dia sering menyelinap pergi ketempat pelacuran-pelacuran illegal yang berada di pinggir kota. Sepanjang malam dia berada ditempat tersebut sehingga paginya pulang dengan setengah merangkak karena kelelahan. Begitulah masa kecil dan remaja Dracula.
Kisah kekejamam Dracula yang mengerikan akhirnya dimulai saat dia berhasil menjadi penguasa Wallachia. Dracula penjadi penguasa Wallachia tahun 1456 – 1426 M dan juga pemerintahannya yang kedua yaitu tahun. Pada masa pemerintahannya ini Dracula telah membantai 300.000 umat Islam. Jumlah ini tentu sangat besar dan fantastis bila melihat jumlah penduduk dunia pada masa itu. Dapat dikatakan jumlah tersebut merupakan jumlah yang setara dengan rekor para penjahat perang dunia kedua seperti Stalin ataupun Hitler. Bahkan sebagian Sejarawan Eropa mengatakan bahwa jumlah tersebut bisa bertambah dengan korban-korban dari berbagai fihak termasuk rakyat Wallachia.
Masa pemerintahan Dracula merupakan masa teror yang mengerikan. Naluri kekejamannya benar-benar tersalurkan ketika menjadi penguasa Wallachia. Kurang setahun dari kekuasaannya dia telah membunuh ribuan orang. Para Tuan Tanah dan sanak kerabat penguasa Wallachia sebelumnya dibunuh dengan cara yang belum ada sebelumnya, yaitu DISULA. Disula adalah pembunuhan dengan cara KORBAN DITUSUK DARI BAGIAN DUBUR DENGAN TIANG PANCANG SEBESAR LENGAN DEWAS, SETELAH TIANG PANCANG MASUK, KEMUDIAN SULA TERSEBUT DIPANCANGKAN SEHINGGA TUBUH KORBAN AKAN TURUN SEDIKIT DEMI SEDIKIT HINGGA TEMBUS SAMPAI KEPALA, MULUT ATAU BAGIAN TUBUH LAIN.
Dracula benar-benar melakukan “reformasi” paling berdarah dalam sejarah abad pertengahan. Akibat kekejamannya itu para pangeran dan bangsawan Wallachia serta perampok-perampok menjadi ketakutan karena kekejamannya. Dia tidak hanya membunuh bangsawan dan rakyat Wallachia yang tidak mau mengikuti perintahnya, terhadap umat Islam bahkan sikap lebih mengerikan lagi. Pada waktu itu negeri Wallachia banyaklah dikunjungi dan ditempat tinggali orang Islam dari berbagai negara, dan yang paling terbanyak adalah penduduk Turki. Kepada umat Islam dia banyak memberikan siksaan yang luar biasa kejamnya. Sikapnya yang kejam ini bahkan kemudian digunakan oleh Pasukan Salib dalam menghadapi Kesultanan Turki Usmani, Bisa dikatakan Dracula adalah salah satu Panglima Perang Salib yang cukup diandalkan oleh Pasukan Salib yang terdiri dari negara-negara Eropa.
Diantara metode kekejaman dan siksaan pernah yang pernah Dracula lakukan pada umat Islam Turki adalah sebagai berikut :
1.Penyulaaan : inilah metode penyiksaan yang paling dia senangi, Sula merupakan kayu sebesar lengan dewas yang ujungnya runcing, alat ini biasanya digunakan oleh Dracula untuk menusuk seseorang melalui dubur atau (maaf.....liang kemaluan wanita). Biasanya si Korban ditidurkan telentang diatas meja dalam keadaan telanjang tanpa pakaian sehelaipun. Kemudian tiga arau empat prajurit memegangi kaki dan tangan korban untuk memudahkan penyulaan. Setelah mulailah sula dimasukan kelubang dubur dan aurat wanita. Setelah masuk kedalam badan korban, sula kemudian dipancangkan di atas tanah dalam keadaan tegak lurus, tentu saja ini akan menyebabkan korban akan turun dengan pelan mengikuti gerak badannya, ada yang tembus sampai kepala, ada yang sampai mulut ada juga tembus sampai perut. Penyulaan ini dilakukan tanpa pandang bulu termasuk anak kecil, bayi, orangtua tanpa pandang bulu. Siksaan Penyulaan ini bahkan membuat Drakula terbahak bahak bahkan dia menyaksikan sambil makan siang. Bisa dibayangkan bagaimana lolongan para korban yang disiksa dengan Penyulaan ini. Setiap rintihan korban biasanya akan dinikmati oleh manusia laknat ini, dia juga senang melihat mereka yang sekarat sambil melihat tetesan darah si korban. Semua ini dilakukan oleh Dracula beserta para prajuritnya dengan tenang dan dingin. Penyiksaan dengan metode penyulaan yang mengerikan bahkan pernah dilakukan oleh 20.000 prajuritnya kepada kaum muslimin berjumlah 30.000 orang hanya dalam satu malam !. Tujuan penyulaan ini adalah untuk teror mental kepada prajurit Turki yang akan menyerang Kerajaan Wallachia karena mendengar sepak terjangnya yang sudah kelewat batas. Untuk mematikan semangat pasukan Turki Usmani, bahkan sesudah penyulaaan, mayat-mayat kaum muslimin yang terdiri dari para prajurit, orang tua, wanita, anak kecil, bayi, dipajang secara memanjang mengikuti alur sungai. Mayat-mayat tersebut bahkan dipajang dengan tanpa pakaian sehelaipun. Dan perlu diketahui penyulaan itu dilakukan setelah sebelumnya kaum muslimin digiring selama berhari-hari tanpa makan dan minum dalam keadaan telanjang !. sehingga banyak dari mereka yang kelaparan dan mati diperjalanan, tidak jarang banyak dari mereka yang makan tikus karena begitu laparnya, sedangkan dalam perjalanan berhari-hari tersebut mereka dirantai dan tidak diberikan minuman ataupun makanan, tawanan yang masih hidup ditempat penyulaaan kebanyakan terdiri dari prajurit yang tertawan. Drakula sepertinya memang ingin menghinakan kaum muslimin dengan cara membuat mereka telanjang dan kelaparan sebelum dibantai habis. Sepertinya Drakula tahu bahwa aurat bagi kaum muslimin adalah hal yang terhormat, sehingga cara untuk menghinakan kaum muslimin adalah dengan menelanjangi mereka dan kemudian disiksa secara kejam tanpa ada belas kasihan.
2.Pemotongan Payudara Perempuan dan Merusak Organ Vitalnya : Dracula tidak pernah pilih kasih dalam melakukan penyiksaaan termasuk terhadap perempuan. Siksaan terhadap perempuan yang disukai oleh Drakula selain penyulaaan adalah mengerat Payudara. Korban diikat di atas meja dengan kuat dalam keadaan telanjang. Kemudian Dracula mengamati tubuh si korban dan ujung rambut sampai ujung kaki. Setelah puas dia akan mengeluarkan pisau kecil yang selalu dibawa-bawanya dari sarungnya. Pisau itu berkilatan terkena sinar matahari. Dengan ketenangan yang luar biasa seperti ahli bedah yang berpengalaman Dracula mulai mengerat si korban. Bisa dibayangkan korban akan teriak histeris karena kesakitan. Tapi Dracula melakukan pekerjaannya dengan tenang dan tanpa merasa terganggu. Setelah satu payudara selesai dikerat dia meletakkkan di meja yang di dekatnya, kemudian melanjutkan mengerat payudara yang satunya.. Bila korban pingsan maka dia akan menungggu siuman atau menyuruh prajuritnya membangunkannya. Baginya menyiksa korban tanpa rintihan atau lolongan kesakitan tidak akan memuaskan hati. Setelah payudara wanita itu dikerat kemudian dia akan menguliti seluruh kulit wanita tersebut. Baru setelah selesai dia akan mencuci tangan yang berlumuran darah dibaskom yang telah disediakan pelayannya. Yang lebih sangat mengerikan, istrinya yang dari Turki bahkan dia perlakukan dengan cara seperti ini bahkan lebih biadab dan bengis. Puaskah Dracula ? Belum ! bila korban masih hidup Drakula akan merusakn Liang aurat kemaluan wanita malang tersebut dengan kayu kurang lebih sepanjang 30 cm, yang beratnya selengan bayi. Ujung kayu tersebut diruncingkan seperti SULA. Jika melihat wanita tersebut meronta dan melolong lolong maka semakin gembiralah hati Drakula. Entah darimana Drakula belajar cara penyiksaan seperti ini. Para pakar psikologi pun belum dapat menyimpulkan penyakit kejiwaan yang diderita Drakula ini, namun mereka sepakat jika Drakula merupakan seorang Psikopat yang maniak dan haus darah.
3.Merebus Korban Hidup-hidup : Penyiksaan dengan cara merebus korban hidup-hidup biasasanya dilakukan di Ibukota Wallachia. Sebuah bejana besar kira-kira berdiameter 2 meter diletakkan di atas tungku yang berada di alun-alun. Bejana tersebut diisi air, setelah penuh kayu bakar dinyalakan. Sambil menunggu air mendidih para korban dikeluarkan dari dalam penjara kemudian diarak menuju alun-alun. Biasanya setelah air mendidih Dracula akan memberikan tanda kepada prajuritnya untuk melepas korban dari tiang pancang tanpa melepas ikatan ditangan. Korban kemudian digiring menuju bejana yang air mendidih, setelah itu korban dilemparkan. Selama korban terus meronta ronta sampai mati, Dracula terlihat sangat menikmati dan terlihat penuh semangat dari tempat duduknya. Setelah mati, korban diangkat dan diganti dengan korban lain. Setelah semua korban direbus hidup-hidup, Dracula memerintahkan prajuritnya memotong-motong tubuh tersebut. Para jagal-jagal tersebut melakukan tugasnya layaknya memotong daging rusa. Bagian tubuh yang sudah terpotong kemudian dimasukan kedalam keranjang, setelah semua selesai, potongan-potongan tersebut akan diberikan pada binatang buasa peliharaan Dracula seperti Harimau dan Buaya. Salah satu pakar Psikologi, Dr. Thomas Medevitt menyatakan bahwa Dracula menderita kecanduan akan darah seperti layaknya orang kecanduan Heroin, biasanya orang seperti ini mempunyai ciri fisik seperti lingkaran gelap dibawa mata, pipi cekung dan kulitnya pucat.
4.Menguliti Kepala dan Bagian Tubuh Lainnya: Dracula juga suka menguliti korbannya. Biasanya bagian yang dikuliti adalah kepala dan itu dilakukan ketika korban masih hidup. Korban yang akan dikuliti ditidurkan di atas meja dengan ikatan yang kuat. Dracula kemudian berdiri di dekat korban setelah merasa siap dia akan menguliti kepala korban dengan pisau yang tajam. Mulai dari wajah kemudian kulit korban dikuliti sampai semua kulit kepada terkelupas. Bisa dibayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami si korban. Dan lebih gilanya Dracula melakukan hal tersebut dengan tenang seperti menguliti kulit kambing. Dia baru akan berhenti bila seluruh kulit kepala telah terkelupas. Setelah semua terkelupas biasanya dia akan meletakkan kulit tersebut di atas meja. Selain menguliti kepala Dracula juga akan menguliti bagian tubuh yang lain. Sudah menjadi kebiasaannya bahwa setelah puas menguliti kepala si korban, dia berhenti sejenak untuk menyantap makanan atau minum sambil melihat korbannya. Begitu merasa cukup beristirahat dia akan melanjutkan siksaannya dengan menguliti bagian tubuh yang lain seperti tangan, kaki, paha, perut dan lain-lain sehingga darahpun membasahi ruangan penyiksaan Dan Dracula sangat melihat genangan darah tersebut. Dalam melakukan pengulitan biasanya Dracula melakukan dengan pelan-pelan seakan setiap bagian tubuh korbannya adalah barang berharga. Bisa dibayangkan bagaimana korban yang masih hidup mengalami penyiksaan semacam ini. Tentu mereka sangat menderita. Jika suku primitif melakukan pengulitan untuk kemenangan, maka melakukan pengulitan hanya untuk nafsu setannya.
5.Mencekik : Pencekikan dilakukan dengan cara korban berjongkok dan tangannya diikat di belakang. Di leher korban kemudian dilingkarkan kawat dengan kedua ujungnya dipegang. Setelah siap maka kedua ujung tersebut ditarik kuat-kuat. Dalam melakukan pencekikan biasanya dilakukan sendiri oleh Dracula. Ketika korban meronta-ronta dan akan sekarat biasanya Dracula akan melepaskan cekikannya untuk beristirahat sejenak. Setelah siap dia akan melakukannya lagi. Begitulah yang dia lakukan sampai korban mati dengan lidah menjulur. Sebagai salah satu ciri penyiksaan Dracula adalah dia tidak mau melihat korbanya lekas mati, dia akan berusaha agar korbannya mati secara perlahan-lahan. Bagi Dracula setiap detik menjelang kematian adalah sesuatu yang berhraga demi memuaskan nafsu sadisnya.
6.Memotong otot-otot tertentu : Biasanya bagian yang di potong adalah otot-otot pada lutut. Pemotongan pada bagian ini menyebabkan si korban mengalami kelumpuhan seumur hidup. Bagi Dracula hukuman seperti ini termasuk dalam katagori hukuman ringan. Mereka yang dihukum seperti ini biasanya para petani miskin yang tidak mampu membayar upeti pada tuan tanah yang dekat dengan Dracula.
7.Memotong hidung dan telinga : Pemotongan hidung atau telinga dilakukan dengan cara korban diikat pada tiang pancang, kemudian Dracula mendekati si korban dan selama beberapa saar mengamati korbannya seolah dia mau membeli barang. Setelah merasa siap dia akan memotong hidung atau telinga korban dengan pelan-pelan, kadang juga dengan sekali tebas. Dan korbanpun tidak akan mempunyai hidung dan telinga lagi sepanjang masa hidupnya. Penyiksaan seperti merupakan katagori yang ringan bagi Dracula.
8.Membutakan Mata : ada dua cara metode untuk membutakan mata yang dilakukan monster satu ini, pertama menuangkan timah cair panas ke dalam mata, kedua dengan cara mencongkelnya. Bisa dibayangkan bagaimana timah panas bersuhu diatas seratus derajat celcius dituangkan ke mata, dan bisa dibayangkan bagaimana ngerinya ketika mata si korban dicongkel. Orang-orang yang disiksa dengan cara ini biasanya adalah mata-mata dibutakan biasanya mereka akan dikirimkan kembali kepada kerajaan yang menyuruhnya sebagai bentuk penghinaan.
9.Membakar hidup-hidup : Penyiksaan seperti ini biasanya dilakukan secara massal. Para korban dimasukan kedalam rumah yang pintu-pintunya telah terkunci. Rumah tersebut kemudian dibakar dari luar. Tak begitu lama api akan menjarah semua ruangan dan korban-korban yang ada di dalamnya akan terpanggang hidup-hidup. Dari luar Dracula mendengar jerit kematian dari dalam rumah. Suara-suara tersebut membuatnya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Setelah semua jeritan mereda dan semua korban sudah mati Dracual akan meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan puas.
10.Memaku Kepala : Dracula juga terbiasa menyiksa korban dengan memaku kepala. Korban yang diikat disuruh jongkok di depannya dengan tangan terikat. Setelah korban jongkok, Dracula akan memaku kepala si korban. Bersamaan dengan paku yang masuk ke dalam kepala maka korban akan berteriak kesakitan. Cara penyiksaan seperti ini jarang dipakai oleh Dracula. Si Korban yang dipaku kepalanya apabila mengenai otak akan langsung mati. Hal ini kurang disukai Dracula karena penderitaan si korban cepat berlalu.
11.Memangsakan di Korban Pada Binatang Buas : Seperti raja-raja Romawi zaman Gladiator, Dracula juga mengadakan pesta berupa pertarungan antara binatang buas dan manusia. Acara sering diadakan di alun-alun Wallachia. Kalau zaman Romawi korban diberikan kesempatan untuk melakukan perlawanan maka semasa Dracula korban diikat. Korban yang tak berdaya itu dllemparkan ke tengah alun-alun. Setelah siap, dua atau tiga harimau akan dilepas untuk memangsa di korban. Harimau-harimau tersebut akan berebut mencabik-cabik si korban yang berteriak kesakitan. Sementara itu ditempat duduknya Dracula menikmati adegan-adegan tersebut dengan wajah puas. Selain Harimau binatang yang dpakai untuk menyiksa si korban adalah buaya. Benteng Dracula dikelilingi oleh parit lebar kira-kira 5 – 7 meter. Di dalam parit-parit tersebut diisi dengan buaya. Ketika ada warga Wallachia yang mau dihukum, biasanya buaya buaya tersebut tidak diberi makan selama tiga hari. Dengan kondisi buaya yang kelaparan maka di korban akan segera menjadi santapan begitu dilemparkan ke parit. Seketika air sungai menjadi merah karena darah.
12.Menarik Korban Dengan Dua Kuda : Hukuman semacam ini bisa dikatakan sangat mengerikan. Kaki korban diikat dengan tali. Tali tersebut kemudian diikatkan pada dua kuda. Kuda-kuda tersebut menghadap pada arah yang berlawanan yang satu utara yang satu selatan. Setelah kaki korban diikat dengan kuat kedua kuda tersebut akan di cambuk. Tak ayal kedua kuda tersebut akan berlari kencang dengan arah yang berlawanan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi, tubuh di korban akan terbelah menjadi dua bagian dari anus sampai kepala. Bila Dracula akan menikmati siksaan ini, biasanya kuda tidak dicambuk tapi diperintahkan untuk berjalan pelan pelan, maka dengan demikian kaki korban akan tertarik pelan-pelan, satu ke kiri satu ke kanan. Tentu korban akan merasakan kesakitan yang luar biasa.. Pada posisi yang menyakitkan ini kuda diperintahkan untuk berhenti beberapa waktu.
13.Memendam tubuh korban : Penyiksaan ini akan dilakukan dengan cara korban ditelanjangi terlebih dahulu. Setelah itu korban dimasukan ke dalam lubang setinggi pusar, kemudian korban ditimbun dengan tanah sehingga yang kelihatan hanya bagian pusar ke atas. Setelah siap Dracula memerintahkan para prajuritnya agar menembaki korban sampai mati. Tentu si korban tak bisa berbuat banyak karena seluruh anggota badannya tidak dapat digerakan. Metode memendam korban biasanya dilakukan secara massal. Korban-korban diletakkan dalam formasi yang diinginkan Dracula.
14. Memanggang : Hukuman ini memang sangat mengerikan. Dracula memerintahkan korban yang telah disula untuk dipanggang. Seringkalu korban masih hidup. Pemanggangan seolah seperti memanggang rusa. Kedua ujung Sula diletakan pada tiang pancang berbentuk Y. Setelah siap kayu arang yang telah disediakan dibawah korban dinyalakan. Dua orang yang berada di masing-masing ujung sula memutar tubuh si korban seolah agar seluruh bagiannya masak. Tentu saja korban teramat tersiksa karena disula bertambah tersiksa ketika api menjilati tubuhnya. Rintihan korban itulah yang membuat Dracula bahagia.
15.Membuat Virus Mematikan bagi lawan-lawannya : ternyata metode yang satu pernah dilakukan oleh manusia laknat ini, entah pengetahuan darimana sehingga tanpa harus melakukan peperangan dia berhasil mengusir musuh dengan cara menyebarkan virus yang mematikan kepada pasukan turki dan juga pendukung umat Islam. Dan bisa saja cara seperti ini diadaptasi oleh barat untuk memusnahkan sebuah bangsa dengan cara menciptakan vaksin-vaksin yang mematikan ketika terjadi peperangan ataupun dalam “hal” lain.
Dari semua korban yang disiksa dengan cara-cara biadab seperti yang ditulis ini, korban kekejaman Dracula yang paling banyak berasal dari Umat Islam. Sejarah mencatat sekitar 300.000 umat Islam dibantai oleh Dracula sepanjang masa pemerintahannya, belum lagi penduduk Wallachia yang telah masuk Islam. Mereka yang menjadi korban berasal dari berbagai golongan, sebagian besar petani, fakir miskin dan tahanan. Diantara mereka terdapat perempuan dan anak-anak. Namun sayang korban pembantaian Dracula tersebut tidak pernah terungkap secara jelas.
Pembantaiannya yang tertera jelas misalnya :
1.Pembantaian Terhadap Prajurit Turki di Tirgoviste : mereka ditelanjangi dan diarak serta kemudian disiksa dengan Penyulaan.
2.Membakar Para Pelajar dan Pemuda-pemuda Turki : mereka ditelanjangi dan disula, kemudian dikumpulkan di sebuah aula dan kemudian dibakar massal !
3.Mamaku topi yang dipakai utusan Kesultanan Turki Usmani.
4.Membakar Fakir Miskin Dan Petani yang dibakar di Tirgoviste.
5.30.000 Pedagang Turki dan Pedagang Islam lainnya disiksa dan dibunuh dengan cara Disula dan sejarah mencatat hari tersebut sebagai “Hari Peringatan St. Bartholome Yang Merah"
6.Membuat Virus mematikan di sebuah wilayah Wallachia yang mendukung Kesultanan Turki Usmani. Akibatnya banyak korban berjatuhan dan kemudian daerah ini menjadi kosong, karena ditinggalkan penghuninya. Membunuh dengan cara menyebarkan virus mematikan ini membuat Dracula dipuji-puji sebagai panglima perang Salib yang paling berani dan cerdik dalam mengalahkan musuh.
7.Meracuni Sungai Danube yang merupakan sumber pokok kehidupan rakyat Wallachia, untuk menjatuhkan mental prajurit Turki Usmani.
8.Puncaknya adalah pembantaian 20.000 orang Turki untuk menjatuhkan mental Prajurit Turki. Peristiwa ini terjadi tahun 1462 M. Setelah membantai mereka melakukan penyerangan mendadak terhadap prajurit Turki yang dipimpin langsung Sultan Muhammad Al Fatih. Penyerangan ini nyaris membuat Sultan Muhammad Al Fatih terbunuh, namun berkat pengalamannya, Pasukan Dracula berhasil dipukul mundur, bahkan kemudian Mujahidin Turki Usmani berhasil merebut benteng utama Dracula. Dracula sendiri berhasil melarikan diri ke Kerajaan Hongaria.
Sosok bengisnya diubah menjadi misteri yang semakin kabur dan dijadikan legenda turun temurun, padahal sudah jelas dia adalah fakta sejarah yang terang benderang dan ini sangat jelas akan berkaitan “pertempuran” abadi Perang Salib. Kebengisan dan kekejamannya sampai saat ini mungkin belum ada yang bisa menandinginya. Sekalipun demikian kekejaman manusia laknat ini pada akhirnya harus berakhir di tangan Pasukan Islam Kesultanan Turki Usmani. Sultan Muhammad Al-Fatih rupanya sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk memberi pelajaran kepada Iblis berbentuk manusia ini.

Pada satu pertempuran di Bulan Desember 1476 M Dracula terjadi pertempuran hebat antara Kerajaan Hongaria yang merupakan benteng terdepan pasukan Salib di Eropa Timur dan barat melawan pasukan Bulan Sabit yang dipimpin langsung Sultan Muhammad Al Fatih. Pasukan Salib bergabung menuju Bucharest, sepanjang jalan mereka menabuh gendering untuk menunjukkan keperkasaan. Pada saat itu Dracula mendapat tugas untuk menggempur kekuatan Pasukan Turki Usmani disekitar Sungan Danube. Sadar bahwa ini mungkin pertempurannya yang terakhir, Dracula menitipkan anak dan istrinya di Transylvania. Dracula kemudian bergerak menelusuri sungaI Dimbovita dengan tujuan utama Danau Snagov. Setelah 15 hari berjalan melewati rawa dan hutan yang lebat mereka akhirnya tiba di danau Snagov, dan ternyata kedatangan pasukan Dracula sudah disambut pasukan Turki Usmani, terjadilah pertempuran dahsyat, dalam pertempuran inilah akhirnya manusia durjana ini menemui ajalnya ditangan prajurit Turki dengan cara dipenggal. Setelah dipenggal, kepala tersebut dibawa ke Konstantinopel sebagai bukti bahwa si Penyula sudah terbunuh. Mereka juga sepakat setelah di konstantinopel kepala iblis ini dipancang di tengah alun-alun untuk dipertunjukkan kepada rakyat. Sampai saat ini kepala dan jasad Dracula tidak pernah ditemukan.
Sepak terjang Dracula memang telah membuat umat Islam sengsara dan tertindas, padahal Pasukan Islam terutama pada masa Kesultanan Turki Usmani berjaya tidak pernah memperlakukan kaum nasrani dibawah pemerintahan mereka. Sultan Muhammad Al-Fatih bahkan ketika berhasil menahlukkan benteng Konstantinopel, dia melindungi semua kaum yang ada di dalamnnya, termasuk kaum Yahudi dan Nasrani Katolik, semua dilindungi hak-haknya, semua dibebaskan untuk menjalankan kegiatan keagamaannya.
Sosok Dracula yang telah berhasil dimitoskan fihak Barat untuk mengelabui umat Islam ini, pada akhirnya kini banyak yang mulai mengetahuinya, sekalipun banyak yang menjadikan dia “pahlawan” namun fakta sejarah menunjukkan kalau manusia ini adalah Iblis berwujud manusia. Dan barat sepertinya ingin mengubur kisah kelamnya dengan mengangkat sisi “hero” nya.
Ada beberapa sebab kenapa sejarah Pembantaian Dracula tidak pernah diungkap secara terbuka :
1.Pembantaian Dracula terhadap umat Islam tidak bisa dilepaskan dari Perang Salib. Negara-negara Barat yang pada masa Perang Salib menjadi pendukung utama pasukan Salib tak mau tercoreng wajahnya. Mereka yang getol mengorek-ngorek pembantaian Hitler ataupun Pol pot akan enggan membuka borok mereka sendiri. Hal ini sudah menjadi tabiat Barat yang selalu ingin menang sendiri.
2.Dracula merupakan pahlawan bagi pasukan Salib. Betapapun kejamnya Dracula maka dia akan dilindungi nama baiknya. Dan sampai saat ini di Rumania, Dracula dianggap sebagai Pahlawan. Sebagaimana sebagian besar sejarah Pahlawan-Pahlawan pasti akan diambil sosok super heronya dan dibuang segala kejelakan, kejahatan dan kelemahannya, begitupula sejarah Dracula.
3.Langkah yang diambil Dracula untuk melakukan pembantaian secara sistematis terhadap warga muslim jelas menguntungkan pasukan Salib. Dengan pembantaian sebanyak itu, Kesultanan Turki Usmani walaupun berhasil merebut kekuasaan Wallachia hingga abad pertengahan, tapi posisinya semakin terisolasi. Benteng yang selama ini melindungi mereka , yaitu warga muslim, jumlahnya telah menyusut drastis. Kekejaman Dracula membunuh Umat Islam mendapatkan penghargaan dari pasukan Salib. Bahkan sosok Dracula menjadi warga kehormatan Kerajaan Hongaria.
4.Rasa gengsi Barat sepertinya begitu besar untuk mengakui bahwa mereka telah mengalami kekalahan telak dalam perang salib, terutama ketika jatuhnya Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al Fattih atau Sultan Mehmed II, dan Sultan Mehmed II inipula yang menghabisi riwayat Dracula, sehingga lengkap sudah kekalahan mereka. Dracula adalah sosok kebanggaandan symbol keberanian pasukan salib mereka, namun akhirnya dia juga harus tumbang ditangan orang yang telah menundukan Benteng Konstantinopel yang merupakan benteng terakhir Kekaisaran Romawi dan disitu terdapat kekuatan politik, militer, katolik yang paling terkuat didunia pada saat itu.
Drakula jelas fakta sejarah ! dia bukan mitos ! dia bukan seperti yang diceritakan di film-film, dia adalah pembantai manusia yang paling terkejam yang pernah ada di dunia ini, menganggap dia mitos, itu berarti kita buta akan sejarah.
Wallahu A’lam Bisshowab……….
.
Sumber :

Hyphatia Cneajna, Dracula, Pembantai Umat Islam Dalam Perang Islam, Kisah Kebiadaban Count Dracula Yang Disembunyikan Selama 500 Tahun, Yogyakarta : Navila Idea, 2008.