Baru baru ini kaum nawashib sedang bergembira ria atas musibah dan kematian yang dialami beberapa orang yang selama ini mempercayai bahwa nasab Bani Alawi benar adanya.
Sebuah keanehan bahkan mungkin janggal dan agak lain kaum yang satu ini. Hanya karena berbeda pendapat begitu mudahnya mereka ini mencaci maki bahkan berbahagia sekali bila mendengar kematian orang-orang yang selama ini mendukung nasab Bani Alawi.
Dengan bahasa yang sakti mandraguna mereka mengatakan ,"kurang apalagi palsunya Baalawi ?" RUNGKADDD ! Dasar Dobolowi ! Tuh udah banyak bukti yang modyarr, koit, mampus karena membela Baalawi, mau bukti apa lagi ? Habib habib yang mubahalah juga udah banyak yang mampus !. Pokoknya mereka ini mengingatkan saya akan sosok tua gondrong yang bisa ngatur ngatur malaikat, bisa bahasa semut yg kesemuanya halu dan dongeng tapi tetap percaya diri.
Ujaran-ujaran kebencian seperti ini sudah banyak saya temukan, seolah malaikat Izrail mencabut nyawa karena titah dan sabda mereka...pokoknya kalau ada yang mati itu karena kuwalat sama mbah yang dari kresek itu. Padahal kematian itu hanya milik Allah, kapan waktunya kita tidak ada yang tahu, apakah dia husnul khotimah tentunya tergantung perbuatannya semasa hidup apakah dia seorang pencaci maki ulama dan ahlul bait Nabi atau sebaliknya.
Yang aneh bin ajaib bin agak lain mereka sering mengeluarkan istilah KUWALAT, KERAMAT untuk kematian-kematian orang orang yang masih mempercayai Baalawi...
Saya gak habis fikir, kok bisa istilah KuWalat atau Keramat dikaitkan dengan kematian para pembela nasab Baalawi, apalagi kata keramat itu dibarengi dengan caci maki, hujatan dan nada sombong.
Yang juga di luar nalar, orang yang pernah mengangkat Vokalis Soneta Grup menjadi WALI bahkan dianggap KERAMAT baik itu lisannya maupun karyanya...Padahal untuk mengatakan seorang itu Wali ya Wali juga. Lagipula kalau mau jernih berfikir dan bersihkan hati, adakah sifat² orang yang selama ini getol membatalkan nasab Bani Alawi itu sebagai Wali ? Apalagi sampai bisa mengangkat seorang penyanyi dangdut menjadi Wali.
Setahu saya tahapan kehidupan para wali ya hanya wali yang tahu, lagipula secara umum sifat seorang wali terjaga seluruh panca indranya. Lha kalau dari lisannya saja ujaran kebencian, karya tulisnya penuh dengan tendensius, dan berapa kali debat ketahuan mengambil data hoax, masak iya disebut Wali ?
Oleh karena sebelum kita berani menyebut itu Keramat apalagi kuwalat. Kita harus tahu dulu apa definisi Keramat.
Menurut SYEKH YUSUF AN-NABHANI dalam bukunya "Kumpulan Kisah Keramat Para Wali" yang dimaksud dengan KERAMAT berikut dengan yang berkait adalah :
MUKJIZAT : adalah suatu kelebihan/keunggulan yang diberikan Allah hanya untuk para utusannya saja agar dapat dijadikan bukti kerasulan mereka. Hanya dengan mukjizat inilah para Nabi itu membuktikan kerasulannya dihadapan kaumnya.Biasanya mukjizat itu adalah kejadian luar biasa yang tidak dapat dilakukan oleh orang biasa selain para rasul. Umpamanya saja Nabi Musa a.s. dapat membelah laut menjadi daratan hanya dengan tongkat mukjizatnya. Nabi Sulaiman diberikan kepandaian untuk mengerti bahasa binatang dan dapat menundukkan seluruh bangsa jin. Keunggulan semacam ini belum pernah ada manusia biasa yang dapat menandinginya. Dalam Al Qur'an banyak kita dapatkan kisah mukjizat yang diberikan pada para Nabi.
KERAMAT : adalah suatu kejadian luar biasa yang diberikan Allah khusus bagi para hambanya yang bertaqwa dan shalih yang dalam istilah Al Qur'an diberikan nama para Wali Allah. Keramat ini biasanya datangnya tidak pernah diidam-idamkan sebelumnya. Bahkan para Wali sangat takut sekali jika terjadi keramat/kejadian luar biasa pada dirinya. Karena mereka takut jika hal ini akan menyebabkan takjub terhadap dirinya sebagai hamba yang diberi kemulyaan oleh Allah.Oleh sebab itu biasanya para wali jika terjadi suatu keramat pada dirinya makin bertambah khawatir terhadap dirinya, kalau-kalau dia merasa ujub/bangga terhadap dirinya yang menyebabkan dia tergelincir hatinya. Mereka akan bertambah tawadhu' dan penuh kekhusyuan seolah-olah mereka sedang berhadapan dengan Allah Taala.Umumnya keramat itu terjadi sewaktu-waktu dalam keadaan tertentu. Sebagian keramat itu ada yang terjadi dalam waktu yang terbatas disaat itu saja. Namun sebagian lagi ada berkepanjangan yang dapat disaksikan orang sampai beberapa generasi. Namun yang paling banyak terjadi hanya terbatas pada waktu tertentu. saja. Yang mana kejadian itu akan menunjukkan kekuasaan Allah yang diberikan kepada hambanya yang disukai.
ISTIDRAJ : adalah suatu kelebihan/keunggulan yang diberikan oleh Allah pada para hambanya yang bukan bertaqwa dan shalih, termasuk juga sebagian hambanya yang kafir dan membangkang terhadap agamaNya. Kelebihan semacam ini sengaja diberikan oleh Allah kepada mereka agar mereka bertambah jauh dari Allah dan tambah bermaksiat kepadaNya, sampai pada batas dan waktu yang ditentukan. Yang pada umumnya diakhiri dengan akibat buruk bagi orang itu.
Bagaimana dengan Kuwalat ?
Menurut Zainal Arifin dkk, dalam jurnal Al Adabia tahun 2021 yang berjudul : "Makna Kualat dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim sebagai Doktrin Penanaman Karakter Santri" adalah :
Kualat dapat diartikan mendapat akibat buruk dari apa yang telah kita lakukan karena melanggar suatu aturan norma tertentu. Lebih lanjut, kualat juga dipahami sebagai balasan yang dilakukan oleh alam maupun makhluk halus kepada manusia karena telah diganggu atau telah dibuat tidak senang. Ungkapan kualat dengan pengertian itu juga sering didengar pada masa dahulu ketika para orang tua melarang anak-anaknya melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat. Sebagai contoh, seorang anak yang duduk dan makan di tengah pintu akan segera dilarang orang tuanya, "Jangan duduk dan makan di tengah pintu, ora ilok, nanti kualat kamu!". Mendengar peringatan tersebut, anak-anak seakan diberikan satu gambaran yang menakutkan, sehingga akhirnya mereka menuruti perintah orang tua. Namun demikian, kualat sendiri tidak memiliki satu pengertian utuh.
Artinya kualat ini merupakan sebuah peringatan bagi siapapun agar lebih berhati-hati dalam berprilaku, tapi tidak sampai horor banget, kecuali kalau udah pakai kata Azab...
Pengetahuan tentang istilah istilah ini penting kita ketahui, agar kita berhati-hati dalam memberi label pada seseorang yang seolah olah katanya wali padahal tukang fitnah. Mereka kira itu keramat padahal itu adalah istidraj buat mereka sendiri..
YANG TAHU ITU WALI YA WALI, bukan kita, bukan pula anda, apalagi tukang fitnah, tukang caci maki dan perusak hati umat....
Tammat....