๐ฌ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐๐ฝ๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต๐บ๐ ?
Sebuah negara yang kini banyak dibicarakan, khususnya dalam isu-isu nasab yang mutakhir. Sayangnya image yang muncul cukup miring. Kalau anda mengamati ketika Anis Baswedan maju sebagai Calon Presiden, isu Yaman ini terus menerus digulirkan sebagai bentuk kampanye hitam oleh mereka-mereka yang senang akan tema SARA. Setelah isu ini mereda, tiba-tiba kata Yaman bermunculan kembali dalam bentuk yang lebih variatif, kadang satire namun tidak jarang juga yang sarkas. Bahkan sekelas Presiden Prabowo pernah melontarkan kalimat, “Pergi Sana ke Yaman……” Seolah Yaman adalah negara tempat pembuangan.
Isu Yaman terus meluncur secara masif demi untuk meruntuhkan kredibiltas nasab Bani Alawi. Gambaran Yaman sebagai negara yang miskin, kacau, dan kisruh dikaitkan dengan identitas para Habaib di negeri ini. Beberapa akun yang saya dapati bahkan dengan entengnya menulis : “Kembalikan Para Kabib ke Yaman…..”, “Sana bela negeri kalian yang sedang kacau”, “Negerinya lagi kacau kok malah jualan disini….”, “dasar negara miskin”, "Idung Unta" , "Habib itu rasis sejak dari sananya", "Arab Yaman Kere" , "Negara kalian sendiri saja hancur dan miskin, tidak usah sok mengatur atau merasa paling mulia di negara orang lain." atau "Yaman itu negara gagal, makanya warganya kabur dan cari makan di Indonesia.", "Dulu leluhur kalian datang ke sini naik kapal dalam kondisi kelaparan dan ditampung oleh pribumi, sekarang malah mau menguasai tanah Jawa.", "Dasar Orang gurun", "Pemberi makan unta", “Budaya kami di nusantara jauh lebih beradab dari pada negara kalian”, "Lembaga nasab di Yaman itu bisa disuap", "Yaman itu sarang pemalsu sejarah demi menyembunyikan identitas asli mereka.", "Jangan biarkan budaya Yaman menjajah budaya Nusantara, mereka mau meng-Yaman-kan tanah Jawa yang damai ini dengan konflik mereka." Walisongo itu asli Jawa/Cina, klaim bahwa mereka dari Yaman adalah konspirasi imigran untuk menguasai sejarah kita.", "Kalau tidak suka aturan di sini, silakan angkat kaki dan pulang ke Yaman, biar kalian tahu rasanya hidup di sana." atau "Pemerintah harus mendeportasi semua keturunan Yaman agar Indonesia bersih dari konflik nasab.", "orang-orang Yaman datang ke Nusantara hanya untuk merampok identitas pahlawan lokal dan memalsukan silsilah demi dominasi sosial.", "ideologi padang pasir yang merusak kearifan lokal”, "Kalau tidak suka aturan di sini, silakan angkat kaki dan dideportasi massal kembali ke Yaman", "mereka kelompok eksklusif yang hanya mementingkan golongannya sendiri dan menganggap bangsa lain lebih rendah." Dll. Dengan kata lain, menyebut kata Yaman berarti sebuah negeri yang buruk seburuknya..
Kalimat-kalimat yang bermunculan diatas buat saya justru menjadi pemacu untuk mengetahui lebih dalam, apa benar gambaran seperti yang dikemukakan oleh para pembatal nasab Bani Alawi tersebut ? Sebegitu burukkah negara Yaman ? Jujur kalau boleh bercerita pengalaman saya bertemu dengan orang-orang Yaman saat menunaikan haji di tahun 2016, saya mendapatkan kesan positif yang mendalam, bahkan ketika saya menyebut diri dari Indonesia, mereka seperti bertemu dengan saudara sendiri.
Bagi saya, ketika mempelajari diaspora keturunan Imam Jakfar As-Shodiq melalui Imam Ali Al-Uraidhi, menjadi sebuah pertanyaan besar kenapa Imam Ahmad Al-Muhajir memilih Yaman khususnya Hadramaut menjadi tempat akhir menetap sekaligus sebagai basis dakwah beliau dan keturunannya sampai hari ini. Tentunya sebagai ahlul bait yang kedudukannya berilmu, beliau tidak akan sembarangan memilih tempat untuk menetap. Ketimbang memilih Hadramaut Yaman yang gersang dan kering kerontang, beliau bisa saja memilih Makkah dan Madinah atau negeri Islam lain yang lebih makmur, apalagi beliau juga mempunyai harta yang cukup. Tapi dalam sejarahnya Imam Ahmad Al-Muhajir memilih negeri Hadramaut di Yaman sebagai tempat akhir sampai wafatnya. Dan kelak nanti negeri Hadramaut Yaman menjadi termashur karena disana terdapat peradaban Islam yang banyak memunculkan tokoh-tokoh dari Bani Alawi.
Secara geografis dan derdasarkan letak wilayah, Republik Yaman merupakan sebuah Negara di Jazirah Arab yakni di Asia Barat Daya bagian dari Timur Tengah. Republik Yaman berbatasan dengan laut Arab di sebelah Selatan, teluk Aden dan laut merah di sebelah barat, Oman di sebalah timur dan Arab Saudi di sebelah utara. Menurut penelusuran sejarah diketahui bahwa orang-orang keturunan Arab di Indonesia berasal dari Negara Yaman. Penduduk Yaman diperkirakan berjumlah 23 juta jiwa dengan luas wilayah 530.000 km2, serta wilayah yang terdiri dari 200 pulau. Yaman adalah satu-satunya Negara yang berbentuk republic di jazirah Arab.
Berdasarkan beberapa sumber diketahui bahwa, Islam masuk ke Yaman bermula pada tahun 630 M. Nabi Muhammad SAW mengutus Ali bin Abi Thalib RA saudara sepupu sekaligus menantunya ke Sana'a dan sekitarnya untuk menyampaikan syiar Islam. Republik Yaman Pada waktu itu, merupakan wilayah yang paling maju di Semenanjung Arabia. Adapun yang tercatat sebagai kabilah yang pertama menerima Islam waktu itu adalah Bani Hamdan.
Negara yang memiliki beberapa pulau terpisah ini memiliki kekayaan sejarah peradaban kuno sejak ribuan tahun lalu.Dalam catatan sejarah, Yaman menjadi bagian pusat perdagangan antara India, Cina, Afrika, dan Mediterania.
Sejak awal, Yaman berada di garis depan pasukan Islam yang berkembang dan dipercayakan sejumlah tugas penting.
Selama partisipasi mereka dalam tentara Islam, Yaman mentransfer banyak pengetahuan.
Mereka dengan jelas dan jelas berpartisipasi dalam mendirikan kota dan membangun benteng, serta pembangunan istana dan keterampilan lainnya.
Keterlibatan Yaman dalam perjalanan peristiwa tidak berhenti selama Kekhalifahan. Kontribusi Yaman terhadap pencapaian peradaban gemilang umat muslim abad pertengahan sangat besar.banyak dari penduduk yang terjun di kancah kemiliteran kekhalifahan. Penduduk Yamanturut serta dalam ekspedisi perluasan wilayah Islam yang berakhir sukses.
Dalam kedudukannya pada sejarah Islam, Yaman ternyata mendapat tempat khusus dihati Rasulullah SAW, sehingga tidak sedikit hadist-hadist yang muncul tentang keutamaan Yaman, selain itu di Al-Quran juga terdapat hal tersebut.
Pertanyaannya sekarang, apakah mereka yang selama ini membenci negeri Yaman pernah membaca semua itu ? Ini penting diutarakan agar kita dalam menilai sesuatu itu lebih jernih dan terbuka, sehingga pada akhirnya kita bisa adil dalam menilai sesuatu.
Yaman adalah negeri yang banyak disebut Rasulullah SAW juga disinggung dalam Al-Qur'an.
Berdasarkan ayat Al-Qur’an, keutamaan Yaman terdapat dalam beberapa ayat seperti :
1. Allah subhanahu wa ta’ala telah memberkahi negeri yaman, dan berfirman bahwa negeri saba’ (sebuah negeri di yaman) adalah sebuah negeri yang baik, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an surat Saba’ 15 : “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda [kekuasaan Tuhan] di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. [Kepada mereka dikatakan]: “Makanlah olehmu dari rezki yang [dianugerahkan] Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Negerimu] adalah negeri yang baik dan [Tuhanmu] adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (15)” (QS. Saba’ 15).
2. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maidah 54).
Kaum yang Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan di atas, sebagai kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah, mereka adalah bangsa yaman, sebagaimana datang penjelasan tafsir ayat di atas dalam hadits di bawah ini.
Menurut Imam Al Qurtubi dalam tafsirnya yaitu penduduk negeri Yaman ialah kaumnya sahabat Abu Musa al Asy-‘asy’ari radhiyallahu’anhu. “Turunnya ayat tersebut; terang Imam Al Qurtubi, berkaitan dengan kabilah yang bernama al Asy-‘ari. Dalam riwayat dikatakan: sesudah ayat tersebut turun, beberapa rombongan kapal dari kabilah al Asy-‘ari dan kabilah-kabilah lainnya dari negeri Yaman, datang dari jalur laut. Mereka ialah kaum muslimin yang tertindas di negerinya ketika masa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masih hidup. Merekalah yang memiliki jasa dalam penaklukan negeri Irak (melalui perang Al Qodisiyyah) ketika masa kekhilafahan Umar radhiyallahu’anhu.”
Diriwayatkan pula oleh Imam Ath-tabrani dari sahabat jabir bin abdillah bahwasanya beliau berkata : Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam telah ditanya tentang firman Allah (“maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya“) beliau berkata : mereka adalah sekelompok kaum dari negeri yaman.
Sedangkan jika lihat berdasarkan Hadist, keutamaan Yaman sangat banyak yang diantaranya adalah :
1. Nabi Bersabda sambil memberi isyarat dengan tangan ke arah Yaman, “Ingatlah, sesungguhnya iman ada di sini (Yaman), sedangkan kekerasan dan kekakuan hati ada pada penggembala yang bersuara keras di dekat pangkal ekor unta ketika muncul sepasang tanduk syaithan pada Bani Rabฤซ‘ah dan Bani Mudhar.” (HR. Muslim no.72).
2. Dari Abลซ Hurairah dia berkata: “Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah kaum yang paling lembut hatinya. Iman ada pada orang Yaman. Fiqh juga ada pada orang Yaman. Hikmah juga ada pada orang Yaman.” (Shaแธฅฤซแธฅ Muslim 73).
3. Dari Abลซ Hurairah bahwa Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alaihi wa sallam berkata: “Puncak kekafiran berada pada arah timur (daerah kaum majusi), dan kebanggaan dan kesombongan ada pada pemilik kuda dan unta yang menggembala, yaitu kaum Badui, sedangkan ketenangan ada pada penggembala kambing (maksudnya penduduk Yaman).” (HR. Muslim no.75).
4. Dari Abลซ Hurairah bahwa Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada pada Yaman, kekufuran itu ada pada arah timur (maksudnya kaum Majusi), ketenangan ada pada penggembala kambing (maksudnya penduduk Yaman), dan kesombongan dan riya’ itu ada pada orang-orang yang bersuara keras; pengembala kuda dan unta (orang Badui).” (HR. Muslim no.76).
5. Jฤbir bin ‘Abdullฤh berkata: “Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Keras dan keringnya hati berada pada orang Timur, sedangkan iman berada pada ahli แธคijฤz.” (HR. Muslim no.80).
6. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu’alaihi wasallam berdoa, “Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah… berkahilah kami pada negeri Yaman kami” (HR. Bukhori dan Ahmad).
7. Suatu ketika, cerita Jubair bin Muth’im, kami bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan antara Makkah dan Madinah. Saat itu Nabi bersabda : “Hampir-hampir bangsa Yaman melebihi kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi).
8. Rasulullah bersabda, “Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban).
9. Anas bin Malik berkata, “Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Merekalah pelopor pertama dalam hal berjabat tangan.
10. Sahabat Anas bin Malik menceritakan, “Suatu hari, beberapa orang dari negeri Yaman datang menemui Rasululloh shallallahu’alaihi wasallam, seraya berkata, “Wahai Rasululloh, kirimkanlah untuk kami seseorang yang akan mengajari kami sunnah dan Islam.. Lalu Rasulullah menarik tangan Abu Ubaidah seraya bersabda, “Ini orangnya, dialah penjaga umat ini.”
11. Dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:“Sesungguhnya akan datang kaum, yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka“.“Apakah mereka kaum dari kaum Quraisy ya Rasulullah?” Tanya para Sahabat. “Bukan, mereka adalah penduduk Yaman.” jawab Rasulullah.” (HR. Ibnu Abi Ashim, dishohihkan oleh Imam Muqbil Al-Wadi’i).
12. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau mengatakan, “Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. Imam Ahmad).
13. Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman]. Telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] Telah menceritakan kepada kami [Abu Zinad] dari [Al A'raj] dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah orang-orang yang perasaan (sensitive) dan hatinya paling lembut, kefaqihan dari Yaman, hikmah ada pada orang Yaman." (Shahih Bukhari 4039).
14. Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Al A'masy] dari [Abu Shalih] dari [Abu Sa'id] ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlan kalian mencela sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam tangan-Nya, sekiranya salah seorang dari kalian bersedekah dengan emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak akan bisa menyamai sedekah mereka meski hanya satu mud atau pun setengahnya." (Sunan Abu Daud 4039).
15. Dari sahabat zaid bin tsabit : bahwasanya Nabi mengarahkan pandangannya ke arah negeri yaman, kemudian beliau berkata : Ya Allah… jadikanlah di hati mereka kelapangan dalam menerima islam [HR. Tirmidzi).
16. Diriwayatkan dari abdullah bin umar bahwasanya nabi berdo’a : Ya Allah berkahilah kami pada Yaman kami (negeri Yaman) [HR. A-Bukhari].
17. Diriwayatkan dari sahabat ‘Imron bin Husein, beliau berkata : suatu hari aku berada di samping rosulullah shalallahu alaihi wa sallam tatkala datang kepada beliau sekelompok kaum dari bani tamim, maka berkata rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka, “aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga), mereka berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : engkau telah memberi kami kabar gembira, maka berilah kepada kami sesuatu (sebagai hadiah) –maka berubahlah wajah rosulullah- kemudian datang penduduk yaman menemui rasulullah, maka berkatalah rosulullah shalallahu alaihi wa sallam kepada mereka “ wahai para penduduk yaman aku sampaikan kepada kalian berita gembira (seruan kepada islam dan balasannya berupa surga) yang mana bani tamim tidak menerima kabar gembira tersebut dariku, ahlu yaman berkata kepada rosulullah shalallahu alaihi wa sallam : kami menerima seruan engkau, kami mendatangi engkau dalam rangka mempelajari agama.” [HR. Al-Bukhari].
18. Penduduk Yaman adalah sebaik-baik penduduk bumi, Dari jubair bin muthim berkata : suatu ketika kami bersama rasulullah di suatu jalan antara makkah dan madinah, maka berkata rasulullah : hampir-hampir saja bangsa yaman melebihi kalian, seakan-akan mereka seperti gumpalan awan, mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi. [HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi].
19. Dari sahabat ‘amr bin abasah rasulullah bersabda : sebaik-baik lelaki adalah lelaki penduduk yaman” [HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari].
20. Dari abu sa’id al-khudri berkata : rasulullah berkata : “sesungguhnya akan datang suatu kaum yang kalian akan merasa minder jika membandingkan amalan kalian dengan amalan mereka” sahabat anas bin malik bertanya : wahai rosulullah, apakah mereka kaum dari kaum quraisy ? berkata rosulullah : “Tidak, akan tetapi mereka adalah kaum dari negeri yaman” [HR. Ibnu Abi Ashim].
21. Berkata Imam ibnu jarir ath-thabari dalam tafsirnya : “sesungguhnya Allah mendatangkan ahlu yaman pada masa kekhilafan umar bin khotob, kala itu sikap mereka terhadap ajaran agama islam merupakan yang paling baik diantara kaum-kaum yang lain yang memeluk islam [dari luar mekkah dan madinah] dan mereka pada waktu itu adalah kaum yang paling banyak memberi pertolongan kepada kaum muslimin.
22. Dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam berkata : akan keluar dari antara kota aden dan kota abyan 12.000 orang yang akan menolong agama Allah dan menolong Rasul-Nya.
Wallahu A'lam Bisshowwab...
"Kebenaran Hanya Milik Allah, kesalahan milik Al-Faqir"
• Dikutif dari berbagai sumber