Pernyataan ini dikeluarkan setelah adanya klaim kalau Jenderal Kehormatan (Jend Horn) Prabowo keturunan Walisongo. Yang mengatakan pernyataan tersebut adalah saudara Mogi Nurfadil, sosok yang selama dikenal ini paling vokal terhadap nasab Bani Alawi. Tidak tanggung-tanggung Mogi bahkan menyebut Prabowo keturunan 4 Walisongo sekaligus. Artinya dengan "pengesahan" nasab ala saudara Mogie ini mau tidak mau Prabowo adalah "Sayyid"
Pernyataan saudara Mogi jika Walisongo penyebar agama Islam adalah benar adanya, siapapun tidak akan membantah klaim sejarah tersebut. Walisongo bukan fiktif tapi benar adanya, mulai dari makamnya sampai kepada keturunannya.
Namun seharusnya kalimat tersebut tidak berhenti sampai judul diatas saja karena fakta sejarah menyebutkan jika penyebar agama Islam tidak hanya didominasi Walisongo saja. Para sultan atau dai-dai yang tercatat maupun tidak tercatat sebelum masa Walisongo juga punya andil besar. Bahkan beberapa Walisongo kader dakwah dari beberapa kesultanan seperti Pasai.
Masa keemasan dakwah Islamiah Walisongo adalah abad ke 14 s/d 16 Masehi. Tercatat wafatnya Maulana Malik Ibrahim itu tahun 1419 Masehi, sedangkan wafatnya Sunan Kudus itu tahun 1549 Masehi dan Sunan Gunung Jati tahun 1568 Masehi.
Pada masa masa keemasan inilah Walisongo telah memberikan pengaruh besar dalam menanamkan pondasi keislaman pada masyarakat Jawa dan Sunda pada umumnya baru setelah itu menyebar ke Madura, Lombok, Maluku, Papua, Sulu, Palembang, Banjarmasin bahkan sampai ke Aceh dan Malaka. Hal ini sudah maklum diketahui para sejarawan.
Tapi jika mengatakan Walisongo pemain tunggal atau yang paling berjasa dalam menyebarkan Islam di Nusantara ini patut ditinjau ulang kembali, karena pada masa sebelum Walisongo Islam sudah menyebar kemana mana, tidak tanggung tanggung, dari mulai Bongal, Barus, Lamuri, Perlak, Samudra Pasai bahkan di Wilayah Maluku dan Papua Islam bahkan sudah mulai masuk, ini belum lagi wilayah wilayah lain. Dari mulai abad 7 Masehi sampai kepada abad ke 13, Islam sudah banyak ditemukan dimana mana dan ini diperkuat oleh catatan sejarah dari para pelancong dari luar negeri seperti Ma Huan dan Ibnu Batutah. Yang lebih mudahnya, penemuan nisan Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik yang usianya sudah hampir 1000 tahun saja sudah menjelaskan itu.
Penemuan beberapa makam tua di Aceh oleh Mapesa bahkan menunjukkan betapa jayanya Umat Islam pada abad ke 13 sd 14. Peradaban Islam yang lebih tua bahkan baru baru ini bahkan telah ditemukan di Situs Bongal Sumatra Utara dengan adanya Koin Uang masa dinasti umayyah dan abbasiah. Penemuan koin dan artefak lainnya di Bongal mau tidak mau membuat kita harus mengkaji ulang kembali Barus sebagai titik awal Islam di Nusantara, walaupun tidak bisa dipungkiri jika Barus juga sangat tua sejarah Islamnya.
Jadi bila mau kita pelajari yang sesungguhnya, Islam sudah masuk ke negeri ini pada abad ke 7 Masehi di Sumatra Utara, abad ke 9 Sriwijaya Palembang juga banyak ditemukan umat Islam, bersamaan dengan itu diabad 8 Masehi, Lamuri Aceh, Perlak Aceh juga telah ada orang orang Islam. Selain itu dalam beberapa informasi yang pernah saya ketahui di Sunda juga diyakini orang Islam sudah jauh sebelum kedatangan Syekh Kuro Karawang di tahun 1411 M.
Walisongo adalah majelis dakwah yang masing masing kehidupannya anggotanya berbeda zaman. Mereka saat itu dakwahnya berfokus di Jawa dan Sunda karena saat itu dua kerajaan besar berdiri yaitu Majapahit dan Pajajaran. Kedua kerajaan tersebut mempunyai jaringan politik yang cukup luas sehingga secara tidak langsung telah mempermudah dakwah walisongo. Disamping itu beberapa Walisongo juga masih bagian bangsawan kerajaan.
Oleh karena itu sebaiknya jika bicara sejarah Islam di Nusantara maka harus dimulai dari abad ke 7 Masehi, jangan dilompat langsung pada abad 13 apalagi 14 karena Christian Snouck Hurgronje adalah orang yang paling ngotot kalau Islam masuk ke Nusantara pada abad ke 13 melalui pedagang pedagang Gujarat yang efeknya sampai saat ini di buku buku sejarah Indonesia menulis titik awal abad masehi masuknya Islam di Nusantara adalah abad ke 13 Masehi.
Secara kebetulan, berdasarkan versi catatan Prof KH Abdullah bin Nuh, Hamka, HMH Alhamid Al Husaini (ini versi yang kami pegang, sedangkan versi dipersilahkan jika ada yang meyakininya), leluhur Walisongo ada yang berasal dari India setelah melalui berapa kali hijrah...
Tamat
Nb : Insya Allah buku terbaru tentang sejarah Islam yang ada di Asia Tenggara akan segera hadir...(tolong doakan agar segera selesai)